Mengatasi Bayi Bau Tangan

Menggendong bayi memang dapat memberi rasa aman dan nyaman bagi bayi, namun jika dibiasakan dapat membuatnya manja dan terus-menerus ingin digendong. Bayi yang ingin terus-menerus digendong dikenal dengan istilah ‘bau tangan’.

Setelah menjadi seorang ibu, hari-hari Anda kini sibuk mengurus bayi. Tak jarang, Anda dibuat lelah karena si Kecil rewel. Mintanya digendong terus-menerus. Jika sebentar saja Anda baringkan di boks bayinya, ia menangis hebat. Akhirnya, Anda tak tega dan menggendongnya terus-terusan. Hal ini seringkali membuat Anda tak bisa mengerjakan aktivitas lain, seperti bersih-bersih rumah dan memasak.

Orang tua zaman dulu sering mengatakan, jika anak sering digendong, akan membuatnya ‘bau tangan’. Jika si Kecil memang ingin terus-menerus digendong, sebaiknya Anda tak perlu cemas. Pahami perkembangan bayi terlebih dahulu, selama belum memiliki kemampuan untuk banyak bergerak dan berpindah posisi sendiri, bayi memang membutuhkan bantuan orang lain terutama ibunya. Bayi akan merasa nyaman dan aman saat digendong oleh orang yang menyayanginya. Secara psikis, bayi akan merasa lebih dekat dengan orang yang sering menggendongnya.

Apakah Anda harus selalu menggendong bayi saat menangis?
Saat si Kecil menangis, biasanya ibu langsung memeluk dan menggendongnya. Hal ini bisa menjadi kebiasaan yang membuatnya manja dan ingin terus-menerus digendong. Padahal, si Kecil yang menangis tidak melulu ingin digendong. Ia menangis karena belum bisa berbicara dan ingin berkomunikasi dengan orang lain. Beberapa hal bisa saja membuatnya menangis, seperti haus ingin menyusu, tidak nyaman, mengantuk, lapar, atau kedinginan. Sebagai orang terdekatnya, Anda harus mengenali dan memahami arti tangisan bayi. Saat si Kecil menangis dan sudah beberapa jam tidak menyusu, segera beri ASI. Anda juga perlu mengecek popok dan segera menggantinya tanpa menunggu penuh karena sering membuat anak tidak nyaman dan berujung rewel.

Bagaimana mengatasi bayi ‘bau tangan’?
Menggendong dalam kondisi tertentu bisa menjadi wujud perlindungan seorang ibu terhadap bayi. Namun, tak perlu dibiasakan jika anak sudah merasa terlindungi dan tidak ingin mengajaknya bergerak atau melakukan mobilisasi.

Ada beberapa cara yang bisa dilakukan supaya bayi Anda tidak manja dan terus-menerus ingin digendong.

  • Menggendong untuk hal-hal yang membuatnya perlu digendong, seperti ketika Anda sudah membaringkannya lama, kebutuhan mobilisasi, anak merasa takut saat berada di tempat baru atau bertemu dengan orang yang asing baginya.
  • Memahami tangisan si Kecil dan tidak buru-buru menggendongnya ketika menangis.
  • Ketika bayi mulai bisa berjalan, beri kesempatan kepadanya untuk berjalan sendiri, Anda dapat mendampingi atau menuntunnya.
  • Menghibur dan mengalihkan perhatian bayi saat menangis, misalnya mengajaknya bermain cilukba, menunjukkan mainannya, memperdengarkan bunyi-bunyian yang disukainya, dan sebagainya.

Semoga bermanfaat.

 

 

Baca juga:

Dewi Novianingsih, adalah seorang ibu yang gemar menulis. Ia pun tertarik pada dunia wanita dan parenting. Mama baru yang memilih menulis di sela-sela kesibukannya mengasuh buah hatinya ini pernah menjadi editor di beberapa penerbit dan agensi naskah selama 5 tahun. Kini, ia ingin berbagi bersama para ibu dengan tulisannya.

Related Posts

Comments :