Tips Hadapi Bayi Demam Usai Imunisasi

bayi demam usai imunisasi

Imunisasi sudah semestinya diberikan kepada si Kecil guna menjauhkannya dari berbagai penyakit.  Usai pemberian imunisasi, beberapa bayi mengalami demam.  Hal ini kerap membuat sang ibu cemas jelang jadwal pemberian imunisasi anaknya.

Setiap orangtua sudah sepatutnya memperhatikan kesehatan anaknya.  Imunisasi merupakan salah satu cara yang dapat mengurangi risiko sakit, cacat, bahkan kematian pada bayi dan anak-anak.  Oleh karena itu, penting bagi orangtua untuk memberikan imunisasi pada anaknya sesuai dengan jadwal yang telah diberikan oleh dokter ataupun bidan.

Pada sebuah buku karangan Aziz Alimul berjudul Pengantar Ilmu Kesehatan Anak dan Kebidanan, dijelaskan bahwa imunisasi merupakan salah satu cara agar bayi kebal dari berbagai penyakit, sehingga bayi dapat tumbuh dengan sehat.  Imunisasi dilakukan dengan memasukkan vaksin tertentu ke dalam tubuh bayi.  Vaksin merupakan bahan perangsang pembentuk zat anti yang dapat mencegah suatu penyakit, yang dimasukkan ke dalam tubuh si Kecil, baik dengan suntikan, seperti pada vaksin BCG, DPT, campak, maupun melalui mulut seperti pada vaksin polio.

Ketahui jadwal imunisasi anak Anda sehingga pemberian vaksin tidak akan terlewat.  Terdapat lima imunisasi dasar lengkap (LIL) yang harus diberikan pada bayi di bawah usia 1 tahun.  Berikut jenis dan jadwal pemberian vaksin imunisasi dasar lengkap seperti disebutkan dalam pppl.depkes.go.id.

Umur Bayi

Jenis Imunisasi

≤ 7 hari Hepatitis B (HB) 0
1 bulan BCG, Polio 1
2 bulan DPT/HB 1, Polio 2
3 bulan DPT/HB 2, Polio 3
4 bulan DPT/HB 3, Polio 4
9 bulan Campak

Mam, jangan lupa untuk selalu memperhatikan buku KIA (Kesehatan Ibu dan Anak) yang menjadi panduan jadwal dan jenis imunisasi anak sehingga jadwal imunisasi si Kecil tidak terlewatkan.  Simpanlah buku panduan tersebut dengan baik, karena berisi berbagai informasi penting tentang tumbuh kembang bayi dan balita Anda.

Akan tetapi, beberapa bayi atau anak akan mengalami demam setelah di imun.  Kondisi ini membuat (banyak) ibu merasa kasihan karena si Kecil kemungkinan akan terlihat lesu, tidak berselera makan dan tidak seceria hari-hari biasanya.  Hal ini kerap membuat para ibu merasa cemas hingga ragu untuk memberikan imunisasi di jadwal selanjutnya.  Mam, demam tersebut merupakan salah satu bentuk reaksi tubuh terhadap toksin kuman yang sudah dilemahkan dan masuk ke dalam tubuh bayi atau anak, jadi jangan terlalu khawatir ya.  Selain itu, demam atau tidaknya anak juga tergantung oleh daya tahan tubuhnya, sehingga ada anak yang demam setelah diimunisasi, ada pula yang tidak.  Namun, kini sudah ada pilihan imunisasi yang tidak membuat si Kecil demam.

Hal penting yang harus diperhatikan saat menghadapi anak demam adalah jangan panik.  Anda harus tetap tenang sehingga Anda bisa segera melakukan beberapa tindakan untuk si Kecil.  Berikut beberapa tips yang bisa Anda lakukan saat si Kecil demam, seperti:

  • Perbanyak asupan cairan.
    Saat demam, bayi/anak Anda membutuhkan banyak asupan cairan.  Dengan pemberian cairan yang banyak akan membuat si Kecil buang air kecil.  Hal ini akan membantu menurunkan panas tubuhnya (yang dikeluarkan melalui air seninya saat pipis).  Karena itu, berikan ASI atau air putih sesering mungkin untuk membantu menurunkan panasnya.  Cairan terbaik bagi bayi terutama bayi di bawah usia 8 bulan adalah ASI.  Usai imunisasi, susui si Kecil lebih sering dari biasanya. 
  • Kompres dengan air hangat.
    Jika suhu tubuh si Kecil belum terlalu tinggi, yakni berkisar 380C, sebenarnya tidak perlu memberinya obat.  Tapi Anda bisa mengompres si Kecil menggunakan air hangat.  Gunakan handuk lembut atau waslap yang dicelupkan ke dalam air bersuhu 29-330C.  Kompres di bagian lipatan tubuh si Kecil, seperti ketiak, paha, dan leher.
  • Pakaikan pakaian yang nyaman.
    Ketika si Kecil demam, bukan berarti seluruh tubuh mereka ditutupi dengan pakaian tebal dan/atau selimut (saat di dalam ruangan).  Hal ini akan membuat si Kecil semakin tak nyaman dan semakin panas.  Pilihlah pakaian yang tidak tebal sehingga panas tubuhnya keluar. 
  • Pantau kondisi si Kecil secara berkala.
    Pantau suhu tubuh si Kecil secara berkala.  Gunakan termometer untuk mengukur suhu tubuhnya dan segera bawa ke dokter jika panasnya mencapai 390C (atau lebih) agar segera mendapatkan penanganan.
  • Memberinya obat penurun panas.
    Anda boleh memberi obat penurun panas jika demam yang dialami si Kecil melebihi 380C.  Namun pastikan dosisnya sesuai dengan anjuran dokter atau yang dianjurkan. 

Saat akan melakukan imunisasi, perhatikan kondisi kesehatan si Kecil.  Hindari melakukan imunisasi saat bayi sedang sakit, atau konsultasikan hal tersebut pada dokter anak Anda terlebih dahulu. 

Semoga bermanfaat ya, Mam.

Dewi Novianingsih, adalah seorang ibu yang gemar menulis. Ia pun tertarik pada dunia wanita dan parenting. Mama baru yang memilih menulis di sela-sela kesibukannya mengasuh buah hatinya ini pernah menjadi editor di beberapa penerbit dan agensi naskah selama 5 tahun. Kini, ia ingin berbagi bersama para ibu dengan tulisannya.

Related Posts

Comments :