17 September diperingati sebagai Hari Palang Merah Indonesia (PMI). Salah satu kegiatan PMI yang paling dikenal adalah donor darah. Kegiatan tersebut mendatangkan banyak manfaat loh, terutama bagi kesehatan.
Tahukah Anda bahwa setiap kantong darah yang kita berikan terdiri beberapa sel dan cairan yang masing-masing memiliki keutamaan. Adapun sel dan cairan tersebut sebagai berikut:
- Sel darah merah
Membawa oksigen ke jaringan tubuh dan menghilangkan karbondioksida. - Sel darah putih
Memproduksi antibodi yang berguna untuk melindungi tubuh dari infeksi dan membantu membunuh kuman-kuman penyebab penyakit. - Platelet
Platelet atau rombosit adalah potongan terkecil dari sel darah yang terlepas dari sel besar yang ditemukan di sumsung tulang. Platelet membentuk gumpalan darah yang berguna untuk membantu menyembuhkan luka dan mencegah pendarahan. - Plasma
Cairan kekuningan yang terdapat dalam darah yang terdiri dari campuran air, protein, elektrolit, karbohidrat, kolesterol, hormon dan vitamin.
Dari darah yang Anda donasikan, terkadang ditransfer keseluruhan (whole blood) atau hanya diambil satu atau beberapa komponen saja tergantung kebutuhan pasien. Oleh karenanya, ada beberapa jenis transfusi darah, sebagai berikut:
- Transfusi sel darah merah
Transfusi sel darah merah biasanya diperlukan bagi mereka yang mengalami anemia (kekurangan sel darah merah). Mereka memerlukan pasokan sel darah merah untuk membawa oksigen ke seluruh sel dalam tubuh. Transfusi ini biasanya diperlukan apabila level hemoglobin lebih rendah dari batas normal (12-18 g/dL). Selain penderita anemia, jenis transfusi ini juga diperlukan selama atau sesudah operasi untuk mengganti darah yang hilang.
- Transfusi plasma
Proses transfusi plasma disebut aphresis atau plasmapheresis. Pendonor akan dihubungkan ke mesin yang memisahkan plasma dari darah dan memasukkan plasma ke wadah khusus. Mesin akan mengembalikan darah yang sudah dipisahkan dari plasma ke aliran darah pendonor. Plasma biasanya ditransfer ke pasien yang mengalami pendarahan karena darahnya tidak membeku sebagaimana mestinya dan mereka yang mengalami luka bakar serius. Pasien kanker juga perlu diberikan fresh frozen plasma apabila ia mengalami disseminated intravascular coagulation (DIC) yaitu suatu kondisi terbentuknya bekuan darah yang sangat banyak sehingga menyebabkan pendarahan hebat di seluruh tubuh.
- Transfusi platelet
Transfusi platelet biasanya dibutuhkan pasien kanker apabila sumsum tulang mereka tidak memproduksi cukup platelet. Hal ini terjadi karena sel sumsum tulang yang memproduksi platelet rusak akibat kemoterapi atau sel kanker. Jumlah platelet normal sekitar 150,000 – 400,000 per milimeter kubik (mm3), ketika jumlahnya berkurang pada level tertentu (biasanya 20,000/mm3), maka pasien berisiko mengalami pendarahan hebat. Untuk itu diperlukan transfusi platelet. Apabila platelet rendah namun tidak ditemukan gejala pendarahan, maka transfusi platelet kemungkinan tidak diperlukan.
- Transfusi sel darah putih
Pada awalnya, jenis transfusi ini biasanya diberikan pada pasien kanker yang memiliki sel darah putih rendah. Namun sekarang transfusi ini jarang dilakukan karena alasan tertentu, salah satunya ketidakjelasan apakah transfusi ini benar-benar membantu mengurangi risiko infeksi serius. Selain itu, transfusi ini dapat menyebabkan demam yang disebut febrile transfusion reaction. Transfusi sel darah putih juga terkadang dapat mengirimkan penyakit menular, seperti cytomegalovirus (CMV) yang berbahaya bagi orang yang memiliki sistem imun lemah.
Semoga artikel di atas bermanfaat ya, Mam.
Baca juga:







