Nutrisi untuk Bayi Berat Lahir Rendah

Setiap bayi terlahir dengan berat badan yang berbeda satu dengan lainnya. Pada bayi yang terlahir dengan berat badan kurang tentu saja harus mendapatkan perhatian khusus.

Rata-rata bayi lahir dengan berat badan di antara 2500-4500 gram. Namun, ada juga bayi yang terlahir dengan berat badan 1500-2500 gram atau dikatakan Bayi Berat Lahir Rendah (BBLR). Dalam kondisi berat bayi lahir rendah, bayi perlu mendapatkan perhatian ekstra. Ada beberapa penyebab yang menentukan berat badan bayi saat lahir yang perlu Ibu ketahui, yakni sebagai berikut:

  • Faktor genetik
  • Kesehatan ibu selama kehamilan
  • Nutrisi ibu selama kehamilan

Setiap Ibu tentu saja ingin melahirkan bayi dalam kondisi sehat dengan berat badan normal. Berat badan bayi saat lahir, yakni rendah maupun kurang akan berdampak pada kesehatan bayi di masa depan.

Anda tak perlu terlalu khawatir saat bayi terlahir dengan berat badan rendah, asalkan bisa merawatnya. Yang perlu diperhatikan selanjutnya, adalah berat badan yang sebaiknya dicapai setelah bayi lahir. Dibutuhkan kesabaran dalam merawat bayi dengan berat badan rendah. Bayi baru lahir dengan berat badan rendah harus benar-benar dijaga suhu tubuhnya karena rentan mengalami hipotermia. Bayi berat lahir rendah memiliki cadangan lemak di bawah kulit yang tipis dan pusat pengatur panas yang belum sempurna. Supaya suhu tubuhnya tetap normal, Ibu dapat sering memeluk dan menggendongnya atau menggunakan metode kanguru.

Bayi lahir dengan berat badan rendah membutuhkan banyak nutrisi agar berat badannya segera normal. Tak jarang, bayi lahir dengan berat badan rendah seringkali cepat lelah dan sering tersedak saat mengisap ASI. Hal ini menjadi penyebab bayi menjadi malas minum. Ibu tentu saja ingin si Kecil mendapatkan nutrisi terbaik dan cukup sehingga dapat mencapai berat badan normal sesuai usianya. Berikut ini beberapa hal menyangkut pemberian nutrisi untuk bayi berat lahir rendah (BBLR).

  • Pilih ASI
    ASI tetap menjadi pilihan nutrisi utama untuk bayi dengan berat lahir rendah karena keunggulan yang dimilikinya.
  • Beri ASI sedikit-sedikit namun sering
    Segera setelah bayi lahir, Ibu dapat menyusuinya. Namun, Ibu perlu memperhatikan kemampuannya menyusu. Jika bayi belum mampu menyusu dengan baik, Anda bisa memerah ASI dan memberikannya sedikit demi sedikit dengan intensitas yang sering.
  • Gunakan sendok kecil atau pipet jika kemampuan mengisapnya masih lemah
    Bayi yang lahir dengan berat lahir rendah seringkali malas minum dan kemampuan mengisapnya masih lemah. Hal ini bisa Anda siasati dengan memerah ASI dan memberikannya melalui pipet atau sendok kecil supaya bayi tetap mendapatkan asupan nutrisi yang cukup.
  • Pemberian susu formula berdasarkan rekomendasi dokter
    Kebutuhan nutrisi bayi dengan BBLR memang berbeda dengan bayi normal pada umumnya. Bayi dengan BBLR yang kurang minum dapat mengalami ikterus atau kuning. Pemberian susu formula pada bayi dengan BBLR sebaiknya mendapatkan rekomendasi dari dokter.

 

 

Baca juga:

Dewi Novianingsih, adalah seorang ibu yang gemar menulis. Ia pun tertarik pada dunia wanita dan parenting. Mama baru yang memilih menulis di sela-sela kesibukannya mengasuh buah hatinya ini pernah menjadi editor di beberapa penerbit dan agensi naskah selama 5 tahun. Kini, ia ingin berbagi bersama para ibu dengan tulisannya.

Related Posts

Comments :