Melanjutkan dari pembahasan tentang Jenis Imunisasi Dewasa Part 1 (baca disini!), berikut adalah jenis-jenis imunisasi dewasa yang harus dilakukan agar terhindar dari bermacam penyakit, seperti:
- Measles/ Campak, Mumps/ Gondongan, Rubella/ Campak Jerman (MMR)
Vaksin MMR dapat mencegah sindroma Rubella Kongenital, berikan kepada perempuan sebelum menikah/ hamil tetapi jangan diberikan kepada ibu hamil. Diperlukan waktu minimal 4 minggu untuk boleh hamil setelah vaksinasi terakhir. Sangat dianjurkan bagi tenaga kesehatan, pelancong dan orang yang tinggal di asrama atau lingungan padat dan saat terjadi wabah. - Hepatitis A
Vaksin ini dianjurkan untuk setiap individu. - Hepatitis B
Diberikan kepada semua orang dewasa tanpa terkecuali, dianjurkan untuk memeriksa HbsAg terlebih dahulu. Perhatian khusus harus diberikan kepada kelompok risiko tinggi: tenaga kesehatan, pengguna narkoba, orang dengan partner seksual multipel, kondisi imunokompromais, pasien dengan gangguan hati kronik, dan pasien dengan gangguan ginjal kronik termasuk yang sedang hemodialisis. - Hepatitis A dan B (kombinasi)
Bila tersedia, dapat menggunakan vaksin kombiasi ini. Selain lebih hemat, kesempatan untuk meningkatkan cakupan imunisasi lebih besar. - Thypoid Fever (Demam Tifoid)
Vaksin ini dianjurkan untuk semua orang dengan atau tanpa riwayat Demam Tifoid mengingat negara kita adalah negara endemis. - Pneumokokal Polisakarida (PPSV23)/ Pneumonia
Vaksinasi ini untuk semua orang berusia 60 tahun ke atas dan vaksinasi orang berusia 60 tahun ke bawah dengan kondisi perokok aktif, gangguan sistem pernapasan kronik (PPOK dan asma), gangguan sistem kardiovaskular, diabetes melitus, gagal ginjal kronik, sindroma nefrotik, gangguan hati kronik (termasuk sirosis), alkoholisme, implan koklea, kebocoran cairan serebrospinal, imunokompromais, asplenia, dan orang yang tinggal di panti jompo/tempat penampungan. - Pneumokokal Polisakarida (PPSV23)/ Pneumonia
Vaksinasi semua orang berusia 50 tahun ke atas. Diberikan kepada orang yang berusia 19 tahun ke atas dengan kondisi sebagai berikut: imunokompromais (immuno-defisiensi bawaan atau dapatan, HIV/AIDS, gagal ginjal kronis, sindroma nefrotik, leukemia, limfoma, hodgkin disease, kanker, immunosupresi iatrogenik, pasien yang mendapatkan transplantasi organ, mieloma multipel), asplenia fungsional atau anatomis (sickle cell disease/kelainan hemoglobin lain), pasien dengan implan koklea, dan kebocoran cairan serebrospinal. - Meningitis Meningokokal
Vaksin ini tidak diberikan secara rutin, hanya diberikan kepada calon jemaah haji atau umrah dan calon pelancong ke negara-negara tertentu sesuai dengan ketentuan yang berlaku. - Yellow Fever (Demam Kuning)
Vaksin ini tidak diberikan secara rutin dan hanya diberikan kepada calon pelancong ke negara-negara tertentu sesuai dengan ketentuan yang berlaku.
Nah, tunggu apalagi? Pencegahan lebih baik daripada pengobatan. Jangan tunggu hingga sakit, segeralah mendapatkan imunisasi ke rumah sakit terdekat. Semoga bermanfaat.
Baca juga:







