Bahaya Virus MERS

Middle East Respiratory Syndrome atau biasa disingkat MERS mungkin sudah tidak asing di telinga Anda. Bagaimana tidak, belakangan ini berbagai media sedang ramai mengangkat topik MERS ini. Anda mungkin mengira bahwa MERS adalah jenis penyakit baru karena sebelumnya tidak pernah diberitakan media, namun sebenarnya penyakit yang menyerang sistem pernapasan ini sudah sudah ada sejak 2012 lalu.

Penyakit ini walaupun menyandang nama Middle East, tidak berarti MERS hanya tersebar di daerah Timur Tengah saja, melainkan bukan tidak mungkin terjadi juga di Indonesia mengingat banyaknya orang Indonesia yang pergi ke daratan Arab untuk melaksanakan ibadah haji maupun umrah setiap tahunnya. Penyakit ini bukanlah penyakit ringan yang dapat disembuhkan dengan obat, melainkan dapat berujung pada kematian dan para ahli pun sampai sekarang belum menemukan vaksin penawar virus MERS ini. Oleh karena itu, ada baiknya Anda berhati-hati, jangan sampai virus MERS ini menyerang si Kecil dan anggota keluarga tercinta lainnya.

Lantas, apa penyebab MERS ini? MERS disebabkan oleh coronavirus yang disebut MERS-CoV. Coronavirus pada umumnya menyebabkan gangguan pernapasan pada hewan mamalia, tapi tidak menutup kemungkinan terjadi juga pada manusia. MERS-CoV ini lebih mematikan daripada coronavirus lainnya yang pernah ada, seperti SARS. Berdasarkan data yang didapat dari World Health Organisation (WHO), sampai tanggal 7 Mei 2014 lalu tercatat ada 496 orang terinfeksi MERS, di mana 229 di antaranya terjadi di Arab Saudi. Selain itu, dikutip dari www.time.com, lebih dari 145 orang dinyatakan meninggal diakibatkan virus MERS ini.

Centers for Disease Control and Prevention (CDC) masih belum mengetahui pasti dari mana asalnya virus. Namun, virus MERS ini diyakini berasal dari binatang. Hal ini dikarenakan ditemukannya virus MERS-CoV pada beberapa unta di Qatar, Mesir, dan Arab Saudi. Selain itu, kelelawar di Arab Saudi juga dikatakan membawa virus MERS-CoV ini.

MERS dapat menyerang siapa saja. Pasien MERS berasal dari beragam usia, yaitu dari usia 2 tahun sampai 94 tahun. Time.com juga menyatakan bahwa manusia dapat tertular virus MERS-CoV ini ketika orang tersebut melakukan kontak langsung dengan orang yang telah terinfeksi. Ini berarti mereka yang merawat orang yang terkena penyakit MERS baik di rumah maupun di rumah sakit dapat pula terjangkit virus mematikan ini. Kebanyakan penderita MERS mengalami demam, batuk dan bernafas dengan nafas yang pendek. Selain itu, www.medicalnewstoday.com menyebutkan beberapa gejala penyakit MERS lainnya seperti nyeri pada bagian dada, pilek, dan diare (pada beberapa kasus). Mereka juga menambahkan bahwa tidak semua orang yang terinfeksi virus MERS menampakkan gejala, ada beberapa orang yang terinfeksi virus MERS-CoV namun mereka tidak merasakan sakit apapun. Selain berujung pada kematian, ada beberapa komplikasi lain yang diakibatkan oleh virus MERS, seperti pneumonia dan gagal ginjal.

Di Indonesia sendiri, beberapa himbauan terkait virus MERS ini telah disuarakan melalui berbagai media. Beberapa orang Indonesia telah diduga terserang virus MERS ini walaupun pada akhirnya beberapa menunjukkan hasil yang negatif. Kebanyakan mereka adalah warga negara Indonesia yang baru kembali dari Arab Saudi setelah menjalankan ibadah umrah.

Ada beberapa cara menghindarkan diri dari virus MERS ini. Mengingat virus ini mudah menular, oleh karena itu, ada baiknya Anda menghindari kontak langsung dengan orang-orang yang baru pulang dari negara-negara Timur Tengah, terutama Arab Saudi. Karena bisa saja mereka tertular virus MERS selama berada di Arab Saudi. Selain itu, hindari juga kontak langsung dengan pasien terduga MERS. Apabila Anda dan keluarga ingin menunaikan ibadah haji atau umrah, ada baiknya Anda lebih berhati-hati dan tidak melakukan kontak langsung dengan Unta mengingat Unta adalah pembawa virus MERSdi Arab Saudi.

Kita tidak bisa mencegah keluarga, teman atau tetangga untuk tidak pergi ke Arab Saudi atau negara Timur Tengah lainnya, apalagi Arab Saudi adalah negara yang paling ingin dikunjungi oleh sebagian masyarakat Indonesia terutama mereka yang muslim. Oleh karena itu, ada baiknya pencegahan MERS ini dimulai dari diri sendiri. Ada beberapa cara yang bisa Anda dan keluarga terapkan sehari-hari agar terhindar dari virus MERS, seperti:

  • Jaga kebersihan tangan dengan sering-sering mencucinya menggunakan sabun. Jika tidak ada sabun dan air, Anda bisa menggunakan hand sanitizer beralkohol.
  • Tutup hidung dan mulut Anda menggunakan tisu ketika batuk atau bersin, kemudian buang tisu tersebut.
  • Hindari menyentuh mata, hidung, dan mulut dengan tangan yang tidak dicuci.
  • Hindari kontak langsung, seperti memakai gelas atau perlengkapan makan secara bergantian dengan orang sakit.
  • Bersihkan permukaan yang sering disentuh, seperti mainan dan gagang pintu.

Bagi Anda yang ingin bepergian ke Arab Saudi atau negara Timur Tengah lainnya yang memiliki kasus MERS, pastikan Anda telah mendapatkan vaksin agar kondisi tetap terjaga selama berada di sana. Selain itu, WHO, CDC, dan HPA (Health Protection Agency, UK) menyarankan beberapa tindakan yang sebaiknya dilakukan ketika berada di daerah yang beberapa penduduknya mengalami berbagai gangguan pernapasan, seperti:

  • Menghindari kontak dengan orang-orang yang memiliki gejala penyakit tersebut.
  • Menjaga tangan tetap higienis.
  • Hindari memakan sayuran dan buah-buahan yang tidak dicuci terlebih dahulu.
  • Hindari memakan daging yang tidak matang atau tidak dimasak.
  • Pastikan air yang diminum telah disterilisasi.

MERS merupakan penyakit yang serius yang bisa berujung pada kematian. Oleh karena itu, selalu jaga kesehatan Anda dan keluarga dengan menerapkan gaya hidup yang sehat. Semoga artikel ini bermanfaat dan menyadarkan kita akan virus MERS ini.

Related Posts

Comments :