Cheat Day Saat Diet, Kapan ya Baiknya?

Akhirnya, diet yang sudah Mam rencanakan sejak lama berhasil dijalani seminggu penuh. Duh, rasanya kok tiap makanan ‘nakal’ yang ada jadi semakin menggiurkan, ya? Donat, kue keju, dan biskuit cokelat, entah kenapa nampak seratus kali lebih nikmat rasanya. Tenang Mam, setelah berusaha keras untuk diet dan menahan napsu makan makanan yang ‘nakal’, Mam berhak dapat penghargaan! Penghargaan itu bernama cheat day.

Niatkan untuk Diet

Sebelum mau mencurangi diet Mam dengan cheat day, pastikan dulu bahwa niat Mam untuk diet itu kuat. Hal ini penting agar Mam tidak keterusan melakukan cheat day. Atau, malah makan tidak kira-kira saat sedang cheat day. Sayang kan kalau diet sebulan dirusak dengan cheat day sehari?

Sebenarnya, cheat day bisa menjadi mind-booster Mam juga untuk terus melakukan diet. Asalkan, Mam tidak melakukannya terlalu sering. Cukup satu kali dalam seminggu, di hari yang sama setiap minggunya. Dengan begitu, Mam akan jadi termotivasi untuk diet, bukan?

Imbangi dengan Olahraga

Mam juga bisa melakukan cheat day selama dua kali seminggu. Akan tetapi, Mam harus membayarnya dengan melakukan olahraga ekstra. Yang membahayakan badan adalah apabila Mam terus-menerus makan tanpa menghabiskan kalori yang didapat dengan kegiatan yang lebih bermanfaat.

Diet dapat membuat tubuh Mam kekurangan energi yang penting untuk tubuh. Dengan cheat day, Mam bisa memenuhi energi itu kembali. Jadi, cheat day sebenarnya juga penting. Kecuali, Mam punya menu diet yang mampu mencukupi seluruh kebutuhan nutrisi Mam.

Yuk, semangat lagi dietnya, Mam! Meski sekarang mungkin agak menyakitkan, hasilnya nanti akan bikin Mam puas. Ingat, diet bukan hanya sekadar menguruskan badan. Tapi juga soal kesehatan.

Dari Ibu dan Mama untuk Ibu dan Mama. Sahabat terbaik yang mendengarkan, mengerti dan membantu ibu dan mama seluas Indonesia. Mari bergabung dengan komunitas kami!

Related Posts

Comments :