5 Makanan Pemicu Alergi Pada Anak

makanan pemicu alergi

Anak tiba-tiba menunjukkan tanda-tanda alergi yang membuat orangtua khawatir. Gejala yang dialaminya seperti gatal, asma, diare dan sebagainya. Gejala alergi yang dialami anak ini bisa disebabkan oleh makanan yang dikonsumsinya.

Terkadang orangtua tidak menyadari bahwa anaknya mengalami alergi terhadap makanan yang dikonsumsinya. Ia merasakan gatal, muntah, atau diare. Saat anak mengeluh gatal-gatal, orangtua terkadang menganggapnya hanya sakit gatal biasa. Setelah diselidiki, si anak gatal-gatal setiap mengonsumsi makanan tertentu.

Alergi yang dapat muncul pada setiap anak terhadap makanan yang dikonsumsi memang tidak selalu sama. Tingkat keparahannya pun juga bervariasi. Ada anak yang alergi terhadap makanan laut dan akan muntah beberapa saat setelah mengonsumsi jenis makanan laut tersebut. Namun, gejala yang berbeda bisa pula muncul pada anak lain yang juga memiliki alergi makanan laut, seperti gatal di lidah atau gatal di seluruh tubuhnya.

Alergi yang terjadi pada anak ini tentu saja membuatnya tidak nyaman. Menurut dokter anak, seperti yang dilansir republika co.id, yakni DR Dr Zakiudin Munasir SpA(K), mengatakan bahwa gejala alergi yang dialami oleh anak dapat menyebabkan gangguan pada hidung, tenggorokan, telinga, mata, saluran pernapasan, pencernaan hingga kulit ini dapat mempengaruhi kesehatan dan kenyamanan anak dalam beraktivitas sehari-hari. Kasihan si kecil kalau hal ini sampai terjadi padanya. Ia tak bisa bermain seperti biasanya, rewel, dan tidur pun tentu tak akan pulas.

Kasus anak alergi terhadap makanan tertetu juga menjadi perhatian di negara lain. Di Amerika, dari 12 anak, 1 di antaranya menderita alergi makanan. Dari kasus ini pula, 150 balita bahkan meninggal dunia setiap tahunnya. Bahkan, kasus alergi makanan yang terjadi pada anak-anak di seluruh dunia meningkat 2 kali lipat dalam sepuluh tahun terakhir. Tentunya hal ini harus diantisipasi supaya kasus anak meninggal karena alergi tidak terus mengalami peningkatan.

Saat anak alergi terhadap jenis makanan tertentu, sebaiknya orangtua menghindarkannya dari makanan pemicu alergi ini. Tapi bagaimana jika terkadang orangtua masih bingung dalam mengenali tanda-tanda alergi yang dialami anak? Dalam sebuah situs di sheknows.com, disebutkan bahwa tanda-tanda alergi pada anak, yakni bersin-bersin, sulit bernapas, bengkak, tenggorokan radang, batuk-batuk, pusing, wajah pucat, muntah-muntah, hingga diare. Oleh karena itu, jika tiba-tiba tanda-tanda tersebut muncul pada anak Anda, maka patut dicurigai dan diselidiki makanan pemicunya. Sehingga orangtua dapat segera menghindarkannya dari si kecil.

Beberapa makanan memang jamak menimbulkan alergi pada anak-anak. Namun, tidak semua makanan menimbulkan alergi. Makanan-makanan pemicu alergi yang biasaya terjadi pada anak adalah sebagai berikut.

  1. Susu sapi
    Alergi susu sapi kerap dialami anak-anak, terutama bayi. Bagi si bayi, susu sapi merupakan protein yang asing baginya, setelah usianya semakin bertambah risiko alergi mulai berkurang. Sementara itu, mayoritas anak-anak akan sembuh dari alergi susu sapi saat usianya sudah 4 tahunan. Tak ayal, ibu sering dibuat pusing ketika anak mengalami alergi setelah minum susu sapi, mulai dari muntah hingga diare.
  2. Telur ayam
    Telur juga merupakan makanan yang biasanya menjadi penyebab alergi pada anak-anak, bahkan sering pula berlanjut hingga dewasa. Jika anak memiliki alergi terhadap telur, sebaiknya ibu berhati-hati saat diberi vaksin flu. Karena vaksin flu ternyata mengandung protein telur yang dapat menyulut alergi pada anak yang memiliki riwayat alergi telur.
  3. Kacang-kacangan
    Protein kacang ternyata juga jamak membuat anak-anak terserang alergi. Kacang-kacangan seperti kacang tanah, kacang mede, dan almond kerap membuat anak-anak menderita gatal-gatal di tenggorokannya. Namun, ada pula kacang-kacangan yang sifat alergenitasnya cukup rendah, yakni kacang kedelai. Bahkan, kacang kedelai sering dijadikan bahan susu, yakni susu kedelai dan bisa dikonsumsi anak alergi susu sapi. Ibu harus hati-hati saat memberikan camilan untuk anak-anaknya, karena banyak makanan berbahan kacang pada produk-produk camilan yang dijual di pasaran.
  4. Ikan laut
    Ikan laut kerap menjadi penyebab munculnya alergi pada anak-anak, bahkan hingga ia besar. Bentuk alergi yang sering dialami anak dengan makan ikan laut ini adalah serangan asma. Ada pula anak-anak yang juga alergi terhadap jenis makanan laut lainnya, seperti udang, kerang, dan lain-lain. Namun, tidak selamanya alergi yang dialami mereka adalah asma karena konsumsi makanan laut ini. Jika anak memang memiliki alergi terhadap ikan laut atau jenis makanan laut lainnya, sementara keluarga yang lain tidak alergi, sebaiknya ibu berhati-hati dalam memasak masakan tersebut untuk keluarga. Jangan sampai anak yang alergi ikut menyantapnya.
  5. Sayur dan buah-buahan
    Ternyata ada pula anak yang alergi terhadap sayuran atau buah tertentu. Reaksi alergi terhadap sayuran dan buah ini, biasanya anak akan mengalami gatal-gatal di mulutnya. Untuk menghindari alergi terhadap buah dan sayuran ini, bisa dengan memasaknya atau membekukannya.

Kasihan ya Bu kalau si kecil alergi makanan. Saat si kecil menunjukkan tanda-tanda alergi, ibu tak boleh panik. Selidiki makanan apa yang membuatnya alergi, sehingga bisa menghindarkannya terlebih dulu.

Dewi Novianingsih, adalah seorang ibu yang gemar menulis. Ia pun tertarik pada dunia wanita dan parenting. Mama baru yang memilih menulis di sela-sela kesibukannya mengasuh buah hatinya ini pernah menjadi editor di beberapa penerbit dan agensi naskah selama 5 tahun. Kini, ia ingin berbagi bersama para ibu dengan tulisannya.

Related Posts

Comments :