Ketika Si Kecil lahir, semua organ tubuhnya belum bisa berfungsi secara sempurna. Karena alasan tersebut, Si Kecil pun hanya boleh mengonsumsi Air Susu Ibu (ASI) hingga ia berusia minimal enam bulan. Seluruh kandungan baik yang ada dalam ASI akan memenuhi kebutuhan nutrisi Si Kecil.
ASI memiliki banyak manfaat baik bagi tubuh, mulai dari mencegah diabetes, membantu metabolisme dan sistem kekebalan tubuh, mencegah alergi, membuat Si Kecil cerdas, dan banyak manfaat lainnya. Saking banyaknya manfaat tersebut, Mam yang diharuskan bekerja pun harus sampai mempompa ASI agar bisa diminum oleh Si Kecil walaupun Mam berada di kantor untuk bekerja.
Tapi beberapa kendala mungkin muncul ketika Si Kecil lahir. Mulai dari produksi ASI kurang atau terdapat kelainan lainnya. Biasanya memang kendala tersebut muncul karena faktor genetik atau bawaan, tetapi tidak jarang kendala tersebut muncul karena beberapa Mam tidak terlalu mengindahkan makanan-makanan yang ternyata sebaiknya tidak dikonsumsi ketika menyusi. Apa saja makanan-makanan tersebut?
Ikan dengan Tingkat Merkuri Tinggi
Mungkin Mam tahu bahwa ikan adalah makanan dengan kandungan vitamin, protein, dan kandungan positif lain yang tentunya bagus untuk tubuh. Tetapi ternyata tidak semua ikan baik untuk tubuh lho, Mam, khususnya untuk ibu yang sedang menyusui. Jika Mam terlalu banyak mengonsumsi ikan dengan kandungan merkuri tinggi, maka ASI juga akan ikutan terkandung merkuri.
Salah satu keburukan merkuri adalah dapat menurunkan kemampuan visual Si Kecil, gangguan indra perasa, berkurangnya koordinasi gerakan, sampai penurunan kemampuan berbicara. Padahal ketika Si Kecil berumur 0-2 tahun, itu adalah umur-umur di mana perkembangan otak Si Kecil sedang bagus-bagusnya. Jadi usahakan Mam mengurangi untuk mengomsumsi ikan dengan merkuri tinggi, seperti ikan tuna sirip, ikan toman, hiu ataupun ikan todak.
Hindari Alkohol
Tidak hanya di Indonesia, di Amerika Serikat pun orang yang sedang hamil dilarang mengonsumsi alkohol. Memang di Amerika Serikat peredaran alkohol lebih bebas, tetapi ternyata mereka juga mengerti bahwa mengonsumsi alkohol tidak baik untuk janin. Tidak hanya saat hamil, ternyata alkohol pun tidak bagus ketika Mam sedang menyusui. Banyak yang mengatakan alkohol ini dikonsumsi untuk menghangatkan badan, begitu juga ketika menyusui, ada orang bilang bahwa bayi akan juga turut merasakan kehangatannya.
Pada nyatanta, ketika Mam mengonsumsi alkohol selama menyusui, hal tersebut akan membuat Si Kecil berpotensi untuk kehilangan refleks dan beberapa perkembangan motorik halus. Untuk efek bagi Mam sendiri, di daerah payudara biasanya akan gampang bengkak jika terlalu sering mengomsumsi alkohol.
Kafein
Kafein umumnya terkandung pada kopi dan teh. Banyak orang yang mempunyai solusi ketika bayi menangis tengah malam, ibu akan membuat kopi untuk tetap terjaga agar bisa menyusui Si Kecil. Ternyata ada penelitian menyebutkan bahwa ketika Mam minum kafein terlalu banyak, maka aliran darah akan mengalir lebih deras dari biasanya. Tentu ini akan berdampak kepada bayi yang sedang menyusi. Si Kecil akan merasa gugup dan detak jantungnya tidak beraturan. Biasanya Si Kecil akan merasa nyaman ketika menyusi, kali ini Si Kecil merasa tidak nyaman dan proses untuk menyusui akan terganggu.
Cokelat
Mungkin ini adalah salah satu makanan yang cukup aneh untuk dihindari, karena cokelat adalah salah satu makanan yang paling banyak disukai oleh ibu-ibu. Cokelat ini mempunyai kandungan yang hampir sama dengan kafein, yaitu dapat membuat adrenalin menjadi lebih tinggi. Ketika Mam hanya makan cokelat dengan porsi sedikit tentu tidak ada masalah, tetapi jika Mam menghabiskan cokelat lebih dari 750 gram, itu yang akan menjadi masalah. Bayi Mam akan mengalami sulit tidur karena adrenalinnya juga ikutan tinggi setelah minum ASI. Jadi sebaiknya Mam bisa berhati-hati ketika makan cokelat.
Itulah beberapa makanan yang bisa Mam hindari ketika sedang menyusui. Mulai sekarang, berhati-hatilah dalam memilih makanan ya, Mam. Jangan sampai produksi ASI terganggu dan memengaruhi tumbuh kembang Si Kecil.







