Kenali Ciri Bullying Di Tempat Kerja

Awalnya Anda nyaman-nyaman saja dengan kehidupan di kantor. Namun, lama-kelamaan Anda merasa bahwa atasan atau teman kerja mulai menjadi semakin menuntut dengan menyuruh Anda mengerjakan hal-hal yang tidak semestinya Anda kerjakan. Hati-hati, Anda bisa jadi korban bullying di tempat kerja!

Bullying ternyata bukan saja menjadi milik ABG-ABG labil yang masih berada di tingkat SMA ataupun universitas. Ternyata, sikap bullying ini bisa jadi masih ada di tempat bekerja. Lingkungan kerja yang dinamis biasanya akan memberikan ruang agar Anda mampu menuangkan kreativitas untuk kemajuan diri Anda dan perusahaan. Idealnya, persaingan sehat terjadi di sini. Namun, tentu pada praktiknya kenyataan tidak berbanding lurus dengan hal yang ‘ideal’.

Nyatanya lingkungan dinamis juga memunculkan sikut-menyikut yang patut diperhatikan, apalagi yang cenderung tidak sehat. Studi oleh French National Institute for Health and Medical Research menunjukkan bahwa bahwa setidaknya 1 dari 10 pekerja mengalami ‘sikap tak bersahabat’ di lingkungan kerja setidaknya 1 kali dalam seminggu. Hasil studi yang dilakukan oleh American Psychological Association juga memperlihatkan bahwa 75-80 persen karyawan pernah mengalami perlakuan kasar di tempat kerja.

Bullying memiliki beberapa pemicu, salah satunya adalah perbedaan kekuasaan antara pelaku bullying dan korban bullying. Dalam struktur hierarki kantor, contoh jelas dari hal ini adalah ketika atasan atau senior Anda mem-bully Anda karena memang ia merasa lebih kuat dibandingkan Anda. Ketika Anda tidak melawan, ia merasa puas. Namun ketika Anda melawan, jangan coba-coba jika Anda belum siap mempunyai karier yang baru.

Yang membuat perlakuan bullying di kantor menjadi sulit dideteksi adalah seringkali tindakan tersebut tidak bisa dibedakan, apakah perlakuan kasar yang dilontarkan merupakan bentuk bullying yang sesungguhnya, ataukah itu sifatnya sementara, misalnya karena mood yang sedang buruk. Beberapa perlakuan yang bisa jadi merupakan tanda-tanda bullying adalah meneriaki seseorang di depan publik, menyabotase pekerjaan, menikam dari belakang, hingga hal-hal yang lebih tersembunyi, misalnya sengaja terlambat menghadiri rapat ataupun mengabaikan Anda di kantor hingga dengan sengaja tidak mengundang Anda untuk menghadiri acara tertentu.

Untuk bisa mencegah hal ini terjadi pada Anda, ada beberapa hal yang bisa Anda lakukan:


Lingkungan kerja yang sehat
Dari awal, buatlah komitmen apa yang boleh dan tidak boleh dilakukan agar lingkungan kerja Anda tetap sehat dan menyenangkan. Berusahalah untuk selalu berkomitmen dengan apa yang sudah disepakati bersama di awal.


Pendekatan Internal
Pelatihan yang berhubungan dengan keadaan internal kantor terkadang dianggap sebelah mata. Cobalah mulai mengubah pikiran itu. Mendatangkan mentor atau expert yang mampu untuk memberikan pelatihan mengenai bullying bisa menjadi salah satu solusi karena tidak jarang karyawan atau Anda sendiri melakukan tindakan bullying namun tidak menyadarinya.


Komunikasi yang baik
Komunikasi interpersonal yang baik dan terbuka akan jauh lebih menyelesaikan masalah dibandingkan tindakan-tindakan kasar secara sembunyi-sembunyi. Daripada mengacuhkan orang yang bertindak salah atau menyebalkan, lebih baik menegurnya dengan baik, bukan?


Kesadaran bahwa perilaku tersebut tidak baik
Berikan edukasi kepada semua anggota kantor mengenai perilaku bullying. Karena banyak yang tidak menyadari bahwa bullying bisa merusak suasana kantor secara keseluruhan, bukan hanya sekadar menghancurkan hubungan personal dengan seseorang. Iklim kantor yang tidak menyenangkan tentun akan berpengaruh pada produktivitas karyawan, bukan?

Kontributor yang ingin berbagi pengetahuan dengan Ibu dan Mama.

Related Posts

Comments :