Perlukah Bergabung dengan Arisan?

Mam, suka berkumpul dengan teman-teman secara rutin? Jika iya, mengapa tidak mengubahnya menjadi sebuah arisan saja? Jadi, Mam dan teman-teman menyerahkan sejumlah uang untuk disimpan oleh bendahara. Uang tersebut akan diberikan kepada pihak yang namanya keluar dari hasil undian. Jangka waktunya pun disesuaikan dengan kesepakatan seluruh pihak. Cukup menggiurkan, bukan? Tetapi, jangan asal bergabung dengan sembarang arisan, Mam. Bisa-bisa nanti Mam justru kewalahan!

 

Beda Arisan, Beda Tujuan

Sebelum bergabung dengan suatu arisan, tentukan tujuan yang hendak Mam capai melalui arisan tersebut. Mungkin Mam berniat untuk membeli ponsel, membangun rumah, atau hal-hal lainnya. Apapun itu, hitung dengan cermat agar Mam tahu berapa banyak jumlah dan waktu arisan yang harus diikuti agar tujuan cepat tercapai. Tapi, tidak ada salahnya jika tujuan Mam ikut arisan hanya untuk melepas penat dan menikmati waktu bersama teman-teman.

Memperluas Jaringan Pertemanan

Selain sebagai ajang menabung, arisan juga dimanfaatkan oleh banyak orang untuk bersosialisasi. Bertemu dengan teman-teman tentu akan menambah wawasan Mam tentang banyak informasi baru. Siapa tahu Mam jadi dapat berkenalan dengan relasi dari teman-teman Mam. Jika Mam merupakan seorang wirausaha, Mam bisa sekaligus mempromosikan produk yang Mam jual. Konsumen Mam pun bertambah dengan sendirinya.

Sesuaikan dengan Kemampuan

Saat arisan, Mam diminta untuk menyerahkan sejumlah uang tertentu pada bendahara selama jangka waktu yang telah ditentukan—bahkan setelah nama Mam keluar dari undian. Mam pun dilatih untuk disiplin dan bertanggung jawab. Itulah mengapa Mam harus memilih jenis arisan yang sesuai dengan kemampuan dan kebutuhan finansial. Jangan sampai Mam mengundurkan diri di tengah arisan karena hal tersebut dapat merugikan peserta lain.

Dua Arisan Cukup

Meski kondisi finansial memungkinkan Mam untuk mengikuti beberapa arisan sekaligus, Joy Roesma, penulis buku tentang arisan berjudul Kocok!, menyarankan bahwa dua arisan saja sudah cukup. Terlalu banyak ikut arisan hanya akan membuat Mam kewalahan dalam mengurusnya. Joy sendiri termasuk salah satu wanita yang hanya mengikuti dua arisan, yakni arisan bersama 25 orang temannya dan arisan sosial yang berlangsung di sebuah panti asuhan.

Bagaimana, Mam? Jika tertarik untuk bergabung dengan arisan, jangan lupa untuk menghitung ulang pendapatan dan pengeluaran bulanan Mam. Dengan begitu, Mam akan mengetahui kemampuan Mam dalam membayar arisan setiap bulannya. Ingat, Mam, arisan memakan waktu jangka panjang sesuai dengan jumlah peserta arisan tersebut. Selamat arisan, Mam!

Dari Ibu dan Mama untuk Ibu dan Mama. Sahabat terbaik yang mendengarkan, mengerti dan membantu ibu dan mama seluas Indonesia. Mari bergabung dengan komunitas kami!

Related Posts

Comments :