Sebenarnya, apa fungsi ketuban? Bagaimana jika air ketuban ini pecah terlalu cepat? Apakah akan berbahaya bagi Mam dan janin? Itulah beberapa pertanyaan yang sering muncul dari ibu-ibu yang khawatir setelah banyak mendengar berbagai kasus terkait pecahnya air ketuban.
Air ketuban berfungsi sebagai cairan untuk melindungi janin ketika di dalam rahim. Ketika janin masih berusia satu bulan, air ketuban akan melindungi janin dari serangan bakteri yang ada di dalam tubuh sang ibu. Karena ketika usia janin masih sangat dini, biasanya janin sangat rentang terkena infeksi, virus, atau bakteri dari luar. Selain itu, air ketuban bisa menjadi bantalan janin dan juga menjaga agar suhu tubuh janin tetap hangat.
Sudah bisa dibayangkan betapa pentingnya air ketuban terhadap kehamilan Mam, bukan? Karenanya, penting bagi Mam untuk mencegah ketuban agar tidak pecah terlalu dini. Bagaimana caranya, ya?
Ketahui Dulu Kenapa Air Ketuban Pecah
Sebelum mengetahui apa saja tips mencegah air ketuban pecah terlalu dini, Mam harus mengetahui alasan air ketuban pecah. Alasan pertama air ketuban pecah adalah karena infeksi saluran kemih, yang umumnya disebabkan oleh virus dari luar. Alasan kedua adalah Mam trauma karena benturan, misalnya jatuh, terbentur, sampai terhimpit. Alasan terakhir air ketuban pecah adalah karena volume air ketuban ini terlalu banyak, jadi sedikit demi sedikit air ketuban pun keluar.
Tips Mencegah Ketuban Pecah Terlalu Dini
- Ubah gaya hidup dan pola makan Mam. Hindari merokok dan minum minuman keras. Gaya hidup yang tidak baik tidak hanya membayahakan diri sendiri, tetapi juga kesehatan janin. Jika berada di luar ruangan, Mam harus menghindari kontak langsung dengan para perokok karena salah satu penyebab ketuban pecah adalah asap rokok/kebiasaan merokok.
- Selalu konsultasikan kepada dokter kandungan Mam. Jika ada Posyandu di sekitar rumah, Mam bisa mengikutinya dengan teratur. Ini sangat penting karena perkembangan kondisi Mam dan janin akan dicatat. Jika ada yang tidak beres, maka Mam bisa segera ditangani.
- Terakhir adalah berkonsultasi ke dokter jika Mam merasa ada yang tidak beres dengan kandungan Mam. Jika memang air ketuban Mam pecah sebelum waktunya, kekhawatiran dan dampaknya pun bisa diminimalisir karena Mam sudah proaktif berkonsultasi ke dokter.
Lalu Bagaimana Jika Air Ketuban Teranjur Pecah?
Biasanya, ketika air ketuban pecah sebelum waktunya, dokter akan mengecek apakah usia kehamilan sudah pas untuk dilakukan persalinan. Jika belum waktunya, dokter akan mengambil tindakan untuk mencegah air ketuban pecah, mulai dari memberi obat sampai menyuruh Mam istirahat total. Setelah air ketuban berhenti, dokter akan melihat apakah ada infeksi yang berakibat fatal nantinya. Jika tidak ada infeksi, maka Mam bisa bernapas lega karena kondisi kehamilan tidak masalah. Tetapi jika ada infeksi, maka dokter akan segera mengambil tindakan apakah segera dilakukan operasi persalinan atau tidak.
Itulah beberapa tips yang bisa Mam lakukan untuk pencegahan air ketuban yang pecah. Bagi Mam yang sedang hamil, tingkatkan kesehatan dan kewaspadaan, ya. Jangan sampai ada asupan makanan, kebiasaan, atau aktivitas tertentu yang bisa merangsang ketuban pecah terlalu dini.