Memiliki anak penderita asma tak ayal membuat orangtua khawatir. Apalagi jika orangtua tidak bisa selalu di sampingnya saat anak bersekolah. Padahal, di sekolah ada mata pelajaran olahraga yang harus diikuti anak. Olahraga yang membuat anak terlalu lelah dapat memicu kambuhnya asma, namun bukan berarti anak penderita asma tidak boleh berolahraga.
Penyakit asma bisa menyerang siapa saja, termasuk anak-anak. Penyakit ini memang biasanya diidap oleh seseorang karena faktor keturunan, namun bisa pula terjadi pada anak tanpa riwayat keluarga mengidap penyakit yang sama. Jika keluarga tidak ada yang mengidap penyakit asma, bisa jadi anak menderita asma karena faktor lingkungan, yakni lingkungan yang tidak bersih, banyak debu, dan asap rokok yang mengganggu saluran pernapasannya.
Supaya anak tumbuh sehat tanpa asma, orangtua harus menjaga kebersihan rumah dan menjauhkannya dari asap rokok. Kasihan bukan, kalau setiap hari anak harus menghirup debu dan asap rokok? Seringkali kita dibuat jengkel oleh ulah orang lain yang membahayakan anak kita, misalnya saat di kendaraan umum, ada penumpang yang tanpa merasa bersalah merokok di depan kita yang sedang membawa anak kecil. Hal ini bisa membuat si kecil terkena dampaknya, yakni asap rokok yang berakibat pada asma.
Jika anak memang sudah memiliki penyakit asma, orangtua harus memberikan perhatian lebih kepadanya. Orangtua pun harus menjaga kebersihan rumah dari debu supaya anak tak menghirup udara kotor yang memicu asmanya kambuh, menjauhkannya dari hewan peliharaan, dan selalu mengontrol aktivitas anak. Jika anak di rumah, mungkin ibu lebih mudah untuk memperhatikannya dan mengontrol aktivitasnya, tapi bagaimana jika anak di luar rumah, terutama di sekolah?
Aktivitas anak di sekolah, belajar, dan bermain dengan temannya tak ayal membuat ibu khawatir jika sewaktu-waktu penyakit asmanya kambuh. Saat anak di sekolah, orangtua terkadang kesulitan memantau anak, misalnya bermain di lapangan sekolah yang berisiko terkena debu. Belum lagi, ada salah satu mata pelajaran yang harus diikuti seluruh siswanya, yakni olahraga. Padahal, anak penderita asma bisa kambuh kapan saja ketika ia terlalu capek karena kelelahan beraktivitas, seperti melakukan olahraga yang menguras energi. Tentu hal ini membuat orangtua khawatir.
Mata pelajaran olahraga di sekolah seperti lari jarak jauh, lompat jauh, dan sepakbola seringkali membuat anak kelelahan. Namun, bukan berarti orangtua harus melarang anaknya melakukan aktivitas olahraga. Dengan berolahraga, anak penderita asma pun akan lebih sehat dan memiliki tubuh yang bugar, tentunya dengan olahraga yang tepat dan tidak memperburuk kondisinya. Bahkan, dengan berolahraga secara teratur, otot jantung dan paru-paru akan lebih kuat dan dapat mengurangi kambuhnya penyakit ini. Supaya ibu tidak khawatir penyakit asma anaknya akan kambuh di sekolah saat mengikuti aktivitas olahraga, ada tips yang bisa dicoba. Simak ya Bu!
- Diskusi dengan dokter anak
Ibu bisa menanyakan kepada dokter saat memeriksakan anak mengenai olahraga yang bisa dilakukan anak. Tanyakan pula olahraga yang sebaiknya tidak dilakukan karena akan membahayakan asmanya. Dengan anjuran dokter ini, tentu Anda tak khawatir lagi saat anak melakukan olahraga tertentu yang tidak membahayakan. - Cari tahu dari media masa dan internet
Kini sudah banyak informasi yang bisa didapatkan baik dari majalah, surat kabar, hingga internet. Yang paling mudah dan cepat adalah melalui internet. Anda tinggal klik di google kata kunci tertentu, maka informasi yang diinginkan pun sudah didapat. Mudah bukan? Dari internet atau majalah, ibu bisa mencari tahu olahraga apa yang aman untuk anak ibu serta yang berisiko. Selain itu, banyak pula informasi lain yang bisa ibu peroleh menyoal asma pada anak-anak, dari pencegahan dan pengobatannya. - Libatkan pihak sekolah
Berkunjung ke sekolah anak dan bertemu dengan wali kelas atau kepala sekolah bisa dilakukan. Diskusikan dengan wali kelas atau kepala sekolah mengenai penyakit asma yang diderita oleh anak ibu yang akan berpengaruh pada aktivitasnya di pelajaran olahraga. Karena tidak semua praktik olahraga yang diajarkan bisa diikuti. Dari sana, pihak sekolah akan memberikan kebijakan supaya mata pelajaran olahraga yang diikuti anak tidak berisiko terhadap asma yang dideritanya. - Beri tahu anak untuk melakukan olahraga yang tepat baginya
Sakit asma bukan berarti lantas tidak melakukan olahraga sama sekali. Olahraga tentu akan membuat badan sehat, asal olahraga yang dilakukan tepat. Beberapa olahraga yang bisa dilakukan oleh anak, misalnya jalan-jalan ringan, bersepeda santai, dan golf. Ibu harus memberikan penjelasan kepada anak bahwa tidak semua olahraga bisa dilakukannya, seperti sepakbola, lari, dan kasti karena akan berbahaya baginya. - Bawa inhaler ke sekolah
Inhaler dapat membantu anak untuk mencegah serangan asma yang sewaktu-waktu datang. Saat lelah dan merasakan gejala susah bernapas, bisa menggunakan inhaler sehingga bisa mengurangi keluhan saat asma kambuh.
Sekarang, ibu tak perlu khawatir berlebihan dengan olahraga yang dilakukan anak di sekolah.







