Bila otak mulai buntu, terapi aroma rosemary ternyata dapat mengatasinya.
Aktivitas harian Anda mungkin sudah sangat melelahkan dan sering menimbulkan kejenuhan. Apalagi bila keadaan sekitar yang tidak kondusif, sehingga membuat segala pekerjaan Anda menjadi tidak optimal. Pernah merasakan saat-saat otak tidak mau bekerjasama dan ujung-ujungnya, Anda malah tambah kesal dan stres. Kalau ini yang terjadi, ada baiknya Anda lakukan terapi aroma rosemary.
Metode terapi aroma sebenarnya bukanlah hal yang baru. Bahkan, jenis terapi ini sudah dipraktekkan sejak 6000 tahun yang lalu, dan pada tahun 1920-an seorang kimiawan Perancis, Rene Maurice Gattefosse memperkenalkan istilah aromaterapi dalam penelitiannya yang menggunakan minyak esensial wewangian untuk penyembuhan.
Tetapi, bagaimana dengan aroma rosemary? Sebuah studi di Northumbria University menunjukkan bahwa aroma tumbuhan ini dapat meningkatkan fungsi otak, khususnya kinerja kognitif Anda. Unsur kimia 1,8-cineole yang terkandung dalam minyak esensial rosemary dikatakan berpotensi meningkatkan aspek-aspek kognitif sehingga membuat tingkat konsentrasi dan kinerja Anda meningkat. Hubungan antara unsur 1,8-cineole dengan mood memang tidak disebutkan lebih lanjut. Tidak ada bukti pasti yang menyebutkan bahwa unsur ini akan meningkatkan perhatian atau kewaspadaan, namun ada bukti signifikan antara tingkat akurasi dengan plasma 1,8-cineole. Tingkat akurasi ini yang dinilai dapat membangkitkan kembali energi positif sehingga otak terangsang untuk bekerja dan berkonsentrasi lebih baik.
Meski begitu, penggunaan minyak esensial dari aroma rosemary maupun aroma lain sebaiknya tidak dalam jumlah yang besar dan terus menerus. Tubuh Anda perlu juga menghirup udara bersih untuk kelancaran sistem pernapasan. Gunakan sesekali saja dan sesuaikan dengan kebutuhan.







