Pilek dan flu menjadi salah satu penyakit yang paling mudah menyerang masyarakat Indonesia. Dengan iklim yang mudah sekali berubah-ubah, virus yang mengakibatkan pilek dan flu akan mudah sekali menyerang. Beberapa orang menganggap bahwa pilek dan flu adalah penyakit yang sama karena memang gejalanya mirip. Padahal, dilihat dari gejalanya dan penanggulangannya, pilek dan flu ini berbeda.
Namun, yang namanya penyakit, pilek dan flu tetap mempunyai resiko yang sangat besar jika tidak segera diobati. Banyak sekali kasus yang mulanya hanya sakit pilek atau flu, kemudian berujung kematian karena tidak segera ditangani. Nah, sekarang kita akan membahas apa saja perbedaan dari penyakit pilek dan flu, serta bagaimana cara menanganinya.
Gejala Pilek
Ada beberapa gejala pilek yang biasanya menyerang, pertama yaitu sakit tenggorokan akibat radang. Biasanya, radang akan menghilang selama beberapa hari, maksimal dua hari setelah sakit pertama muncul. Gejala kedua yang biasanya muncul setelah radang atau berbarengan dengan radang adalah bersin, hidung meler, atau tersumbat. Setelah radang dan hidung tersumbat, gejala selanjutnya adalah batuk.
Biasanya, orang yang terserang gejala pilek sangat jarang terkena demam. Namun, ada beberapa orang yang terkena deman ketika pilek datang. Jika Mam mengalami nyeri di seluruh tubuh, itu adalah gejala dari flu. Gejala pilek ini jika tidak segera diobati biasanya akan meningkat menjadi gejala flu. Tentu baik gejala flu maupun pilek, jika tidak segera ditangani, akan berbahaya bagi kesehatan. Umumnya, gejala pilek ini hanya berlangsung selama maksimal satu minggu.
Gejala Flu
Gejala flu sebenarnya hampir sama dengan gejala pilek, tetapi intensitasnya lebih tinggi daripada gejala pilek. Gejala pilek seperti radang, hidung tersumbat, sampai batuk akan terjadi, tetapi gejalanya lebih kuat. Lalu, gejala flu ini ditambah dengan kepala pusing, nyeri otot di seluruh tubuh, meriang (badan menggigil kedinginan), dan demam.
Gejala flu gampang sekali menular, Mam, apalagi 2-3 hari setelah flu terjadi. Orang di sekitar Mam, jika tidak dalam kondisi yang fit, biasanya akan gampang tertular pilek atau batuk. Istirahat yang cukup dan minum obat anti flu atau pergi ke dokter jika memang parah, ya. Jika langsung mengobati gejala flu ini, flu akan hilang dalam waktu maksimal satu minggu.
Bagaimana Mengobati Pilek atau Flu?
Hal pertama yang harus Mam lakukan adalah mengidentifikasi, sakit apakah Mam sebenarnya. Apakah hanya batuk pilek tanpa disertai deman atau meriang? Atau justru gabungan dari semua penyakit tersebut? Setelah itu, coba ukur temperatur badan. Jika tubuh demam, biasanya Mam akan terjangkit flu karena penderita pilek jarang terkena demam.
Bagi sebagian banyak orang, mengobati pilek dan flu dilakukan dengan obat antibiotik. Padahal, gejala flu ataupun pilek ini dikarenakan virus, bukan bakteri. Jika Mam mempunyai obat khusus penyakit flu atau pilek yang menjadi langganan keluarga, Mam bisa mengomsumsinya untuk pengobatan pertama. Namun, jika setelah beberapa hari gejala pilek atau flu tidak kunjung hilang, Mam bisa segera periksa ke dokter.
Jika Mam sudah merasakan gejala pilek ataupun flu, sebaiknya Mam langsung memperbanyak istirahat dan minum air putih. Karena dengan air putih, cairan yang keluar akibat pilek ataupun air kencing akan tergantikan. Sekali lagi, jangan terlalu meremehkan penyakit pilek maupun flu yang menghampiri tubuh ya, Mam.







