Ternyata Dokter Tidak Menganjurkan Si Kecil Di Bawah 1 Tahun untuk Minum Jus

Mam, adalah lumrah jika SI Kecil tertarik untuk selalu mencoba semua hal yang ada di depannya, apalagi jika benda tersebut mencolok dan berwarna cantik. Jus buah misalnya. Selain terlihat segar, warna-warni cantik yang berasal dari buah segar selalu berhasil menarik perhatian Si Kecil. Namun pertanyaannya, apakah Si Kecil, khususnya yang masih di bawah 1 tahun, sudah diperbolehkan meminum jus?

Dikutip dari situs web Deseret News dalam kategori InDepth, sekelompok dokter anak di Amerika Serikat menyatakan bahwa anak-anak berusia di bawah 1 tahun tidak dianjurkan untuk meminum jus buah. Hal tersebut didukung oleh laporan hasil penelitian American Academy of Pediatrics (AAP) yang menjelaskan bahwa jus buah mengandung gula dan kalori tinggi, sehingga berkontribusi terhadap kerusakan gigi (walaupun jus buah seringkali dianggap minuman yang menyehatkan).

Sama Seperti Meminum Soda

Lebih lanjut AAP menegaskan bahwa jus buah dengan kandungan gula dan kalori tinggi yang dimaksud bukan hanya jus-jus buah pabrikan yang biasa dijual di supermarket, melainkan jus yang berasal dari 100% buah segar asli. Drs. Melvin B. Heyman dan Steven A, Abrams, dalam laporan terbarunya, juga menjelaskan bahwa jus buah sebenarnya mengandung protein, mineral, kalium, vitamin, A, dan vitamin C yang tidak seberapa jumlahnya. Oleh karena itu, untuk Si Kecil yang masih bayi (usia di bawah 1 tahun) dan hanya membutuhkan ASI, jus dinilai tidak memberikan dampak positif yang signifikan.

Dijelaskan kembali dalam laporan yang dibuan Heyman dan Abrams, jus buah mengandung tiga jenis gula alami, yaitu fruktosa, sukrosa, dan glukosa. Jenis gula tersebut, yang apabila dikonsumsi secara rutin dan berlebihan, akan meningkatkan risiko kerusakan gigi. Dengan kata lain, mengonsumsi jus buah tidak jauh lebih baik daripada meminum soda. Dr. Yoni Freedhoff, seorang peneliti obesitas di Kanada, mengibaratkan jus buah seperti Coca-Cola yang ditambahkan vitamin dan mineral ke dalamnya. Walaupun terlihat sehat karena mengandung vitamin dan mineral, namun sebenarnya tidak berguna banyak bukan?

Tidak hanya untuk Si Kecil yang berusia di bawah 1 tahun, anak-anak balita yang meminum jus buah secara berlebihan juga berisiko terkenal diare, perut kembung, atau sakt perut.

Usia Tepat Memberikan Makanan untuk Si Kecil selain ASI

Mam pernah dengar pernyataan yang mengatakan bahwa para ibu yang baru melahirkan wajib memberikan ASI kepada Si Kecil hingga minimal 6 bulan? Ternyata, pernyataan tersebut bukan wacana semata lho, Mam. Sejak 1 Maret 2012, pemerintah bahkan telah menetapkan peraturan tersebut dan tertuang pada pasal 6 Peraturan Pemerintah (PP) nomor 33/2012 tentang Pemberian ASI Eksklusif. Dalam pasal tersebut tertulis bahwa “Setiap ibu yang melahirkan harus memberikan ASI Eksklusif kepada bayi yang dilahirkannya.”

Pada usia 0-6 bulan, Si Kecil belum memiliki enzim pencernaan yang sempurna sehingga makanan berupa ASI sudah lebih dari cukup bagi mereka. Selain itu, ASI juga mengandung semua jenis nutrisi yang dibutuhkan oleh Si Kecil, maka pemberian makanan dan minuman tambahan lain selain ASI tidak dianjurkan. Si Kecil mulai diperkenalkan Makanan Pendamping ASI (MP-ASI) setidaknya ketika usianya sudah melewati 6 bulan (sedangkan pemberian ASI sebaiknya dilanjutkan hingga usia 2 tahun).

Oleh sebab itu, jika Mam tetap ingin memberikan jus kepada Si Kecil, berikanlah ketika Si Kecil sudah melewati periode ASI ekslusif. Usahakan untuk memberikan mereka jus yang berasal dari 100% buah segar tanpa tambahan gula. Mam juga sebaiknya menuangkan jus tersebut dalam cangkir, bukan botol besar, untuk meminimalisir risiko kerusakan gigi. Batasi juga asupan jus Si Kecil hanya sampai 60-120 ml per hari.

 

Baca juga : 

10 Tips Menghadapi Kontraksi Palsu

Dari Ibu dan Mama untuk Ibu dan Mama. Sahabat terbaik yang mendengarkan, mengerti dan membantu ibu dan mama seluas Indonesia. Mari bergabung dengan komunitas kami!

Related Posts

Comments :