Conny Manurung
May 21st, 2013
Manfaat ASI Eksklusif bagi bayi sudah terbukti oleh berbagai penelitian. Karenanya, Ibu Dan Mama mari menjadi PEJUANG ASI bagi bayi kita!
Secara ilmiah, komposisi ASI mengalami perubahan dari hari ke hari. Pada hari pertama setelah kelahiran bayi, ASI mengandung kolostrum (cairan bening berwarna kekuningan) yang terbukti memiliki kadar protein lebih tinggi dengan kadar lemak dan laktosa (gula susu) lebih rendah dibandingkan ASI mature yang keluar pada hari ke-10 setelah melahirkan. Kandungan kolostrum ini bermanfaat untuk membantu sistem pencernaan bayi baru lahir yang pada umumnya belum berfungsi secara optimal.
Selain itu, komposisi ASI pada saat mulai menyusui (foremilk) berbeda dengan komposisi pada akhir menyusui (hindmilk). Kandungan protein foremilk (berwarna bening dan encer) biasanya lebih tinggi, tetapi kandungan lemaknya lebih rendah bila dibandingkan dengan hindmilk (berwarna putih dan kental). Oleh karena itu disarankan bagi para ibu dan mama untuk tidak terlalu cepat memindahkan posisi bayi yang sedang menyusui, bila ASI pada payudara yang sedang diisapnya belum habis.
WHO menyarankan pemberian ASI Eksklusif selama 6 bulan pertama. Mengapa? Karena bayi ASI terbukti tidak rentan terhadap infeksi dada, telinga, lambung, serta kandung kemih dan memiliki jantung yang lebih sehat dengan perkembangan otak yang lebih baik. Bayi yang diberi ASI juga berisiko lebih kecil terkena alergi serta terlindung dari diabetes dan memiliki perkembangan tulang yang lebih baik.
Menurut penelitian, bayi yang diberi ASI biasanya memiliki tingkat inteligensia yang lebih tinggi, lebih lincah, dan mudah bersosialisasi saat dewasa. Dan manfaat ASI dapat juga memberikan dampak positif bagi negara, misalnya
di Amerika terjadi penghematan sebesar USD 3.6 Triliun setiap tahunnya
dari pengurangan biaya perawatan tiga penyakit anak jika 50% ibu menyusui bayinya selama 6 bulan pertama.
Jadi, sebenarnya apa yang dimiliki oleh ASI?
- Immunoglobulin: Zat kekebalan tubuh ini banyak ditemukan pada ASI. Konsentrasinya yang tertinggi ditemukan di kolostrum (susu jolong yang keluar pada 3-5 hari pertama kehidupan bayi). Immunoglobulin yang melindungi bayi dari infeksi telinga, hidung, dan tenggorokan itu masih dapat ditemukan di ASI sampai usia dua tahun.
- Laktoferin: Merupakan pengikat zat besi, sehingga kuman tidak mendapatkan zat besi yang diperlukannya untuk hidup dan membelah diri. Zat ini juga paling banyak terdapat di kolostrum, namun akan tetap ada sepanjang tahun pertama usia bayi.
- Lysozyme: Merupakan zat penting untuk proses pencernaan, berfungsi sebagai benteng dari “bakteri jahat” yang ada di usus halus. ASI mengandung Lysozyme 30 kali lebih tinggi dibandingkan susu formula apapun.
- Bakteri baik: ASI mendorong pertumbuhan bakteri baik, yaitu laktobasilus, yang dapat menekan penyakit yang disebabkan bakteri jahat (seperti E.coli) serta parasit. Pada bayi ASI, jumlah laktobasilus di dalam ususnya 10 kali lebih banyak dibandingkan dengan bayi susu formula.
- Rendah faktor alergi: Penelitian membuktikan, penyebab alergi yang ada di susu formula yang berasal dari sapi maupun kedelai, lebih lama menetap di dalam usus bayi (sekitar 60 menit) dibandingkan dengan ASI. Jadi, kemungkinan munculnya alergi pada anak ASI juga lebih rendah.
Kelebihan lain dari ASI adalah tersedia secara alamiah, para ibu dan mama hanya perlu mengonsumsi gizi yang seimbang dan cukup, tidak perlu khawatir kekurangan. Minum ASI juga dapat menghemat pengeluaran tambahan tiap bulan untuk membeli susu, apalagi harga susu formula sekarang mahalnya luar biasa.
Lagipula bayi yang minum ASI daya tahan tubuhnya lebih kuat dan jarang menimbulkan efek alergi pada tubuh, sehingga bayi tidak mudah sakit dan mengurangi pengeluaran biaya pengobatan.
Related