IbudanMama

5 Hal yang Harus Diperhatikan Sebelum Membuat Kartu Kredit Pertama

Berjalannya waktu diiringi dengan semakin meningkatnya kebutuhan rumah tangga. Terlebih jika Si Kecil mulai memasuki usia sekolah, pasti biaya yang harus disiapkan akan ikut bertambah. Kartu kredit pun menjadi alternatif yang menarik untuk dicoba. Apalagi kini rasanya semakin banyak produk yang hanya bisa dibayar menggunakan kartu kredit. Sebelum Mam melangkah ke bank dan mengajukan kartu kredit pertama, perhatikan dulu beberapa hal penting berikut ini, ya.

Tidak Semua Bank Mau Menerima

Ketika mengajukan kartu kredit, pihak bank akan memeriksa riwayat penggunaan kredit untuk mengambil keputusan. Namun, bagaimana jika ini adalah pengajuan kartu kredit pertama Mam? Karena alasan tersebut, tidak semua bank mau menerima pengajuan kartu kredit pertama. Oleh sebab itu, sebaiknya Mam melakukan riset kecil-kecilan untuk mengetahui bank mana saja yang “ramah” terhadap pengajuan kartu kredit pertama. Jika ada teman atau keluarga yang pernah melakukannya, tidak ada salahnya untuk meminta saran mereka. Mam bisa bertanya apa saja hal-hal yang harus dilakukan agar pengajuan kartu kredit pertama bisa diterima.

Tentukan Tujuan Penggunaan Kartu Kredit

Penggunaan kartu kredit memang membawa berbagai keuntungan tersendiri, tetapi Mam tetap tidak boleh lupa bahwa bantuan yang diberikan bersifat utang dan Mam harus melunasinya melalui cicilan berbunga. Semakin sering Mam menggunakan kartu kredit, semakin banyak pula jumlah cicilan yang harus Mam lunasi. Oleh sebab itu, sejak awal tentukan dulu tujuan dari pengajuan kartu kredit. Pastikan pula bahwa tujuan tersebut sudah mengedepankan kebutuhan daripada keinginan. Adanya tujuan akan menjaga Mam untuk terus menggunakan kartu kredit sesuai kebutuhan dan tidak tergiur untuk memuaskan berbagai keinginan yang mungkin belum diperlukan.

Pastikan Riwayat Keuangan Aman

Hanya karena sebelumnya tidak pernah memiliki kartu kredit, bukan berarti Mam bebas dari pinjaman dalam bentuk lain, kan? Pihak bank akan tetap memeriksa riwayat keuangan Mam, termasuk misalnya utang-utang yang dikeluarkan untuk membeli rumah, keperluan bisnis, dan lain sebagainya. Selama tidak pernah mengalami kredit macet, kemungkinan besar pengajuan kartu kredit pertama Mam akan diterima. Artinya, Mam selalu melakukan pembayaran tagihan pinjaman dengan lancar dan tepat waktu. Riwayat keuangan bisa dibilang menjadi aspek paling penting yang digunakan oleh pihak bank untuk mengambil keputusan. 

Suku Bunga Kartu Kredit

Pembayaran cicilan tagihan kartu kredit disertai dengan suku bunga tertentu yang ditetapkan oleh pihak bank. Setiap bank memiliki ketentuan masing-masing terkait dengan suku bunga, tetapi umumnya jumlahnya berkisar pada angka 2,75%-3%. Karenanya, mengetahui jumlah suku bunga yang ditetapkan masing-masing bank menjadi hal yang penting sehingga Mam bisa mempertimbangkan kemampuan Mam dalam melunasi cicilan tagihan ke depannya. Jika memang kondisi finansial saat ini belum memungkinkan, sebaiknya Mam menunda keinginan untuk mengajukan kartu kredit pertama.

Melengkapi Persyaratan Pengajuan

Sudah mantap dengan keputusan untuk mengajukan kartu kredit pertama dan menemukan bank yang tepat? Saatnya Mam mendatangi bank yang dipilih untuk melengkapi proses pengajuan. Biasanya, Mam akan diminta untuk mengisi formulir setelah seluruh syarat terpenuhi. Persyaratan yang diajukan oleh mayoritas bank biasanya tidak akan jauh berbeda. Misalnya, usia minimal pengajuan kartu kredit adalah 21 tahun dengan pendapatan minimal Rp 3 juta per bulan. Mam juga biasanya akan diminta untuk menyerahkan salinan KTP, slip gaji atau Surat Keterangan Penghasilan (SKP), dan salinan NPWP.

 

Karena penggunaan kartu kredit tidak terlepas dari kepentingan keluarga dan rumah tangga, jangan lupa untuk berdiskusi dengan Ayah ya, Mam. Bahkan apabila perlu, Mam bisa mengajak Ayah untuk ke bank bersama. Siapa tahu ada keputusan yang harus diambil secara cepat dan melibatkan pendapat Ayah.