Ciri-Ciri Si Kecil Mengalami Obesitas

Mam, banyak orangtua yang menganggap tubuh Si Kecil yang buntal adalah sesuatu yang lumrah. “Tidak apa-apa gendut, kan masih kecil,” begitulah kira-kira pembelaan mereka. Bahkan, dikutip dari situs web Parents, sebuah studi menunjukkan bahwa 49% orangtua menganggap berat badan anak mereka masih dibawah rata-rata padahal sebenarnya mereka sudah mengalami obesitas.

Jika Mam mengira bahwa obesitas adalah penyakit yang hanya bisa menjangkit orang dewasa saja, maka Mam sedang keliru. Obesitas juga bisa menyerang Si Kecil dan membuat tubuh mungil mereka menjadi lebih rentan akan penyakit, seperti: diabetes, sleep apnea, nyeri lutut atau pinggul, kolesterol, asma, dan enzim hati yang tidak normal. Selain menyebabkan masalah kesehatan, obesitas juga rentan membuat Si Kecil menjadi anak yang rendah diri akibat bullying dari teman-temannya.

Untuk menghindari hal tersebut, Mam sebaiknya memahami ciri-ciri apa yang menandakan bahwa berat badan Si Kecil sudah tidak berada pada batas normal. Berikut beberapa diantaranya:

  1. Ukuran tubuh, berat badan, dan kenaikan berat badan yang berlebihan

Berat badan dan ukuran tubuh Si Kecil jauh lebih besar dibanding ukuran rata-rata berat badan dan ukuran tubuh anak-anak seusianya. Tidak hanya itu, kenaikan berat badan Si Kecil per bulannya juga melampaui angka normal.

  1. Adanya kejanggalan pada beberapa bagian tubuh Si Kecil

Beberapa bagian tubuh Si Kecil, khususnya perut dan dagu, menunjukkan adanya lipatan-lipatan yang berlebihan. Bagian pipi juga terlihat lebih tembem dan leher terlihat pendek (hampir tidak terlihat).

  1. Daerah vital Si Kecil

Tertimbunnya jaringan lemak pada Si Kecil yang mengalami obesitas membuat pertumbuhan alat kelamin mereka, khususnya anak laki-laki, terhambat. Hal tersebut membuat ukurannya menjadi cenderung lebih kecil. Sementara itu, jaringan lemak yang menumpuk justru membuat bagian payudara Si Kecil menjadi lebih besar dibanding anak-anak laki-laki seusianya yang berberat badan normal.

  1. Presentase angka pada body mass index (BMI) berada pada angka atau melebihi 95%

Untuk mendapatkan hasil yang lebih akurat mengenai ideal atau tidak berat badan Si Kecil, Mam bisa menggunakan kalkulator BMI. Rumus dalam kalkulator BMI, secara garis besar, hanyalah dengan membagi berat badan seseorang dengan tinggi tubuhnya. Tetapi, usia serta jenis kelamin Si Kecil (laki-laki atau perempuan) juga mempengaruhi hasil. Oiya Mam, Mam tidak perlu menghitungnya secara manual karena telah banyak situs web yang menyajikan kalkulator secara otomatis. Jangan lupa untuk melakukan penghitungan ini secara rutin, konsultasikan dengan dokter jika perlu.

Jika Si Kecil saat ini mengalami obesitas, maka hal pertama yang harus Mam lakukan adalah membuat Ia mengerti bahwa Mam akan selalu menyayangi dan mendukungnya mau bagaimanapun bentuk tubuh mereka. Perasaan anak tentang diri mereka sering didasarkan pada perasaan orang tua mereka tentang mereka. Oleh sebab itu, jika Mam bisa menerima Si Kecil apa adanya, maka mereka akan cenderung merasa nyaman dengan diri mereka sendiri. Setelah tidak merasa terlalu rendah diri, Mam bisa mengajaknya untuk mulai mengubah pola hidup mereka sedikit demi sedikit, seperti: rutin berolahraga dan diet makanan.

 

Baca juga : 

Belajar Angka dan Huruf Bersama Balita

Dari Ibu dan Mama untuk Ibu dan Mama. Sahabat terbaik yang mendengarkan, mengerti dan membantu ibu dan mama seluas Indonesia. Mari bergabung dengan komunitas kami!

Related Posts

Comments :