Kehamilan sungsang mungkin menjadi salah satu momok yang paling ditakuti oleh kebanyakan ibu hamil, khususnya kehamilan tua. Pasalnya, posisi kehamilan sungsang akan berdampak pada proses persalinan yang efektif dan sempurna. Hal ini berkaitan dengan posisi bayi yang tidak normal di mana pantat bayi berada di mulut rahim.
Sebenarnya, selama proses persalinan dilakukan oleh tenaga medis yang berpengalaman, hal ini tidak akan menjadi masalah. Bayi dapat keluar dengan baik dan selamat bila dikondisikan. Namun, bagaimana juga akan sangat menguntungkan apabila Mam mengetahui ciri-ciri hamil sungsang agar dapat bersiap sebelum persalinan.
Sebelum mengetahui bagaimana ciri-ciri hamil sungsang, ada baiknya Mam mengetahui pengertian persalinan sungsang terlebih dahulu agar tidak asal melakukan diagnosa serta solusi sendiri yang berpotensi besar membahayakan sang bayi.
Pengertian Persalinan Sungsang
Persalinan sungsang merupakan proses pengeluaran janin yang memiliki posisi membujur dalam rahim di mana posisi pantat atau kaki bayi dekat dengan mulut rahim dan kemungkinan lahir terlebih dahulu daripada bagian tubuh lain. Posisi sungsang sebenarnya hanya dapat terjadi dengan presentase 3-4% dari semua persalinan yang terjadi. Biasanya, persalinan sungsang terjadi sebanyak 25% dari persalinan dengan usia kehamilan di bawah 28 minggu dan 7% pada persalinan dengan usia 32 minggu.
Posisi sungsang biasanya tergantung pada proses adaptasi janin di dalam rahim. Di usia 32 minggu, air ketuban biasanya cenderung lebih banyak. Hal ini memungkinkan janin untuk bergerak dengan leluasa. Pada kehamilan triwulan, janin akan tumbuh dengan pesat seiring berkurangnya air ketuban dalam kantung kehamilan. Hal ini akan membatasi ruang gerak sang janin. Hal ini akan mengakibatkan potensi posisi sungsang pada bayi, khususnya pada ibu hamil yang malas bergerak.
Pada dasarnya, terdapat tiga jenis hamil sungsang yang perlu Mam ketahui, antara lain:
- Frank Breech: Posisi sungsang dimana pantat bayi yang akan keluar terlebih dahulu dengan kaki terangkat sejajar dengan tubuh. Potensi terjadinya, dari seluruh kehamilan sungsang, mencapai 50-70%. Penyebabnya adalah ekstensi pada sendi lutut sehingga kedua kaki terangkat setinggi kepala atau bahu janin.
- Complete Breech: Potensi terjadinya mencapai 5-10% pada seluruh kehamilan sungsang. Posisi kedua kaki bayi berada di bawah dan tertekuk. Selama tidak terlilit tali pusar, biasanya posisi ini lebih mudah ketika proses persalinan.
- Incomplete (footling) Breech: Potensi terjadi mencapai 10-30%. Kesungsangan ini ditandai dengan salah satu kaki bayi terangkat sejajar dengan bayi sedangkan satunya tetap berada di bagian depan pantat.
Ciri-Ciri Hamil Sungsang
Untuk mendeteksi apakah Mam mengalami kesungsangan pada kehamilan dapat dengan melihat ciri-ciri hamil sungsang. Berikut ini adalah beberapa ciri-ciri hamil sungsang yang mungkin terjadi ibu hamil.
1. Posisi Detak Jantung Sedikit Naik
Ketika hamil sungsang, posisi kepala bayi terletak di atas, menjauhi mulut rahim. Hal ini menyebabkan posisi detak jantung yang sedikit naik ke bagian atas perut. Normalnya, posisi detak jantung bayi berada di rahim bagian bawah.
2. Gerakan janin sangat intens
Di usia kehamilan muda, janin dalam rahim masih belum banyak bergerak. Ketika masuk di usia kehamilan 32-36 minggu, janin akan bergerak lebih aktif. Hal ini akan mengakibatkan kesungsangan. Perhatikan saja gerakan pada bayi. Bila terlalu sering bergerak, biasanya posisi bayi akan berputar bebas sehingga kesungsangan terjadi.
3. Posisi tendangan
Bayi sungsang memiliki posisi kepala di atas dengan kaki mendekati mulut rahim. Perhatikan posisi tendangan janin. Bila tendangannya lebih sering terjadi di bagian bawah perut, bisa saja janin mengalami posisi sungsang.
Itulah beberapa ciri-ciri hamil sungsang yang dapat Mam rasakan sendiri tanpa bantuan USG. Bila salah satu atau bahkan semua ciri-ciri hamil sungsang di atas muncul pada kehamilan Mam, ada baiknya apabila Mam memeriksakannya ke dokter kandungan untuk memastikannya. Ketika sudah pasti terjadi kesungsangan, jangan panik. Dokter kandungan Mam pasti mengerti bagaimana cara mengatasinya. Selain itu, perbanyak bergerak untuk mendukung kembalinya posisi bayi seperti semula. Dengan demikian, kesungsangan dapat diatasi dengan baik.