Nyamuk Aedes aegypti sebagai penyebab demam berdarah kapan saja bisa hinggap di rumah dan menggigit si kecil. Apalagi, kasus demam berdarah kerap berujung pada kematian. Supaya balita tak terserang demam berdarah, sebaiknya lakukan pencegahan sedini mungkin.
Musim penghujan telah tiba, nyamuk penyebab demam berdarah kian mengancam anggota keluarga. Nyamuk Aedes aegypti akan mengalami peningkatan populasi di musim penghujan. Virus dengue yang disebarkan melalui gigitan nyamuk akan mengancam warga masyarakat, terutama anak-anak, yakni menyebabkan penyakit demam berdarah. Penyakit demam berdarah ini memang masih dianggap sebagai penyakit mematikan, terutama di kalangan anak-anak.
Ketika kasus demam berdarah merebak dan menyerang anak-anak, orangtua mana yang tidak khawatir. Apalagi jika anak tetangga atau teman sepermainan balita Anda yang sudah terserang. Hal ini berarti nyamuk penyebab DBD tersebut berkeliaran di sekitar Anda dan juga buah hati. Belum lagi berbagai berita di televisi yang memberitakan banyaknya kasus anak-anak meninggal akibat demam berdarah. Wajar saja jika ibu kemudian sangat cemas jika si kecil sampai terserang penyakit demam berdarah ini.
Nyamuk penyebab demam berdarah ini paling suka bertelur di genangan air, bak kamar mandi, wadah penyimpan air di rumah, kaleng bekas yang berisi air hujan, pot bunga berisi air, kolam, selokan bersih, dan sebagainya. Sebenarnya, berbeda dengan nyamuk-nyamuk lainnya yang rakus, nyamuk Aedes aegypti penyebab demam berdarah ini hanya menggigit pada jam-jam tertentu. Jam-jam nyamuk ini beraksi dan menggigit mangsanya adalah di pagi hari sekitar pukul 06.00 – 09.00 dan sore hari, yakni pukul 15.00 – 17.00.
Nyamuk penyebab demam berdarah kapan saja bisa masuk ke dalam rumah Anda lho Bu, sehingga sudah sepatutnya untuk melakukan pencegahan. Selain itu, si kecil yang hobi bermain di luar rumah bersama teman-temannya sebaiknya diawasi secara intens. Balita yang lagi asyik bermain masak-masakan tak jarang menemukan kaleng yang kemudian dipakainya masak-masakan, bisa juga ia bermain air di dekat kolam. Padahal, bisa jadi kaleng bekas dan kolam tersebut menjadi tempat bertelur nyamuk penyebab demam berdarah.
Beberapa gejala demam berdarah sebaiknya ibu ketahui supaya segera melakukan penanganan apabila terjadi pada buah hati, yakni membawanya ke rumah sakit terdekat. Gejala demam berdarah pada anak-anak antara lain adalah panas tinggi yang berlangsung 2 hingga 7 hari, kulit bintik-bintik merah, penderita merasa kedinginan meskipun badannya panas, nyeri di ulu hati, dan pada kasus yang sudah parah diikuti dengan perdarahan pada hidung. Jangan sampai si kecil terserang ya Bu. Berikut ini beberapa cara pencegahan yang bisa ibu lakukan supaya demam berdarah tak melanda balita Anda.
- Hindari menggantung baju di balik pintu atau di dinding kamar
Nyamuk penyebab demam berdarah kapan saja bisa bersarang di baju bekas dipakai yang digantungkan di balik pintu atau di dinding kamar. Untuk menghindarinya, sebaiknya jangan menggantung baju dulu ya Bu. Baju-baju bisa dilipat di keranjang atau segera dicuci usai dipakai. Selain kamar lebih rapi, nyamuk pun tidak akan mendekat. - Hindarkan menampung air di dalam rumah
Nyamuk penyebab DBD senang bertelur di wadah berisi air, misalnya ember persediaan memasak. Meskipun bersih, si nyamuk ini bisa saja berdiam di sana dan siap menggigit balita saat di dapur. - Gunakan kelambu di ranjang balita
Menggunakan kelambu, dapat menangkal nyamuk yang akan menggigit si kecil, termasuk nyamuk Aedes aegypti. Meski jam-jam berbahaya nyamuk penyebar virus dengue ini di pagi dan sore hari, tetap gunakan kelambu kapan pun saat si kecil tidur. Bisa jadi di pagi hari saat si kecil belum bangun, nyamuk penyebab DBD menghampirinya. Ingat nyamuk ini berkeliaran sekitar pukul 6.00 pagi lho. Coba, balita Anda biasa bangun pukul berapa? - Tutup lubang ventilasi dan roster dengan kasa anti nyamuk
Di rumah Anda mungkin banyak terdapat ventilasi dan roster di atas jendela atau pintu. Lubang-lubang ini memudahkan nyamuk terbang ke dalam rumah bahkan tinggal di rumah Anda. Untuk menghindarinya, tutup lubang-lubang tersebut dengan kasa anti nyamuk. Sehingga nyamuk tidak bisa masuk karena terhalang kasa. - Perhatikan balita saat bermain
Balita Anda tengah senang-senangnya bermain di sekitar rumah. Sebaiknya, Ibu selalu memperhatikan dan memantaunya. Suruh balita bermain di tempat yang jauh dari tempat rimbun, kolam, dan selokan meski tempatnya bersih. Karena di sana, nyamuk penyebab demam berdarah sering singgah. Bermain di tempat terbuka seperti halaman atau di teras rumah akan lebih aman untuknya. - Rajin membersihkan rumah dan lingkungan
Bersih-bersih rumah dan lingkungan dapat mencegah nyamuk Aedes aegypti singgah ke rumah Anda. Ibu bisa menguras bak mandi, membersihkan selokan, mencuci tirai-tirai jendela, memotongi dedaunan pada pohon hias di taman, dan sebagainya. Dengan lingkungan dan rumah yang bersih, pasti balita dan Anda sekeluarga akan jauh dari penyakit, termasuk demam berdarah.
Yuk, cegah demam berdarah!







