Masuk angin tak hanya kerap dialami orang dewasa, bayi pun rentan mengalaminya. Perut kembung, gelisah, dan rewel menjadi tanda jika bayi menderita masuk angin. Ibu harus segera mengatasinya jika si kecil mengalaminya.
Seorang ibu dibuat cemas oleh bayinya yang sering rewel. Perutnya ternyata kembung dan tak nyenyak tidur di malam hari dan membuat ibunya terjaga hingga larut malam. Memang, si kecil yang masih bayi rentan dengan berbagai masalah kesehatan. Salah satu keluhan kesehatan yang kerap dialami bayi adalah masuk angin. Sebenarnya, istilah masuk angin sendiri tidak ada di dalam kamus kedokteran. Namun, istilah ini terlanjur populer dan akrab di masyarakat untuk menyebut keluhan ketika perut kembung, mual, perut tidak enak, dan sebagainya.
Pada bayi, penyebab terkena masuk angin, salah satunya karena perubahan cuaca. Musim pancaroba dengan udara yang sangat dingin dan daya tahan tubuh yang menurun, kerap membuat si kecil rewel dan gelisah di malam hari. Hal ini karena bayi mengalami masuk angin.
Pada bayi yang baru lahir, kesalahan posisi bayi menyusu juga bisa menjadi penyebab masuk angin. Selain itu, sikap bayi yang terburu-buru saat menyusu juga bisa menjadi penyebab masalah kesehatan ini menderanya. Lantas mengapa posisi salah saat menyusu dan terburu-buru bisa menyebabkan masuk angin? Hal ini karena membuat bayi banyak mengisap angin sehingga menimbulkan masuk angin.
Penyebab lain, terkadang, saat bayi sudah mulai belajar merangkak, inginnya merangkak kemana saja tanpa alas. Di pindah ke karpet tetap saja maunya merangkak ke lantai yang tak beralas. Karena aktif bergerak, terkadang kaus atau roknya tersingkap dan kulit perutnya menempel lantai. Hal ini tak ayal membuat bayi kedinginan dan berujung masuk angin.
Bayi yang diajak jalan-jalan di sore hari atau malam hari dan terkena udara luar terlalu dingin juga kerap mengalami masuk angin. Apalagi jika ia tidak diberi baju hangat, sehingga ibu harus memperhatikan hal ini. Jangan sampai si kecil rewel usai diajak jalan-jalan sore, karena hanya menggunakan baju dan celana lengan pendek yang membuatnya kedinginan.
Ciri-ciri masuk angin yang kerap dialami oleh si kecil adalah perut kembung, cenderung sering buang angin, dan sering menangis. Oleh karena itu, jika si kecil menunjukkan gejala tersebut, segera lakukan penanganan supaya segera sembuh dan keluhan masuk anginnya tidak berkelanjutan. Meski masuk angin tergolong penyakit yang tidak serius, namun jika dibiarkan dan tidak dilakukan pencegahan tentu kasihan pada bayi. Ia pun akan terus-terusan rewel dan tak nyaman.
Cara sederhana untuk menghindari masuk angin pada bayi, jika bayi masih menyusu, ibu bisa memperbaiki cara dan posisi menyusui. Sebaiknya susui bayi dengan posisi duduk, bukan sambil tiduran. Selain itu, susui si kecil sering-sering dan tidak menunggu sampai kehausan supaya ia tidak terburu-buru saat menyusu. Usai menyusu, angkat bayi ke posisi menghadap belakang, kemudian tepuk-tepuk punggungnya supaya ia bersendawa. Dengan begitu, angin akan keluar dan menghindarkannya dari masuk angin usai menyusu.
Supaya tak mudah masuk angin saat bayi sudah senang merangkak kemana-mana, pakaian celana panjang dengan kaus atau baju yang dimasukkan ke celana sehingga tak mudah tersingkap saat bergerak. Hal ini supaya kulit perutnya tidak langsung menempel di lantai saat ia belajar merangkak. Namun, perlu pula diperhatikan, bahwa pakaian yang dikenakan sebaiknya membuat bayi nyaman dan tidak mengganggu geraknya yang sudah mulai aktif.
Ibu juga perlu berhati-hati saat mengajak bayi berjalan-jalan ke luar rumah atau bepergian. Paling tidak, gunakan pakaian hangat, jaket, topi, dan kaus kaki supaya tubuhnya tidak kedinginan. Tak ada larangan untuk mengajak bayi jalan-jalan ke mal, berbelanja di malam hari, atau sekadar menemani orangtuanya makan di luar. Namun, sebaiknya perhatikan baju yang dikenakannya dan jangan terlalu lama karena bisa saja bayi akan kecapean dan kedinginan. Anda perlu juga mempertimbangkan cuaca jika ingin mengajak bayi bepergian atau jalan-jalan keluar rumah. Jika sedang hujan dan cuaca dingin, bayi lebih aman berada di rumah dan kenakan pakaian hangat supaya tidak kedinginan.
Para ibu bisa melakukan pengobatan secara tradisional jika bayinya mengalami masuk angin. Beberapa cara yang bisa dilakukan adalah mengusapkan minyak telon ke seluruh tubuhnya supaya badannya hangat. Selain itu, bisa pula memanfaatkan bawang merah untuk dibalurkan ke tubuh si kecil. Caranya, parut 2 butir bawang merah kemudian campurkan dengan minyak telon, dan balurkan ke tubuh si kecil terutama bagian punggung, perut, dan telapak kakinya. Bawang merah bisa membuat tubuh bayi lebih hangat sehingga dapat meredakan masuk angin yang dialami bayi.
Jika perut bayi kembung dan rewel, ibu tak perlu panik dan segera membawanya ke dokter. Lakukan saja cara tradisional di rumah untuk meredakan masuk angin yang dialaminya. Namun, jika si kecil tidak membaik selama lebih dari tiga hari dan disertai keluhan lain seperti demam, muntah, sering buang air besar, segera bawa ke dokter.