Merawat bayi baru lahir menjadi kesibukan Mam usai melahirkan. Salah satu bagian penting dalam merawat bayi adalah merawat kulitnya.
Si kecil yang baru saja lahir begitu menggemaskan. Kini Anda mulai sibuk menyusui dan merawatnya. Kulit bayi yang masih sangat sensitif dan begitu lembut harus mendapatkan perhatian ekstra. Terlebih, bayi baru lahir kerap mengalami pipi merah, ruam popok, dan alergi.
Dalam merawat kulit bayi, beberapa ibu sering dibuat bingung oleh mitos yang berkembang dalam masyarakat. Padahal, bisa jadi mitos ini berdampak buruk bagi kesehatan kulit si Kecil. Beberapa mitos berikut ini berhubungan dengan perawatan kulit bayi yang sebaiknya Anda ketahui.
- Tanda lahir tanda rezeki
Beberapa bayi lahir dengan tanda lahir yang sering disebut toh. Ada yang berwarna merah atau sering disebut strawberry hemangioma ada yang berwarna biru yang disebut kavernosum hemangioma. Sebagian masyarakat masih mempercayai mitos bahwa tanda lahir merupakan rezeki, sehingga dibiarkan saja dan tidak dilakukan pemeriksaan atau pengobatan. Tanda lahir ini merupakan jenis tumor jinak yang diakibatkan oleh berlebihnya pertumbuhan pembuluh darah. Tak jarang, anak menjadi malu karena tanda lahir yang dimilikinya.
- Mencuci baju bayi dengan mesin cuci bisa membuat kulitnya merah
Masih ada sebagian orang tua yang percaya bahwa baju bayi tak boleh dicuci dengan mesin cuci karena bisa membuat kulitnya merah-merah. Hal ini hanyalah sebuah mitos yang tidak bisa dibuktikan. Hanya saja, baju-baju bayi memang terbuat dari bahan lembut dengan kancing kecil-kecil. Terkadang, baju bayi cepat rusak atau kancingnya terlepas saat dicuci dengan mesin cuci. Selain itu, noda popok kain yang terkena poop memang akan lebih bersih dicuci dengan tangan.
- Terkena ASI bisa membuat pipinya merah
Banyak yang masih mempercayai bahwa kulit memerah di sekitar pipi si Kecil karena terkena cipratan ASI saat menyusu. Hal ini tidaklah benar karena kulit memerah pada pipi si Kecil merupakan eksim susu atau yang sering disebut dermatitis atopi. Penyebabnya bukan karena cipratan ASI, tetapi karena alergi atau terkena debu. Sehingga Anda tak perlu menghentikan pemberian ASI.
- Mandi siang bisa menyebabkan biang keringat
Jika selama ini Anda mempercayai bahwa memandikan bayi di siang hari saat cuaca panas dapat membuatnya terkena biang keringat, itu hanyalah mitos. Biang keringat terjadi karena penyumbatan saluran kelenjar keringat bukan karena memandikan bayi di siang hari.
Semoga bermanfaat, Mam.
Baca juga:







