IbudanMama

Mitos Kehamilan yang Sebaiknya Mam Hindari

Mam, masa kehamilan biasanya dipenuhi oleh mitos-mitos orang tua jaman dahulu. “Kalau setiap pagi muntah-muntah atau mengalami morning sick, biasanya jenis kelamin bayinya perempuan. Sedangkan kalau nafsu makan bertambah banyak, maka kemungkinan jenis kelaminnya laki-laki”, begitulah salah satu mitos populer yang berkembang. Namun sebenarnya, jika Anda ingin memastikan jenis kelamin anak Anda, pergilah ke dokter kandungan dan lakukan USG.

 

Begitu banyaknya mitos yang berkembang seringkali membuat Anda keliru dalam bertindak. Oleh sebab itu, berikut beberapa mitos yang Anda harus ketahui kebenarannya:

  1. Wanita hamil harus menghindari olahraga

Kenyataannya, ketika Sang Ibu berolahraga, maka secara otomatis Si Kecil juga mendapatkan manfaat dari olahraga yang dilakukan oleh ibunya. Penelitian membuktikan bahwa bayi yang dikandung oleh perempuan yang aktif memiliki denyut jantung yang lebih rendah dan bervariasi, yang mana menandakan kesehatan kardiovaskular. Selain itu, ibu yang rajin berolahraga cenderung akan melahirkan bayi dengan berat badan ideal, bahkan saat dewasa sangat mungkin untuk memiliki kecerdasan diatas rata-rata.

  1. Wanita hamil dilarang mengonsumsi makanan manis dan seafood

Ibu hamil memang direkomendasikan untuk tidak mengonsumsi makanan manis, kecuali coklat. Studi terbaru menunjukkan bahwa ibu yang mengonsumsi lima atau lebih coklat selama seminggu saat masa semester ketiga kehamilan, akan melahirkan anak dengan resiko tekanan darah tinggi (atau biasa dikenal dengan istilah preeclampsia) 40% lebih rendah dibanding mereka yang tidak. Sedangkan untuk seafood, mereka yang mengonsumsi 12ons seafood selama seminggu saat masa kehamilan akan melahirkan anak dengan IQ verbal yang lebih tinggi, kemampuan komunikasi dan sosial yang lebih baik, dan ketrampilan motorik yang baik.

  1. Obesitas anak dipengaruhi oleh hal-hal setelah mereka lahir, bukan saat dalam kandungan

Berat badan ibu hamil yang melonjak naik secara berlebihan akan berpengaruh pada berat badan anak yang akan dilahirkannya. Mereka empat kali lipat memiliki resiko melahirkan anak-anak yang overweight. Penelitian menunjukkan anak-anak yang lahir dari ibu dengan berat badan normal akan memiliki badan yang memproses lemak dan karbohidrat dengan cara yang sehat, dibanding mereka yang lahir dari ibu yang kelebihan berat badan. Oleh sebab itu, sekalipun secara konsep ibu hamil sama saja seperti memberi makan dua orang, namun bukan berarti Anda diperbolehkan mengonsumsi makanan dengan porsi dua orang dewasa. Menurut American Congress of Obstetricians and Gynecologists (ACOG) yang ditulis dalam situs web WebMD, jika berat badan Sang Ibu sebelum kehamilan adalah normal, berarti Anda hanya membutuhkan ekstra kalori sebanyak 300 per hari atau sama seperti kalori yang terdapat setengah potong sandwich. Ibu hamil idealnya hanya mengalami kenaikan berat badan sebanyak 11 sampai 15 kg selama kehamilan.  

  1. Wanita hamil sebaiknya tidak vaksinasi flu

Menurut Nancy Chescheir, seorang profesor klinis kedokteran ibu/janin di Universitas North Carolina, dalam situs web WebMD menyatakan bahwa kenyataannya justru sebaliknya, vaksinasi flu sangat penting untuk dilakukan. Vaksinasi flu tidak akan membuat Sang Ibu menjadi flu atau menyakiti bayi yang dikandungnya. Vaksinasi flu justru memberikan kekebalan imun bagi Sang Ibu. “Ibu hamil cenderung akan menderita flu dan menjadi sangat sakit dibanding pupulasi pada umumnya,” jelas Chescheir.

 

Mam, daripada Anda langsung mengikuti apa yang dianjurkan oleh orang-orang sekitar, lebih baik untuk berterimakasih akan saran yang diberikan, namun kemudian Anda harus mengecek kebenarannya. Salah salah bukan untung, namun kerugian yang didapat. Be wise ya, Mam!