Mona Ratuliu: “Dukungan Lingkungan Sangat Penting Saat Pemberian ASI Eksklusif.”

Ibudanmama.com sempat bertemu dengan artis cantik, Mona Ratuliu dalam satu acara kesehatan. Simak penuturannya mengenai pentingny a ASI Ekslusif.

Ibudanmama(IDM): “Berapa jumlah buah hati, Mama Mona?”
Mona Ratuliu (MR): “3 orang, Devina, Raka, Shasabila.”

IDM: “Apakah ketiga putra-putrinya mendapatkan ASI Eksklusif?”
MR: “Kalau Devina hanya 4 bulan dikarenakan pengetahuan yang kurang dan informasi sangat sedikit. Waktu itu saya kira ASI Eksklusif hanya 4 bulan saja. Nah…waktu Raka, saya bermasalah dengan puting yang robek, akhirnya saya browsing di internet. cari-cari informasi dan akhirnya menemukan komunitas Yayasan Orangtua Peduli (YOP). Lewat seminar-seminar yang saya hadiri membuat saya lebih banyak ilmu dalam pengasuhan anak serta manfaat dari ASI Eksklusif dan juga informasi tentang MPASI. Waktu Raka, saya agak sedikit repot mencari informasi, karena saat melahirkan Raka saya baru mulai ikut seminar tentang ASI, MPASI, dan yang lainnya. Bersyukur kehamilan ketiga saya lebih punya waktu yang fleksibel untuk banyak belajar lagi tentang hal-hal tersebut. Walaupun saya sudah pernah ikut kelas tersebut, tetapi saya merasa perlu belajar terus.”

IDM: “Apa tantangan terberat dalam memberikan Asi Eksklusif?”
MR: “Kalau saya sendiri tidak begitu banyak mendapat tantangan. Tidak seperti banyak perempuan lain yang mendapatkan tantangan banyak dari lingkungannya, seperti tidak ada dukungan dari suami, orangtua, atau mertua. Informasi yang banyak berbau mitos juga sangat memengaruhi perempuan Indonesia, contohnya: ASI saja tidak cukup untuk bayi. Saya sangat bersyukur karena lingkungan saya sangat mendukung, terutama suami,orangtua, dan mertua.”

IDM: “Sudah banyak informasi yang didapatkan Mama Mona dari seminar,kelas ASI, dan komunitas. apakah Mama Mona juga membagikan informasi hal tersebut kepada teman-teman lainnya?”
MR: “Saya membagikan ilmu tersebut di social media dan saya juga memiliki situs pribadi yang di dalamnya berisi artikel tumbuh kembang anak. Dan saya juga menjadi anggota komunitas pendukung ASI dan Yayasan Orang Tua Peduli.”

Sebelum menjadi Feature writer, saya bekerja di World Vision Indonesia dan ditempatkan di Nusa Tenggara Timur. Saya menikmati bekerja bersama dengan masyarakat terutama yang fokus di bidang kesehatan Ibu dan anak. Saya juga menyukai traveling ke daerah pendalaman. Passion saya ingin membantu mewujudkan perempuan Indonesia yang sehat dan cerdas.

Related Posts

Comments :