Hidup adalah perjuangan, terkadang apa yang didambakan tidak kunjung terjadi. Tapi, sampai kapankah Anda harus terus bertahan atau malah seharusnya sudah belajar melepaskan?
Saat segala usaha yang Anda lakukan tidak membuahkan hasil yang berarti, pikiran untuk menyerah pun mulai muncul dalam benak Anda. Hal itu tidak sepenuhnya buruk, karena ada saatnya di mana Anda harus melepaskan beberapa hal, untuk bisa mendapatkan sesuatu yang baru, atau bahkan yang lebih baik. Namun pertanyaannya: kapan Anda saatnya untuk melepaskan? Poin-poin berikut ini mungkin bisa membantu menjawab pertanyaan Anda.
Dengarkan Kata Hati
Apapun yang Anda lakukan dalam kehidupan, memang seharusnya dilakukan dengan tujuan kebahagiaan Anda. Anda memang tidak bisa menghindari segala kemungkinan yang dapat membuat Anda merasa kecewa, marah, ataupun sedih sesekali, tetapi selama hal tersebut masih mendatangkan kebahagiaan, artinya hal tersebut masih pantas untuk dipertahankan. Coba bersikap jujur dengan bertanya pada diri Anda: apakah Anda benar-benar bahagia dengan semua itu?
Keluar Dari Zona Nyaman
Coba analisa kembali, apakah yang Anda pertahankan selama ini berdasarkan keberanian menerima tantangan atau hanya karena Anda takut merasa kehilangan? Jika ternyata yang Anda rasakan diakibatkan alasan yang kedua, berarti Anda harus segera mengubah pandangan hidup Anda sendiri. Kuncinya adalah jangan takut mengalami perubahan. Segala sesuatu yang baru memang terlihat menakutkan dan sulit pada awalnya, but you will get used to it in no time.
Evaluasi Tujuan Akhir
Saatnya Anda mengevaluasi diri sendiri mengenai seberapa besar usaha Anda dalam mewujudkan apa yang Anda inginkan. Terkadang Anda merasa telah melakukan segalanya dengan maksimal, padahal yang Anda lakukan hanya mengulang cara yang sama, lagi dan lagi. Ketika Anda gagal dengan satu cara, move on to another strategy. Perkaya pengetahuan serta bersikap terbuka akan kritik dan masukan dari banyak orang. Jika apa yang telah Anda lakukan ternyata benar-benar tidak membuahkan hasil, mungkin sudah waktunya Anda berpikir, “This is not for me.”
Tentukan Batas Waktu
Sudah berapa lama Anda berpegang teguh pada keinginan Anda? Berapa lama waktu yang sudah Anda lewati untuk mengusahakan dan mempertahankan hal tersebut? Periode juga bisa menjadi tolak ukur apakah Anda masih pantas memperjuangkan mimpi Anda. Jika ternyata sudah berlangsung terlalu lama, coba lihat kembali seberapa besar kemajuan yang telah terjadi. Nothing of value comes easily and instantly, tapi kalau ternyata tidak ada kemajuan atau yang terjadi malahan kemunduran, tinggalkan hal itu sekarang juga dan segera pikirkan opsi lainnya.
“When one door of happiness closes, another one opens; but often we look so long at the closed door that we do not see the one which had been opened for us.” Kalimat yang diucapkan oleh Helen Keller ini sangat inspiratif bagi banyak orang—termasuk Anda. Banyak pilihan dan kesempatan yang bisa saja Anda lewatkan hanya karena satu hal yang nyatanya tidak sesuai untuk Anda. Think carefully, mommies!







02 Feb 2013
Penulis Kontributor IbudanMama
0 Komentar











