Cara Memprediksi Tinggi Si Kecil Kelas saat Dewasa

Memiliki anak seringkali membuat Mam mempertanyakan pertanyaan-pertanyaan yang sebenarnya belum ada jawabannya, seperti: seperti apa pekerjaannya saat Ia sudah dewasa, bagaimana dengan pasangan hidupnya, atau bahkan hanya sekedar seberapa tinggi nanti mereka? Untuk pertanyaan terakhir, ternyata tidak hanya Mam lho yang penasaran seberapa tinggi Si Kecil kelak saat Ia tumbuh dewasa. Si Kecil sendiri pun sering menanyakan pertanyaan demikian, apalagi setelah Ia menonton pertandingan basket atau bertemu dengan orang-orang dewasa yang jauh lebih tinggi darinya.

Beruntungnya, para ahli telah menemukan rumus untuk menghitung tinggi badan Si Kecil kelak saat Ia dewasa. Rumus ini memang tidak 100% akurat, tetapi setidaknya bisa membantu Mam mendapatkan gambaran seberapa tinggi Si Kecil nantinya. Dikutip dari situs web theAsianparent, rumus untuk menghitung tinggi badan anak laki-laki dan anak perempuan itu berbeda, namun keduanya sama-sama membutuhkan tinggi badan sang orangtua.

Rumus Menghitung Tinggi Badan Anak Perempuan

Jika Si Kecil adalah perempuan, maka rumus menghitung tinggi badannya seperti ini:

Jadi, jika tinggi badan Ayah saat ini adalah 175 cm dan tinggi badan Mam adalah 165 cm, maka:

Rumus Menghitung Tinggi Badan Anak Laki-laki

Berbeda sedikit dengan cara menghitung tinggi badan anak perempuan, menghitung tinggi badan anak laki-laki mengharuskan Mam untuk menambah 6.5 di akhir penghitungan. Rumusnya seperti ini:

Jadi, jika tinggi badan Ayah saat ini adalah 175 cm dan tinggi badan Mam adalah 165 cm, maka:

Namun, perlu diingat kembali bahwa rumus ini tidak memberikan hasil pasti dan akurat 100%. Seberapa tinggi Si Kecil nanti tentu saja dipengaruhi oleh berbagai hal lainnya, seperti asupan nutrisi dan aktivitas olahraga. Dikutip dari situs web Healthkart, melakukan olahraga tertentu yang berfokus untuk “memanjangkan” tulang tentu saja akan berpengaruh pada tinggi pada seseorang, khususnya jika yang berolahraga itu adalah Si Kecil yang masih dalam masa pertumbuhan. Mam bisa mengajak Si Kecil berenang atau bermain basket. Jika Si Kecil sudah cukup dewasa, Mam juga bisa ajarkan mereka olahraga yoga, stretching, atau hanging.

Selain berolahraga, Mam juga bisa memaksimalkan pertumbuhan Si Kecil dengan memberinya makanan yang kaya akan karbohidrat untuk memberinya energi, kalsium (dalam produk susu dan sayuran hijau) dan vitamin D (dalam ikan atau jamur) yang berguna meningkatkan pertumbuhan tulang, dan protein tanpa lemak yang terdapat di daging, keju, telur, kacang, atau tahu. Jadi, bukan berarti karena tinggi badan orangtuanya rendah, maka anaknya dipastikan tidak akan memiliki postur tubuh yang tinggi. Tinggi badan Si Kecil masih bisa dimaksimalkan dengan memaksimalkan faktor-faktor lainnya.

 

Baca juga : 

Tips Mempercepat Janin Masuk ke Rongga Panggul

Dari Ibu dan Mama untuk Ibu dan Mama. Sahabat terbaik yang mendengarkan, mengerti dan membantu ibu dan mama seluas Indonesia. Mari bergabung dengan komunitas kami!

Related Posts

Comments :