Berpuasa di bulan Ramadan adalah kewajiban umat muslim di seluruh dunia. Namun, agama Islam memberikan keringanan pada ibu hamil untuk tidak berpuasa apabila membahayakan keselamatan diri dan bayinya. Sebagai gantinya, seorang ibu hamil diwajibkan berpuasa di bulan lain atau membayar fidyah, yaitu memberi makan fakir miskin sebanyak hari yang ditinggalkannya.
Hal itu berlaku sama pada sisi medis. Ibu hamil boleh berpuasa, karena pada dasarnya kebutuhan asupan ibu hamil adalah 2.200 – 2.300 kalori per hari. Selama kebutuhan kalori tersebut dapat dipenuhi, maka tidak ada masalah bagi kesehatan keduanya. Akan tetapi, sangat dianjurkan bagi ibu hamil untuk terlebih dahulu dengan dokter untuk memastikan kondisi kesehatannya. Umumnya, kondisi ibu hamil paling fit untuk berpuasa yaitu ketika masa kehamilannya memasuki usia kandungan 4 – 7 bulan sebab tubuh ibu hamil sudah dapat beradaptasi dengan perubahan hormonal yang terjadi.
Berikut ini merupakan beberapa hal yang harus diperhatikan jika ibu hamil memutuskan untuk berpuasa selama bulan Ramadan.
Manfaat Berpuasa Bagi Ibu Hamil
Banyak penelitian dilakukan untuk mengetahui manfaat berpuasa di bulan Ramadan, termasuk bagi ibu hamil. Salah satunya adalah puasa dapat mencegah penyakit yang timbul akibat pola makan yang berlebihan, sebab makanan yang berlebihan gizi dapat mengakibatkan kegemukan dan penyakit degeneratif pada ibu dan bayinya. Selain itu, puasa juga memberikan waktu istirahat pada organ pencernaan yang dapat membantu menjaga fungsi organ pencernaan tersebut. Pada saat berpuasa, terjadi proses detoksifikasi atau membersihkan tubuh dari racun dan kotoran yang dapat membatasi asupan kalori yang masuk ke dalam tubuh sehingga tubuh dapat menhasilkan enzim antioksidan yang dapat membersihkan zat-zat bersifat racun dalam tubuh.
Memilih Makanan yang Tepat untuk Dikonsumsi
Ibu hamil yang memutuskan untuk berpuasa selama satu bulan penuh diwajibkan untuk memilih makanan yang tepat konsumsi. Misalnya dengan mengonsumsi makanan yang mengandung karbohidrat kompleks, seperti gandum, beras merah, dan cokelat. makanan-makanan tersebut dapat menghindarkan ibu hamil dari risiko sembelit. Sangat dianjurkan pula agar ibu hamil yang berpuasa mengonsumsi makanan yang tinggi serat seperti kacang-kacangan, sayuran dan buah-buahan untuk membantu tubuh tetap berenergi sepanjang berpuasa.
Pastikan bahwa ibu hamil memperoleh asupan protein yang cukup. Protein dapat diperoleh dengan cara mengonsumsi daging, ikan, dan telur yang dimasak matang saat sahur maupun berbuka. Nutrisi yang ada pada jenis makanan tersebut membantu bayi tumbuh dengan baik meskipun ibu hamil sedang berpuasa.
Memperbanyak Konsumsi Air
Untuk mencegah timbulnya dehidrasi, ibu hamil disarankan untuk banyak mengonsumsi air kurang lebih sebanyan 1,5 hingga 2 Liter antara waktu berbuka hingga sahur. Ibu hamil juga dapat memperoleh cukup cairan dengan mengonsumsi sayuran dan buah yang kaya air, seperti jeruk, semangka, dan sayur-sayur hijau. Sebaiknya menghindari minuman berkafein yaitu tehdan kopi, sebab kafein memicu buang air kecil sehingga tubuh lebih banyak kehilangan air. Untuk mendapatkan minuman segar dan manis alami tanpa gula, ibu hamil bisa mengonsumsi air kelapa saat berbuka.
Batalkan Puasa Jika Kondisi Tidak Memungkinkan
Ibu hamil boleh berpuasa Ramadan meski hukumnya tidaklah wajib. Puasa dapat dijalankan jika kondisi ibu hamil memang memungkinkan untuk berpuasa. Namun, apabila terjadi muntah lebih dari tiga kali dan mengalami diare yang diikuti rasa mulas dan melilit maka ibu hamil disarankan untuk membatalkan puasanya. Hal tersebut juga berlaku bagi ibu hamil yang mengalami lemas, pusing diikuti dengan mata yang berkunang-kunang pertanda hipoglikemia dikhawatirkan bayi di dalam kandungan justru kekurangan gizi. Selain itu, jika ibu hamil mengalami mimisan karena pembuluh darah pecah puasa pun harus segera dibatalkan.
Nah, Mam, tidak perlu lagi untuk berpuasa atau tidak di bulan Ramadan ini. Semua kembali pada kondisi tubuh dan juga kehamilan Mam. Puasa yang dijalankan harus disertai niat bulat dan hati yang gembira, sehingga ibu hamil tidak mudah mengalami stress yang membuat kondisi tubuhnya akan menurun. Minumlah segelas susu ketika sahur untuk mengurangi ancaman anemia disaat menjalankan puasa. Semoga informasi tadi membantu ya, Mam!







