Demi mendapatkan berat badan yang ideal, banyak kaum hawa yang rela melakukan diet. Beragam tips diet pun banyak beredar dan banyak juga yang merasakan hasilnya. Salah satu yang paling populer adalah diet golongan darah. Diet ini merupakan diet yang dilakukan berdasarkan golongan darah. Seseorang dengan golongan darah tertentu memiliki menu makanan yang berbeda. Selain itu, diet golongan darah juga mengatur jenis olahraga yang cocok untuk golongan darah tersebut.
Sayangnya, meski banyak orang yang melakukan diet golongan darah, diet ini masih menjadi kontroversi karena belum terbukti secara ilmiah. Pertanyaan besar pun timbul, seberapa efektifkah diet golongan darah?
Pengertian Diet Golongan Darah
Sebelum mengulas seberapa efektif diet ini, ada baiknya apabila Mam mengetahui sejarah diet golongan darah ini. Penggagasnya adalah Peter D’Adamo, seorang dokter naturopati. D’Adamo meyakini bahwa setiap golongan darah memiliki sistem pencernaan yang berbeda.
Tiap golongan darah, secara teori, mencerna lektin secara berbeda. Lektin sendiri merupakan sejenis protein dimana apabila kandungan lektin dari makanan tidak sesuai dengan golongan darah akan memicu kelainan pada pencernaan dan metabolisme tubuh bahkan memicu penyakit seperti kanker.
Dari sanalah dibuat penggolongan kategori makanan antara lain makanan yang bersifat menguntungkan, netral, hingga yang harus dihindari. Netral dianggap sebagai asupan untuk tubuh, yang menguntungkan bekerja sebagai obat, sedangkan yang harus dihindari dianggap sebagai racun.
Selain makanan, diet golongan darah juga menyarankan bagaimana seharusnya olahraga yang dilakukan oleh seseorang. Orang dengan golongan darah O disarankan untuk melakukan olahraga yang membutuhkan kekuatan, seperti berlari. Untuk golongan darah A, olahraga menenangkan seperti golf dan yoga paling cocok. Golongan darah B disarankan untuk melakukan olahraga dengan intensitas menengah seperti berjalan dan tenis. Sedangkan AB cocok untuk melakukan olahraga yang menenangkan dan intensitas menengah.
Risiko Diet Golongan Darah
Layaknya program diet lain, diet ini juga memiliki risiko tersendiri dan tidak dianjurkan bila seseorang menderita penyakit tertentu. Seperti yang kita tahu, pola makan yang diatur dalam diet golongan darah hanya didasarkan oleh satu faktor, yakni golongan darah. Padahal, faktor-faktor seperti kondisi kesehatan seseorang juga mampu membawa risiko tersendiri.
Kemungkinan besar, keberhasilan penurunan berat badan dengan diet golongan darah terjadi karena pelakunya mengurangi konsumsi makanan kurang sehat dan siap saji yang mengandung banyak gula. Intinya, bukan golongan darah yang menentukan, tapi lebih karena pilihan makanan.
Namun, pembatasan makanan seperti ini seperti pedang bermata dua, dapat bermanfaat dapat juga merugikan. Seseorang bisa saja mengalami malnutrisi akibat kekurangan zat makanan penting tertentu. Beberapa efek samping seperti osteoporosis karena kekurangan kalsium, anemia karena kekurangan zat besi, hingga beragam defisiensi vitamin dapat terjadi dengan pembatasan jenis makanan seperti yang dilakukan oleh pelaku diet golongan darah.
Dasar-Dasar Diet Penggolongan Darah
Untuk melakukan diet golongan darah, caranya cukup mudah. Ketahui golongan darah Mam, kemudian terapkan peraturan pembatasan makanan dan olahraga yang disarankan. Berikut ini adalah peraturan dasar yang dibagi berdasarkan golongan darah.
Golongan Darah O
Pemilik golongan darah O biasanya rentan terkena alergi, gangguan lambung, dan risiko nyeri sendi. Makanan yang disarankan adalah sayuran hijau, makanan rendah karbohidrat, dan tinggi protein. Batasi untuk konsumsi biji-bijian, roti, dan kacang-kacangan.
Golongan Darah A
Mudah stress dan sistem pencernaan yang relatif sensitif adalah yang sering dirasakan oleh golongan darah A. Disarankan untuk mengkonsumsi makanan berkadar karbohidrat tinggi namun rendah lemak. Sangat dianjurkan untuk menjadi vegetarian dengan mengkonsumsi protein nabati dan sayuran organik.
Golongan Darah B
Golongan darah B termasuk yang memiliki pencernaan sensitif. Uniknya, mereka memiliki sistem kekebalan yang mudah beradaptasi. B boleh makan apa saja dengan memperbanyak asupan protein. Hindari untuk mengkonsumsi ayam, gandum, jagung, dan kacang-kacangan.
Golongan Darah AB
AB sangat rentan dengan serangan penyakit saluran pernafasan, telinga, dan sinus. Disarankan untuk mengkonsumsi seafood, tahu, dan susu. Hindari makan daging merah dan daging ayam juga batasi karbohidrat yang dikonsumsi.
Itulah tadi bagaimana pandangan umum tentang diet golongan darah. Dengan demikian, diharapkan Mam dapat mempertimbangkan apakah akan melakukan diet ini atau tidak. Selama Mam melakukannya dengan baik dan benar dan mempertimbangkan risiko yang ada, diet golongan darah patut untuk dicoba demi mendapatkan berat badan yang diinginkan.