Menyiapkan nama untuk buah hati memang membutuhkan diskusi antara pasangan yang tidak serta merta didapat dengan cepat. Nama akan digunakan oleh anak seumur hidupnya. Lewat nama pula, orang akan mengenal dan tahu siapa dirinya.
Kehamilan ibu sudah semakin membesar dan sebentar lagi buah hati terlahir. Selain mempersiapkan aneka kebutuhan bayi, ibu harus memikirkan pula nama anak kelak. Hal ini supaya Anda bisa memilih dan membuat nama yang paling pas untuk si kecil dengan tenggat waktu yang masih lama hingga ia lahir nanti.
Saat ini banyak sekali inspirasi nama anak yang bisa mendukung Anda untuk mencari inspirasi nama bagi si kecil. Bagaimana tidak, kemajuan teknologi internet telah memudahkan segalanya. Butuh inspirasi jenis nama tertentu, tinggal mengetik kata kuncinya dan Anda bisa mendapatkan puluhan atau ratusan inspirasi nama di sana. Namun, banyak pula pasangan yang masih saja bingung membuat nama untuk calon buah hatinya.
Sebenarnya, ada pula pasangan suami istri yang akhirnya merelakan orang lain untuk memberikan nama bagi anaknya. Tentunya, jika orang yang dipercaya untuk membuatkan nama anaknya adalah orang yang tidak sembarangan, terutama bagi setiap pasangan, misalnya orang yang dianggap berpengaruh, orangtua sendiri, dan lain-lain. Di sisi lain, ada pula orangtua yang merasa yakin bahwa menyoal nama untuk buah hatinya tak perlu campur tangan orang lain. Karena ia adalah anak Anda dan suami, lantas Anda dan suamilah yang paling berhak menyematkan nama untuk buah hati.
Saat membuat dan memilih nama untuk buah hati, ada beberapa hal yang sebaiknya dihindari oleh setiap orangtua. Apa saja? Simak di sini ya Bu.
- Hindari nama yang sulit pengucapannya
Memberi nama anak dengan nama yang unik tetapi susah diucapkan sebaiknya dihindari. Mungkin Anda selaku orangtuanya mudah mengucapkannya, namun belum tentu kakek dan neneknya. Kasihan bukan kalau untuk memanggil cucunya saja mereka kesulitan? Belum lagi orang lain yang juga akan kesulitan memanggilnya. Selain itu, nama akan dipakai anak seumur hidup, kalau namanya saja susah diucapkan tentu dalam bergaul pun lawan bicara atau teman-temannya akan kesulitan memanggilnya. - Hindari nama yang sudah sering dipakai
Memilih nama yang sudah sering dipakai untuk diberikan kepada buah hati rasanya terlalu biasa. Selain itu, kalau sudah sering dipakai tentu banyak nama yang sama dan rasanya kurang spesial. Contoh nama-nama yang sudah sering dipakai, seperti Dewi, Dika, Putra, Budi, dan lain-lain. Bisa jadi, saat buah hati nanti sudah bisa diajak jalan-jalan, lalu ada orangtua memanggil anaknya dengan nama yang sama dari nama anak kita, anak kita yang akan menyaut dan menyangka ialah yang dipanggil. Jadi, lebih baik memilih atau membuatkan nama untuknya dengan nama yang belum atau jarang dipakai orang lain. - Hindari nama terlalu panjang atau sebaliknya
Memberi nama yang terlalu panjang juga akan menyulitkan anak, begitu juga saat ia besar nanti. Biasanya anak akan mengalami masalah pada penulisan akta kelahiran hingga ijazah. Sedangkan pemberian nama yang terlalu pendek juga kurang tepat. Paling tidak, beri nama tiga kata untuk anak, misalnya untuk anak perempuan Alesha Dania Putri dan untuk anak laki-laki Rizki Ardianta Putra. Kalau Anda memberi nama anak terlalu pendek, misalnya Putri, Sintia, Rizki saja dan tidak punya nama panjang, tetap terkesan tidak pas. Apalagi pada beberapa pengisian data seringkali ada pertanyaan nama panjang dan nama pendek. Nanti, kalau sudah besar anak bisa bertanya-tanya, “Kok aku tidak punya nama panjang ya Bu?” “Kenapa namaku pendek sekali sih?” dan sebagainya. - Hindari nama yang membingungkan
Beberapa orangtua memberi nama anak laki-lakinya dengan unsur nama perempuan dan sebaliknya. Hal ini tentu akan membingungkan bagi siapa saja yang mendengarnya. Sebagai contoh memberi nama anak perempuan Fitra Ananta Rianto. Nama Fitra sering pula dipakai untuk anak laki-laki, Ananta dan Rianto pun demikian. Orang lain bisa menganggap bahwa pemilik nama tersebut adalah laki-laki. Lain lagi dengan nama Ambar Prisca Cahya untuk anak laki-laki. Orang yang mendengarnya pun bisa salah sangka kalau nama yang dimaksud adalah perempuan, karena Ambar sering digunakan untuk perempuan, begitu pun Prisca. - Hindari memberi nama tanpa tahu maknanya
Saat orangtua memberi dan memilih nama, tentu memiliki alasan tertentu mengapa memberikan nama tersebut untuk buah hatinya. Jika hanya sekadar memilih nama karena alasan unik, padahal makna atau artinya kurang baik sebaiknya dihindari. Anda bisa mencari arti nama di internet atau bertanya pada orang yang berkompeten. Karena setiap orangtua menginginkan anaknya tumbuh menjadi individu yang baik yang seringkali terkandung dalam makna namanya, misalnya nama Islami untuk anak perempuan Durriya Naila Taila yang berarti gadis yang suka memberi bagaikan cahaya mutiara.