IbudanMama

Membuat Nama untuk Buah Hati

Mungkin saat ini Anda tengah hamil dan dalam hitungan beberapa bulan lagi, si kecil terlahir. Apakah Anda sudah mempersiapkan nama indah untuknya? Nama menjadi bagian penting yang akan melekat pada anak sampai kapan pun.

Sebentar lagi tangis kecil bayi akan meramaikan keluarga Anda. Anda dan suami tentu sudah tidak sabar menantinya. Mungkin Anda pun sudah mempersiapkan segala sesuatunya untuk menyambut si kecil. Yang tak boleh ketinggalan adalah soal nama. Ya, nama menjadi bagian yang penting bagi bayi Anda, karena akan selalu melekat padanya sampai kapan pun seumur hidupnya. Oleh karena itu, Anda harus memilih dan mempersiapkan nama bayi dengan matang dan tak bisa sembarangan.

Tak jarang, banyak orangtua bingung untuk memberikan nama pada calon buah hatinya. Bahkan, ada yang belum punya nama untuk janin yang sebentar lagi terlahir, atau ada pula yang buah hati sudah terlahir dan orangtua belum punya nama sama sekali. Sayang ya, akhirnya apa yang ada di pikiran, kemudian spontan dijadikan nama buah hati. Padahal, memberi nama sebaiknya dirundingkan terlebih dahulu, memiliki makna yang baik, dan tidak sembarangan.

Sebagai orangtuanya, tentu Anda dan suamilah yang ingin memberikan nama untuk buah hati. Sampai-sampai terkadang tak ingin ada campur tangan keluarga lainnya, misalnya orangtua Anda atau mertua.

Saat dinyatakan positif hamil, Anda sebaiknya sudah mencari tahu nama-nama bayi yang Anda inginkan. Saat ini banyak sekali inspirasi nama bayi, di internet ada, di toko buku pun banyak buku-buku yang berisi kumpulan nama bayi. Anda tinggal mencari inspirasi nama di sana, dari nama Jawa, Sansekerta, nama Indonesia, nama Italia, hingga yang berhubungan dengan agama dan kitab suci. Tak hanya kumpulan nama, biasanya juga ada arti di setiap nama. Dari sana Anda bisa mengkreasikannya sendiri, misalnya dengan mengkreasikan nama Islami, Jawa, dan Sansekerta.

Mencari dan memilih nama memang tidak mudah bagi beberapa pasangan. Butuh waktu untuk menimbang-nimbang nama yang paling indah dan pas. Oleh karena itu, tidak ada salahnya memilih dan membuat beberapa nama bayi, kemudian dicatat dalam sebuah kertas, lalu didiskusikan bersama antara Anda dan suami.

Sebelum akhirnya memutuskan nama yang pas di hati untuk diberikan kepada buah hati, Anda dan suami juga harus memperhatikan hal-hal berikut ini.

  1. Perhatikan arti dari nama yang Anda dan suami pilih
    Memberi nama untuk anak sebaiknya ada artinya. Arti yang berupa asosiasi positif menggambarkan harapan orangtua kepada anak melalui nama yang dipilih. Orangtua mana coba yang tega memberikan nama yang memiliki arti jelek? Nama-nama Jawa yang sudah dipilih orangtua zaman dahulu sudah menunjukkan arti nama yang baik, misalnya Selamet (nama laki-laki yang berarti selamat), Rahayu (nama perempuan yang berarti juga selamat). Hal ini maksudnya, orangtua ingin anaknya menjadi anak yang selalu dianugerahi keselamatan. Di masa sekarang, nama-nama Islami misalnya untuk jenis kelamin perempuan, ada Alesha (perlindungan Allah), Abidah (ahli ibadah), Zahra (bercahaya) dan nama laki-laki, misalnya Fariid (unik), Dzakiy (pandai), dan lain-lain.
    Anda juga perlu berhati-hati dalam memaknai arti nama dan kemudian menggunakannya untuk nama buah hati. Seringkali orangtua memilih nama yang memiliki arti keras, pemberani, dan tegas. Harapannya buah hati jadi anak yang memiliki kemauan keras mengejar cita-cita dan juga pemberani, namun ternyata ia malah tumbuh menjadi anak temperamen dari balik arti namanya yang keras dan tegas tersebut.
  2. Pilih nama yang sedang tren
    Seperti juga fashion, nama pun memiliki tren. Anda bisa memilih nama-nama yang sedang tren untuk dirangkai dengan nama lain yang Anda pilih. Kebanyakan nama anak yang terlahir di tahun 80-an akan berbeda dengan anak yang terlahir di tahun 90-an, dan akan berbeda pula dengan tahun 2000-an. Bahkan sering pula terjadi jika tahun lalu nama Alisya banyak dipakai untuk memberi nama, di tahun ini sangat mungkin sudah berubah dan berganti yang lain.
  3. Pilih nama yang berbeda dengan nama anak-anak di sekitar rumah Anda
    Jika nama yang Anda persiapkan untuk calon buah hati ternyata sama dengan nama tetangga (terutama nama depannya/panggilan), sebaiknya dipertimbangkan lagi. Nama yang sama dapat menimbulkan anak bingung saat dipanggil. Bisa jadi, saat anak sudah bisa lancar berbicara ia akan bertanya, kenapa namanya dipakai orang lain yang membuatnya tidak suka.
  4. Jangan terlalu panjang
    Memberikan nama kepada anak tidak perlu terlalu panjang. Nama yang terlalu panjang akan sulit dihafalkan. Selain itu, terkadang akan bermasalah dalam kaitannya dengan pengurusan akta kelahiran dan juga penulisan ijazah saat nanti buah hati sudah mengenyam pendidikan.
  5. Hindari nama unisex
    Ada beberapa nama unisex yang sering dipakai dalam pemberian nama, seperti tri, eka, catur, dan panca. Nama-nama ini bisa membingungkan oranglain. Kerap mereka salah menyebut Mbak Tri, Mbak Eka, padahal orang yang dimaksud ternyata pria. Kecuali nama-nama ini langsung dirangkai dengan nama lain, misalnya Trihandoko, Triatna, Ekawati, dan sebagainya.