Pada saat anak lahir ke dunia, tubuhnya memang sudah mewarisi kekebalan atau perlindungan alami dari ibunya. Namun, kekebalan alami tersebut hanya bersifat sementara. Oleh karena itu, diperlukan zat antibodi tambahan yaitu melalui imunisasi untuk meneruskan kekebalan alami tersebut agar bayi tidak mudah tertular berbagai penyakit. Berikut adalah jadwal pemberian imunisasi dasar berdasarkan Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor 42 Tahun 2013, sebagai berikut:
Selain itu, Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) juga merekomendasikan jadwal imunisasi anak umur 0 – 18 tahun yang berlaku mulai 1 Januari 2014 sebagai berikut:
1. Vaksin Hepatitis B
Vaksin ini paling baik diberikan dalam waktu 12 jam setelah lahir dan didahului pemberian injeksi vitamin K1. Bayi lahir dari ibu HbsAg positif, diberikan vaksin hepatitis B dan imunoglobulin hepatitis B (HBIg) pada ekstremitas yang berbeda. Vaksinasi hepatitis B selanjutnya dapat menggunakan vaksin hepatitis B monovalen atau vaksin kombinasi.
2. Vaksin Polio
Pada saat bayi dipulangkan harus diberikan vaksin polio oral (OPV-0). Selanjutnya, untuk polio-1, polio-2, polio-3, dan polio booster dapat diberikan vaksin OPV atau IPV, namun sebaiknya paling sedikit mendapat satu dosis vaksin IPV.
3. Vaksin BCG
Pemberian vaksin BCG dianjurkan sebelum 3 bulan, optimal umur 2 bulan. Apabila diberikan sesudah umur 3 bulan, perlu dilakukan uji tuberkulin.
4. Vaksin DTP
Pertama diberikan paling cepat pada umur 6 minggu. Dapat diberikan vaksin DTwP atau DTaP atau kombinasi dengan vaksin lain. Untuk anak umur lebih dari 7 tahun DTP yang diberikan harus vaksin Td, di-booster setiap 10 tahun.
5. Vaksin Campak
Diberikan pada umur 9 bulan, 2 tahun dan pada SD kelas 1 (program BIAS).
6. Vaksin Pneumokokus (PCV)
Apabila diberikan pada umur 7-12 bulan, PCV diberikan 2 kali dengan interval 2 bulan; pada umur lebih dari 1 tahun diberikan 1 kali. Keduanya perlu dosis ulangan 1 kali pada umur lebih dari 12 bulan atau minimal 2 bulan setelah dosis terakhir. Pada anak umur di atas 2 tahun PCV diberikan cukup satu kali.
7. Vaksin Rotavirus
Vaksin rotavirus monovalen diberikan 2 kali, vaksin rotavirus pentavalen diberikan 3 kali. Vaksin rotavirus monovalen dosis I diberikan umur 6-14 minggu, dosis ke-2 diberikan dengan interval minimal 4 minggu. Sebaiknya vaksin rotavirus monovalen selesai diberikan sebelum umur 16 minggu dan tidak melampaui umur 24 minggu. Vaksin rotavirus pentavalen: dosis ke-1 diberikan umur 6-14 minggu, interval dosis ke-2, dan ke-3 4-10 minggu, dosis ke-3 diberikan pada umur kurang dari 32 minggu (interval minimal 4 minggu).
8. Vaksin Varisela
Vaksin ini dapat diberikan setelah umur 12 bulan, namun terbaik diberikan pada umur sebelum masuk sekolah dasar. Bila diberikan pada umur lebih dari 12 tahun, perlu 2 dosis dengan interval minimal 4 minggu.
9. Vaksin Influenza
Vaksin ini dapat diberikan pada umur minimal 6 bulan, diulang setiap tahun. Untuk imunisasi pertama kali (primary immunization) pada anak umur kurang dari 9 tahun diberi dua kali dengan interval minimal 4 minggu. Untuk anak 6 – < 36 bulan, dosis 0,25 mL.
10. Vaksin Human papiloma virus (HPV)
Vaksin HPV dapat diberikan mulai umur 10 tahun. Vaksin HPV bivalen diberikan tiga kali dengan interval 0, 1, 6 bulan; vaksin HPV tetravalen dengan interval 0, 2, 6 bulan.
Imunisasi tidak hanya untuk anak usia 0-18 tahun saja lho, Mam. Imunisasi juga bisa diberikan kepada Anda yang sudah dewasa dan sedang hamil. Ingin tahu jenis vaksin dan jadwal imunisasi yang direkomendasikan? Simak info lengkap imunisasi untuk dewasa di sini.
Sumber: www.idai.or.id
Ikatan Dokter Anak Indonesia