Susu merupakan minuman yang kaya akan nutrisi untuk tumbuh kembang anak. Namun, ternyata banyak anak yang mengalami alergi setelah minum susu sapi. Berbagai gejala alergi bisa muncul setelah mengkonsumsi susu sapi ini, antara lain muntah, kulit memerah, hingga diare.
Pernahkah Anda mendengar anak mengalami alergi terhadap produk susu sapi? Atau bisa juga anak Anda sendiri yang mengalaminya. Ya, alergi terhadap susu sapi seringkali melanda anak-anak di usianya yang masih bayi, bahkan hingga usianya 3 tahun. Hal ini terjadi karena tubuh bayi masih rentan terhadap benda asing, dalam kasus ini adalah susu sapi yang masuk ke dalam tubuhnya. Alergi ini terjadi karena pertahanan tubuh anak memberikan reaksi yang berlebihan sehingga berujung pada alergi. Sebuah studi yang dilakukan di Eropa, didapati bahwa sekitar 2,5% anak mengalami alergi terhadap susu sapi pada tahun pertama kehidupannya. Hal ini tentu membuat orangtua harus waspada karena sangat mungkin terjadi pada buah hatinya.
Tidak sedikit orangtua yang bingung ketika anaknya menunjukkan reaksi alergi ketika diberikan susu sapi. Biasanya alergi terhadap susu sapi diketahui setelah pemberian asi sudah mulai dikurangi dan akan digantikan dengan susu sapi. Tak jarang setelah konsumsi susu sapi, anak rewel karena alergi yang dialaminya, seperti muntah-muntah, diare, dan kulitnya memerah. Dalam sebuah situs di www.daily.bhaskar.com Dr. Dinesh Banur menyebutkan bahwa penyebab alergi terhadap susu sapi karena di dalam susu sapi terdapat protein. Protein yang terkandung di dalam susu sapi ini mengandung suatu bahan kimia yang memicu reaksi alergi pada anak sehingga muncul adanya alergi.
Protein yang terkandung di dalam susu sapi ini disebut protein cashei atau whey sebagai pemicu alergi susu sapi. Pada anak yang mengalami hipersensitif terhadap susu sapi, protein ini akan menimbulkan suatu zat antibodi, yang dikenal dengan nama immunoglobulin E (IgE). Nah, IgE ini kemudian melepaskan histamine yang menjadi penyebab munculnya reaksi alergi dalam tubuh.
Berbagai gejala alergi bisa muncul setelah anak mengkonsumsi susu sapi. Bahkan, pada bayi yang alergi susu sapi dan hanya mendapatkan asupan nutrisi dari asi, akan muncul reaksi alergi jika ibunya minum susu sapi atau makan produk olahan susu sapi. Seperti yang dilansir dalam www.healthychildren.org, gejala yang akan muncul dari alergi susu sapi, yakni susah bernapas, bintik-bintik merah pada kulit, eksema, dan sakit perut. Pada alergi susu yang dialami bayi, biasanya juga ditunjukkan dengan diare, muntah, dan ada juga yang fecesnya disertai bercak darah. Kasihan buah hati jika sampai mengalaminya, ya Bu?
Memang, susu sangat penting untuk melengkapi kebutuhan nutrisi buah hati. Susu sapi mengandung kalsium yang sangat baik untuk pertumbuhan tulang dan gigi dan juga untuk kesehatan. Namun, jika anak alergi terhadap susu sapi bukan berarti harus dipaksakan untuk mengkonsumsinya. Anda bisa menggantikannya dengan nutrisi pengganti lainnya yang tidak menimbulkan alergi baginya.
Ketika buah hati ternyata memiliki alergi susu sapi, Anda tak perlu khawatir berlebihan. Alergi susu sapi ini lambat laun bisa menurun dan menghilang kok. Seiring bertambahnya usia anak, sistem imunnya pun akan berkembang dan bisa jauh dari alergi susu sapi yang dialaminya. Anda bisa berkonsultasi dengan dokter menyoal hal ini.
Kiat berikut ini dapat membantu Anda menghadapi buah hati yang memiliki alergi terhadap susu sapi. Silakan disimak!
- Jika buah hati masih mendapatkan asi, sebaiknya ibu menyusui menghindari minum susu atau produk berbahan susu sapi paling tidak satu minggu.
Seringkali Anda minum susu dan si kecil yang masih mendapatkan asi dari ibunya menunjukkan gejala-gejala tak seperti biasanya, seperti diare yang disertai bercak darah di kotorannya dan muntah-muntah. Beberapa produk berbahan susu yang Anda konsumsi pun bisa menyebabkan hal yang sama, jika si kecil alergi terhadap susu sapi. Anda bisa menghentikan konsumsi susu sapi dan produk makanan berbahan susu sapi ini paling tidak dalam waktu seminggu. Lihat respons anak setelah Anda menghentikan konsumsi susu sapi dan makanan berbahan susu sapi tersebut. Tanpa Anda sadari, terkadang biskuit-biskuit, kue, dan cake sering menggunakan bahan susu sapi, sehingga Anda perlu menyelidiki dahulu komposisi makanan sebelum Anda mengkonsumsinya. - Jangan ragu untuk memberi asi kepada buah hati.
Manfaat asi sangat besar bagi anak. Selain sebagai sumber nutrisi pertama bayi baru lahir, asi sangat berguna dalam sistem imun bayi dan tidak akan menimbulkan alergi pada bayi. Memberikan asi eksklusif sampai 6 bulan tentu akan mengurangi risiko alergi susu sapi pada si kecil karena produk susu sapi akan dikenalkan saat usianya semakin besar. Jika anak alergi susu sapi, ibunya harus menghindari produk susu dalam beberapa waktu. - Gantikan susu sapi dengan susu kedelai.
Jika Anda tak bisa memberikan asi dan anak alergi susu sapi, Anda bisa menggantikan susu sapi dengan susu kedelai atau susu sapi yang proteinnya telah dipecah menjadi molekul-molekul lebih kecil melalui proses enzimatik sehingga minim terjadi alergi pada anak. - Konsultasikan dengan dokter
Ketika alergi anak tak segera membaik setelah Anda menghentikan dan mengganti produk susu sapi, sebaiknya menghubungi dokter. Hal ini untuk mendapatkan pemeriksaan dan pengobatan yang tepat pada reaksi alergi yang dialami si kecil.







