IbudanMama

Pentingnya IMD Pada Bayi Baru Lahir

IMD yang merupakan singkatan dari Inisiasi Menyusui Dini menjadi bagian yang sangat penting bagi kehidupan seorang bayi yang baru saja dilahirkan. Melalui IMD, Ibu akan melihat peristiwa menakjubkan setelah si Kecil lahir ke dunia dan untuk pertama kalinya melakukan kontak dengannya.

IMD (Inisiasi Menyusui Dini) mungkin tidak lagi asing bagi Anda yang tengah menyiapkan kelahiran atau usai melahirkan. Proses ini memang menjadi momentum menakjubkan antara Anda dan si Kecil.

Inisiasi Menyusui Dini atau yang akrab disingkat dengan IMD merupakan sebuah proses bayi menyusu dengan segera setelah dilahirkan. Dalam proses ini, bayi dibiarkan mencari puting susu ibunya sendiri dan tidak diberi atau disodori puting susu. IMD ini sangat berperan dalam keberlangsungan pemberian ASI eksklusif kepada bayi selanjutnya. Bahkan sampai si Kecil berusia 2 tahun dan menghindarkannya dari kekurangan gizi.

Proses pelaksanaan Inisiasi Menyusui Dini, yaitu segera setelah bayi lahir ke dunia diletakkan di dada ibunya dan dibiarkan kulitnya kontak langsung dengan kulit ibunya. Kontak kulit bayi dengan ibunya pada saat IMD ini sangat penting karena dapat menghangatkan tubuh bayi dan menghindarkannya dari kematian karena penurunan suhu tubuh atau hipotermia. Berdasarkan sebuah penelitian, didapati bahwa risiko kematian bayi turun hingga 22% pada bayi yang mendapatkan Inisiasi Menyusui Dini.

Memang, dalam proses IMD ini, bayi membutuhkan waktu sekitar 30 menit hingga 1 jam untuk siap menyusu. Anda tentu akan merasakan kebahagiaan luar biasa ketika si Kecil akhirnya berhasil menemukan puting dan mulai mengisapnya.

Ada beberapa tahapan yang perlu Anda ketahui mengenai IMD (Inisiasai Menyusui dini). Tahapan-tahapan tersebut adalah sebagai berikut.

  1. Setelah bayi lahir dan dipotong tali pusarnya, kemudian dibersihkan tanpa menghilangkan kulit putihnya yang menempel di tangannya.
  2. Selanjutnya, bayi ditengkurapkan di dada atau di perut Ibu dengan menempelkan kulitnya pada kulit Ibu.
  3. Bayi kemudian dibiarkan mencari sendiri puting susu ibunya tanpa disodori. Bau cairan ketuban yang ada di tangannya yang sama dengan bau cairan yang dikeluarkan payudara akan membimbing bayi menemukan puting payudara ibunya. Pada tahap ini, bayi akan mengecap bibir dan menjilati permukaan kulit ibunya sebelum menemukan aerola (puting payudara). Di sana bayi akan mendapatkan bakteri baik yang penting bagi kekebalan tubuhnya.
  4. Setelah mendapatkan puting susu, bayi akan membuka mulutnya lebar-lebar, lalu melekatkannya dengan baik untuk menyusu.

Posisi bayi yang tidak tepat saat menyusu akan membuat proses mengisap tidak berjalan dengan lancar. Hal ini bisa berujung pada payudara yang lecet.

 

 

Baca juga: