Kebahagiaan ibu sebentar lagi lengkap dengan kehadiran buah hati. Rasanya sudah tak sabar ingin menimangnya dan mendengar tangisannya. Di minggu-minggu terakhir kehamilan, ibu akan mengalami beberapa hal sebagai tanda persiapan janin sebentar lagi akan terlahir. Nikmatilah dan persiapkan segalanya.
Sudah tak sabar ingin bertemu dengan buah hati ya bu, atau sedang didera rasa cemas bagaimana rasanya melahirkan nanti? Wajar saja, seperti itulah yang biasanya yang dirasakan ibu hamil di minggu-minggu terakhir kehamilannya, apalagi jika ini adalah pengalaman pertama kehamilan. Namun, nikmati saja segala sesuatunya, jangan sampai ibu stres karena terlalu memikirkan proses melahirkannya nanti, apakah sakit atau tidak, apakah si kecil sehat, dan lain-lain. Justru akan lebih baik jika membayangkan yang indah-indah saat bertemu si kecil nanti karena bisa menjauhkan ibu dari stres dan kekhawatiran yang berlebihan. Kalau sudah begitu, tentu ibu akan lebih relaks dan nyaman menjalani minggu-minggu terakhir dengan perut membuncit.
Pada minggu-minggu terakhir kehamilan, biasanya dokter akan meminta ibu untuk lebih rutin memeriksakan kandungan. Dari yang biasanya di trimester I dan trimester II sebulan sekali periksa, di minggu-minggu terakhir kehamilan menjadi dua minggu sekali, bahkan ada yang seminggu sekali. Hal ini dilakukan supaya kondisi si kecil terpantau dengan baik dan jika terjadi hal-hal yang tidak diinginkan dapat segera dilakukan tindakan oleh dokter sebagai solusi terbaik.
Pada minggu-minggu terakhir kehamilan, yakni ketika usia kehamilan ibu sudah lebih dari 36 minggu, beberapa hal di bawah ini akan terjadi.
- ASI rembes
Mungkin ibu terkejut karena ada cairan yang keluar dari payudara ibu. Jangan khawatir, cairan ini adalah ASI yang sudah mulai keluar. Rembesan ASI juga dipengaruhi oleh hormon oksitosin yang juga bertugas merangsang terjadinya kontraksi pada rahim ibu menjelang persalinan. - Janin turun
Janin ibu di usia kehamilan lebih dari 36 minggu ini kepalanya sudah mulai masuk ke panggul. Ketika janin sudah turun, biasanya ibu akan merasakan lega dan tidak sesak karena rongga perut dan paru-paru sekarang punya banyak ruang. - Braxton hiks
Braxton hiks atau kontraksi palsu sering terasa di kehamilan minggu-minggu terakhir ini. Tak jarang, pada kehamilan pertama ibu sering mengiranya sebagai tanda persalinan sehingga langsung cepat-cepat pergi ke rumah sakit. - Sering buang air kecil
Ketika usia kehamilan ibu semakin mendekati waktu persalinan, yakni di minggu-minggu terakhir kehamilan, ibu akan sering buang air kecil. Bahkan, bisa semalam lebih dari 5 kali. Kehamilan yang kian membersar membuat rahim kian menekan kandung kemih sehingga ibu sering ingin buang air kecil.
Ibu hamil di minggu-minggu terakhir kehamilan, sebaiknya juga melakukan beberapa hal seperti beriku ini.
- Mengikuti saran dokter dalam beraktivitas sehari-hari
Ibu perlu mengikuti saran dokter, supaya kehamilan ibu sehat dan persalinan nanti lancar. Di minggu-minggu terakhir ini biasanya disarankan untuk melakukan olahraga ringan, seperti jalan-jalan rutin pagi dan sore, tidak stres, istirahat yang cukup, dan tetap mengikuti kelas senam hamil. - Memperhatikan dan mencatat kontraksi yang tengah terjadi
Ibu harus mulai memperhatikan saat terjadi kontraksi. Siapkan pula catatan untuk mencatat jeda kontraksi. Jika kontraksi terjadi dalam waktu lama, jaraknya dekat, dan teratur, segera ke bidan atau RS terdekat. Kontraksi permulaan dimulai 10 menit sekali, 5 menit, dan jedanya semakin pendek dan sering. - Memperhatikan gerakan janin
Sebaiknya ibu juga memperhatikan gerakan janin. Segara periksa ke dokter apabila gerakan janin lemah dan tak seperti biasanya. Dalam satu jam biasanya akan terjadi kira-kira 5-6 gerakan, baik menendang, cegukan, dan lainnya. - Mencari info sebanyak-banyaknya mengenai tanda-tanda persalinan
Informasi mengenai tanda-tanda persalinan harus diketahui oleh ibu hamil. Hal ini penting, supaya bisa segera ke rumah sakit jika menemukan tanda persalinan dan bisa memahami perbedaan mana tanda persalinan dan mana yang bukan. Ibu bisa mencari informasi di buku atau internet, dan mengikuti berbagai grup kehamilan di berbagai jejaring sosial. - TasĀ yang akan dibawa ke rumah sakit sudah siap
Tas yang berisi barang bawaan ke rumah sakit sudah siap dan tinggal dibawa. Hal ini dilakukan supaya sewaktu-waktu ketika ibu mengalami tanda persalinan bisa cepat-cepat pergi ke rumah sakit dan tak lagi disibukkan dengan berkemas barang bawaan. Masukkan ke dalam tas sejak jauh-jauh hari beberapa setel baju bayi dan pernel, pakaian ibu, kosmetik wajib, alat mandi, dan pembalut maternity. - Sudah menentukan rumah sakit pilihan
Pada minggu-minggu akhir kehamilan, ibu sebaiknya sudah menentukan di mana akan melahirkan. Selain membuat pikiran ibu tenang, saat mau bersalin nanti suami dan keluarga tak kebingungan harus membawa ibu ke mana. Lebih bagus lagi, ibu sudah menanyakan informasi mengenai proses persalinan yang akan dipilih berikut biayanya, normal, waterbirth, caesar, dan lain-lain. Memang, kita bisa saja berharap melahirkan normal, namun Tuhan yang menentukan, tak ada salahnya mencari informasi dan berjaga-jaga mengenai biayanya.
Selamat menjalani minggu-minggu akhir kehamilan yang penuh kejutan dan semoga diberikan kelancaran dalam proses persalinan nanti.