Apakah Betul Berenang Lebih Efektif Daripada Jogging Untuk Membakar Kalori?

Berenang dan jogging sama-sama olahraga yang cocok untuk membakar kalori. Keduanya membutuhkan kalori yang besar sehingga banyak orang yang melakukan kedua olahraga ini untuk melengkapi program diet mereka. Namun, banyak orang yang berpendapat bahwa berenang ternyata juga lebih efektif membakar kalori ketimbang jogging. Apakah benar?

Berenang vs Jogging

Ketika berenang, tubuh membutuhkan banyak kalori untuk bergerak. Pasalnya, dalam berenang, kita harus menggerakkan hampir seluruh anggota tubuh. Hal ini akan membuat kalori dan lemak banyak terbakar dengan sempurna. Bila dihitung, berenang ternyata mampu membakar kalori sekitar 350 hingga 700 kalori per jam. Cukup besar memang bila dibandingkan olahraga lain.

Sedangkan, lari ternyata membutuhkan kalori yang lebih besar ketimbang berenang, antara 500 hingga 800 kalori per jam. Meski lari membakar kalori lebih banyak, ternyata jogging membakar kalori yang lebih sedikit, sekitar 500-600 kalori saja per jamnya. Dari sini bisa dikatakan berenang lebih bagus untuk membakar kalori ketimbang jogging.

Lain Berenang, Lain Pula Jogging

Meski demikian, berenang terbatas pada akses lokasi berenang. Mam tidak dapat berenang apabila di sekitar tidak ada lokasi berenang yang baik. Sedangkan jogging, bisa Mam lakukan dimana saja. Cukup berkeliling komplek saja, Mam sudah bisa melakukan jogging. Intinya, jogging tidak terbatas pada lokasi.

Dipandang dari sisi manfaat, ternyata berenang memberikan efek baik yang lebih daripada jogging. Jogging termasuk latihan beban yang mampu membangun kepadatan tulang dan mencegah osteoporosis. Jogging bagus untuk melatih betis dan paha belakang. Ketika berenang, semua otot bergerak. Hal ini akan membantu membangun kepadatan kaki, punggung, bahu, dan otot lengan. Kesimpulannya, otot yang terlatih dengan berenang lebih banyak ketimbang hanya dengan berjogging saja.

Meski keduanya memiliki keunggulan masing-masing, Mam tidak akan mendapatkan semua manfaat tersebut apabila Mam tidak konsisten berolahraga. Untuk membangun konsistensi berolahraga, dibutuhkan niat yang kuat dari dalam diri. Oleh karena itu, selalu awali semua aktivitas dengan niat yang sungguh-sungguh agar tujuan Mam tercapai.

Dari Ibu dan Mama untuk Ibu dan Mama. Sahabat terbaik yang mendengarkan, mengerti dan membantu ibu dan mama seluas Indonesia. Mari bergabung dengan komunitas kami!

Related Posts

Comments :