IbudanMama

5 Gejala Bayi Cacingan

Cacingan memang sering dialami anak-anak berusia balita. Namun, bayi juga bisa mengalaminya. Jangan sepelekan jika bayi mengalami cacingan karena bisa berpengaruh pada pertumbuhan dan perkembangannya.

Anak-anak usia balita senang sekali bermain dengan berbagai media, termasuk tanah. Mereka betah bermain rumah-rumahan, orang-orangan, dan sebagainya menggunakan tanah meskipun tangan dan bajunya kotor. Hal inilah yang membuat balita rentan terinfeksi cacing. Tanah yang tercemar telur cacing menempel di tangannya. Usai bermain tanah, terkadang tangannya masih kotor atau tak mencuci tangan hingga bersih dan dipakainya untuk makan, akhirnya telur cacing masuk ke dalam pencernaannya.

Ternyata tak hanya balita yang bisa terinfeksi cacing, bayi berusia 0-1 tahun yang belum bisa bermain tanah pun bisa mengalaminya. Lantas, bagaimana bayi bisa terinfeksi cacing? Bayi bisa terinfeksi cacing karena lingkungan yang kurang higienis dan kurangnya kesadaran orang tua dalam menjaga kebersihan. Hati-hati Bu, karena pertumbuhan dan perkembangan bayi akan terganggu jika mengalami cacingan. Cacing yang hidup di tubuh bayi akan menyerap sari makanan yang seharusnya menjadi nutrisinya dalam menunjang pertumbuhan dan perkembangannya.

Berikut ini beberapa gejala bayi yang mengalami cacingan.

Ada beberapa kiat yang dapat Ibu lakukan untuk menghindarkan bayi dari cacingan yang kapan saja dapat dialaminya. Berikut ini kiatnya.