Hindari Membawa Bayi Sakit Naik Pesawat

Sebelum mengajak bayi bepergian naik pesawat, sebaiknya pastikan kondisinya sehat. Tunda rencana bepergian Anda jika bayi sakit.

Anda mungkin tengah merencanakan bepergian ke luar kota bersama keluarga, yakni liburan atau mengunjungi orang tua. Karena jarak yang jauh, transportasi yang dipilih adalah pesawat. Namun, menjelang keberangkatan, tiba-tiba bayi Anda sakit. Meskipun perjalanan dengan pesawat sesuai tujuan Anda tidak memakan waktu hingga berjam-jam, sebaiknya pertimbangkan mengajak bayi bepergian naik pesawat. Bayangkan, saat tubuh Anda sehat dan bugar, naik pesawat tentu tidak akan menjadi masalah. Namun, ketika kurang sehat, tentu membuat perjalanan menjadi tidak nyaman. Jika hal ini terjadi pada bayi, tentu saja juga membuatnya tak nyaman, apalagi tubuhnya belum sekuat orang dewasa.

Tidak seperti orang dewasa, bayi memang masih rentan sakit karena daya tahan tubuhnya yang belum optimal. Sakit seperti demam, flu, batuk, dan pilek paling sering dialaminya. Jika Anda memaksakan kondisi bayi yang tengah sakit untuk bepergian naik pesawat, bisa berisiko terhadap kesehatannya. Sayangnya, beberapa orang tua seringkali tidak memperhatikannya karena menganggap sakit yang dialami bayi bukan penyakit yang mengkhawatirkan untuk diajak bepergian naik pesawat.

Jika bayi tengah sakit, sebaiknya segera dibawa ke dokter untuk mendapatkan pengobatan sebelum diajak bepergian. Konsultasikan dengan dokter terlebih dahulu mengenai rencana mengajaknya naik pesawat dengan kondisi kesehatannya saat itu. Orang tua perlu mengetahui beberapa risiko naik pesawat di saat bayi tengah sakit. Beberapa risiko tersebut adalah sebagai berikut:

  • Sinusitis
    Meskipun bukan penyakit yang serius, mengajak bayi naik pesawat saat sedang flu bisa berdampak buruk terhadap kesehatannya. Saat tengah take off atau landing, akan membuat bayi tak nyaman. Selain itu, perbedaan tekanan udara bisa menimbulkan masalah pada gendang telinga yang lama-kelamaan menjadi penyebab sinusitis.
  • Dehidrasi
    Demam memang masih sering dialami bayi. Saat demam, tak jarang membuatnya lemas dan tak seaktif biasanya. Saat suhu tubuh tinggi dan terjadi demam, tubuh bayi akan mengeluarkan banyak cairan. Hal ini bisa membuat bayi mengalami dehidrasi. Jika dehidrasi yang dialaminya tidak segera teratasi, dapat berdampak kejang hingga berakibat fatal. Saat tengah perjalanan naik pesawat, Anda akan memiliki keterbatasan untuk mengatasi demam pada bayi, bahkan mengatasi dehidrasi yang mungkin saja dialaminya.
  • Kekurangan oksigen
    Kadar oksigen yang dihirup akan semakin berkurang seiring tingginya pesawat di udara. Bayi yang tengah sakit dan tidak mendapat suplai oksigen yang cukup, kondisinya akan semakin memburuk. Bahkan bisa berdampak fatal.

Saat si Kecil sedang sakit, ia akan kerap gelisah dan rewel. Berikut beberapa tips untuk mengatasi bayi yang rewel saat naik pesawat:

  1. Ganti popok bayi sesaat sebelum naik pesawat
    Mengganti popok sesaat sebelum naik pesawat akan memberikan kenyamanan bagi bayi. Biasanya jika popoknya basah atau sudah penuh akan membuatnya rewel.
  1. Bersikap tenang
    Saat tiba-tiba bayi menangis hebat di dalam pesawat, cobalah untuk tidak panik. Bayi biasanya sensitif terhadap kondisi emosional ibunya. Jika Anda tenang, kerewelan bayi akan lebih mudah diatasi.
  1. Camilan dan minuman favorit anak
    Bawakan camilan dan minuman kesukaan anak supaya perutnya tak kosong. Camilan ini juga dapat membuatnya lebih tenang sehingga menikmati perjalanannya. Untuk minuman, Anda dapat membawa ASIP dalam botol.
  1. Pilih tempat duduk yang tepat
    Dengan memilih tempat duduk di dekat jendela, Anda dapat menghibur bayi yang tengah menangis dengan menunjukkan pemandangan di luar jendela kepadanya, seperti pohon, rumah, jalan, dan sebagainya.
  1. Lakukan kebiasaan meredakan tangis bayi jika memungkinkan
    Mungkin Anda biasanya mendiamkan bayi rewel dengan jalan-jalan. Jika memungkinkan, hal ini bisa Anda coba di dalam pesawat. Anda dapat berjalan-jalan di gang pesawat setelah memastikan pesawat dalam keadaan aman.
  1. Jangan tolak bantuan
    Saat bayi menangis hebat dan Anda susah mendiamkannya, mungkin ada penumpang lain di dekat Anda yang ingin membantu mengatasi kerewelan bayi. Tidak ada salahnya Anda menerima bantuannya, asalkan bayi dalam keadaan aman.

Semoga bermanfaat.

 

 

Baca juga:

Dewi Novianingsih, adalah seorang ibu yang gemar menulis. Ia pun tertarik pada dunia wanita dan parenting. Mama baru yang memilih menulis di sela-sela kesibukannya mengasuh buah hatinya ini pernah menjadi editor di beberapa penerbit dan agensi naskah selama 5 tahun. Kini, ia ingin berbagi bersama para ibu dengan tulisannya.

Related Posts

Comments :