Apakah Diabetes Penyakit Keturunan?

Unique ID: Diab010 Caption: White female Community Diabetes Nurse Specialist taking a sample of blood by pricking the finger of a white female person with diabetes. Restrictions: NHS Photo Library – for use in NHS, local authority social care services and Department of Health material only Copyright: ©Crown Copyright

Diabetes atau biasa disebut kencing manis adalah suatu penyakit atau gangguan kesehatan yang ditandai dengan tingginya kadar gula darah dalam darah yang tidak dapat digunakan oleh tubuh. Banyak orang yang menganggap bahwa diabetes disebabkan karena gaya hidup yang tidak sehat. Namun, ternyata bukan itu saja yang dapat menyebabkan diabetes. Faktor genetis digadang-gadang sebagai penyebab utama penyakit diabetes. Benarkah diabetes penyakit keturunan? Lantas, bagaimana mencegah penyakit ini agar tidak terlampau parah?

Pada orang normal, karbohidrat yang telah dikonsumsi diubah menjadi glukosa. Zat tersebut kemudian dibawa oleh darah ke seluruh tubuh dan masuk ke dalam sel untuk diubah menjadi energi. Masuknya glukosa ke dalam sel berlangsung dengan bantuan insulin, sejenis hormon yang diproduksi oleh kelenjar pankreas. Tanpa insulin, glukosa tidak dapat masuk ke dalam sel.

Berbeda dengan penderita diabetes. Glukosa sulit masuk ke dalam sel. Penyebabnya adalah karena hormon insulin yang diproduksi terlalu sedikit atau karena sel kurang memberikan respon yang baik terhadap insulin. Glukosa yang menumpuk di dalam darah ini tidak dapat dimanfaatkan oleh tubuh dan akhirnya dibuang melalui air seni.

Gangguan metabolisme ini menyebabkan tubuh kekurangan energi. Tak ayal, penderita diabetes terlihat lemah, lemas, dan tidak bugar. Selain itu, gejala lain yang ditimbulkan oleh penderita diabetes adalah sering buang air kecil, mudah lapar, sering haus, penglihatan kabur, koordinasi anggota gerak tubuh terganggu, kesemutan pada tangan dan kaki, hingga gatal-gatal yang mengganggu.

Semakin lama, apabila tidak ditangani dengan serius, diabetes dapat menjadi penyebab utama gangguan kesehatan. Biasanya, diabetes menyebabkan penyakit-penyakit tertentu seperti rusaknya syaraf penglihatan, percepatan pembentukan katarak, kerusakan syaraf, sakit jantung, sakit ginjal, hingga gangguan fungsi seksual. Selain itu, kadar gula yang tinggi dalam darah menyebabkan luka sulit sembuh dan cenderung menjadi kudis atau borok.

Pertanyaannya, apa penyebab penyakit diabetes? Ada dua jenis diabetes, diabetes tipe 1 dan diabetes tipe 2. Diabetes tipe 1 biasanya diderita sejak lahir dan disebabkan oleh faktor genetik dan gangguan organ. Sedangkan diabetes tipe 2 disebabkan karena gaya hidup yang kurang sehat, yakni mengkonsumsi makanan dan minuman.

Diabetes tipe 1 memang merupakan diabetes yang disebabkan oleh keturunan. Jika seseorang memiliki orang tua yang menderita diabetes, dapat dipastikan bahwa seseorang tersebut berpotensi besar menderita diabetes. Bahkan, meskipun kedua orang tua tidak memiliki riwayat diabetes namun kakek atau nenek mereka memilikinya, potensi mengalami diabetes juga masih ada.

Dari situ, Mam bisa menarik kesimpulan bahwa diabetes memang dapat disebabkan oleh faktor keturunan. Bila memang tidak ada riwayat diabetes sama sekali di silsilah keluarga Mam, Mam patut bersyukur dengan menjaga gaya hidup untuk tidak terlalu sering makan makanan manis.

Untuk Mam memiliki potensi diabetes, jangan terlalu takut dan berpikir bahwa kenyataan ini adalah akhir dari segalanya. Lebih buruk lagi, stress juga akan membuat hari Mam semakin tidak bersemangat. Selama Mam memiliki tekad dan disiplin untuk mengatur gaya hidup sehat, rasanya tidak akan timbul masalah di kemudian hari. Bahkan, Mam masih bisa hidup damai bersama diabetes.

Hidup aman bersama diabetes tidaklah sulit. Yang penting, Mam harus rajin dan disiplin mengatur pola diet Mam. Selain itu, olahraga yang rutin juga membantu Mam menjaga kadar gula darah. Jangan lupa untuk secara berkala memeriksakan kadar gula darah serta disiplin minum obat yang ditentukan oleh dokter.

Sebagai pedoman, Mam juga harus tahu makanan yang boleh dikonsumsi. Kurangi makanan dengan kandungan karbohidrat yang tinggi. Beragam jenis gula termasuk nasi juga harus dikurangi atau diganti dengan bahan makanan yang mengandung karbohidrat lebih rendah. Makanan berlemak juga harus dikurangi. Selain itu, perbanyak makan sayur dan buah sebagai sumber serat. Asupan protein juga harus diperhatikan, seperti ikan, ayam, tahu, dan tempe.

Kesimpulannya, diabetes berpotensi disebabkan oleh faktor keturunan. Meski demikian, bukan berarti Mam tidak bisa berdamai dengan diabetes. Selama Mam masih rajin dan disiplin dengan gaya hidup sehat, maka tidak akan ada masalah dengan status diabetes.

Dari Ibu dan Mama untuk Ibu dan Mama. Sahabat terbaik yang mendengarkan, mengerti dan membantu ibu dan mama seluas Indonesia. Mari bergabung dengan komunitas kami!

Related Posts

Comments :