Gula yang berlebihan dapat berdampak buruk bagi kesehatan bayi. Ibu sebaiknya menghindari pemberian gula untuk si Kecil.
Kini si Kecil sudah mendapatkan makanan lain selain ASI, yakni MPASI. Ibu pun kini bertambah tugas baru, yakni memasak dan menyuapinya setiap hari. Namun, dalam memberikan MPASI bayi, sebaiknya tak boleh sembarangan. Pilihkan bahan makanan bergizi untuk mendukung pertumbuhan dan perkembangannya. Penggunaan bumbu sebaiknya juga dihindari. Selain garam, Ibu juga tidak perlu menambahkan gula dalam mengolah bubur, puree buah, dan MPASI lain untuk si Kecil. Banyak Ibu yang masih menambahkan gula saat membuatkan puree atau jus buah untuk si Kecil agar rasanya manis dan bayi lahap memakannya. Padahal, hal ini bisa berpengaruh pada kesehatan bayi jangka panjang.
Biarkan bayi mengenal cita rasa alami dari berbagai makanan yang dikonsumsinya, misalnya rasa manis asli dari buah-buahan maupun rasa hambar pada sayuran. Tidak seperti orang dewasa, sayuran yang berasa hambar akan berasa enak untuk bayi. Hal ini karena orang dewasa sudah terbiasa mengonsumsi makanan manis ataupun asin. Penambahan gula pada MPASI bayi akan mematikan cita rasa buah, sayuran, maupun bubur yang dimakannya. Akhirnya, bayi tidak memiliki perbendaharaan cita rasa dari beragam makanan yang dikonsumsinya. Dengan tidak menambahkan gula pada makanan bayi, akan melatih kepekaan syarafnya, sehingga tidak membuatnya ketagihan terhadap makanan-makanan berasa manis.
Pemberian gula berlebihan pada bayi bisa berdampak buruk untuk kesehatannya. Berikut ini beberapa dampak yang sebaiknya Ibu ketahui:
- Obesitas
Obesitas tak hanya masalah kesehatan yang dapat diderita orang dewasa, bayi dan anak-anak pun bisa mengalaminya. Asupan gula berlebih pada bayi akan menambah jumlah kalori pada menu kesehariannya. Jika tidak terkendali, dapat memicu terjadinya kegemukan atau obesitas. Berbagai penyakit berbahaya lain bisa diderita anak karena obesitas, seperti jantung, diabetes, dan juga kanker. - Karies gigi
Bayi yang sejak awal MPASI sudah diperkenalkan dengan gula dan makanan berasa manis, akan membuatnya ketagihan dengan makanan yang berasa manis. Ia pun akan lebih suka dengan makanan berasa manis dan tak jarang menolak makanan berasa hambar. Jika bayi sering mengonsumsi makanan manis, akan berisiko terhadap kesehatan giginya seperti terjadinya karies gigi. Risiko akan semakin besar jika bayi terbiasa minum air gula dari botolnya. - Diabetes
Kasus diabetes pada anak terus meningkat. Hal ini bisa terjadi karena pola makan yang buruk. Tingginya asupan gula pada makanan anak-anak disinyalir menjadi penyebab anak mengalami diabetes. Anak yang semenjak bayi sudah dikenalkan dengan gula, akan lebih menyukai makanan manis sehingga berisiko mengalami diabetes.
Baca juga:







