Sudden Infant Death Syndrome (SIDS) adalah kematian mendadak bayi berusia kurang dari satu tahun yang tidak dapat dijelaskan penyebabnya walaupun sudah dilakukan penyelidikan menyeluruh termasuk otopsi lengkap ataupun ulasan sejarah klinis. Di Amerika, SIDS merupakan penyebab utama kematian pada bayi berusia 1- 12 bulan. Sindrom ini merupakan mimpi buruk bagi orang tua yang sudah mengetahui mengenai SIDS karena kematian ini terjadi pada bayi yang sehat. Kematian ini umumnya terjadi pada saat bayi sedang tidur.
Yang berisiko mengalami SIDS antara lain:
- Bayi yang lahir prematur (kurang dari 37 minggu)
- Bayi yang berat badannya kurang ketika dilahirkan
- Bayi laki-laki. Sebanyak 60% bayi yang terkena SIDS adalah laki-laki, walaupun tidak ada penelitian yang membuktikan hubungan gender dengan SIDS.
- Bayi yang memiliki kadar Neurotransmitter Serotonin rendah pada bagian otak, medula oblongata (normalnya = 101-283 nanogram/milliliter). Medula oblongata berfungsi mengontrol pernapasan, suhu tubuh, tekanan darah, dan detak jantung. Keadaan ini terjadi akibat faktor genetik.
Cara mengantisipasi agar bayi tidak mengalami SIDS adalah dengan mengurangi faktor risikonya. Berikut tips yang bisa dilakukan untuk mencegah SIDS:
- Tidurkan si Kecil terlentang. Posisi si Kecil yang tidur miring memungkinkan mereka tertidur tengkurap dengan wajah menghadap kasur. Jika demikian, si Kecil bisa saja mengalami henti napas.
- Tempat tidur yang kokoh, tidak ada mainan yang lembut-lembut atau selimut. Untuk mencegah sesak nafas, tidurkan anak di atas kasur dengan permukaan yang keras atau kokoh. Jangan menaruh sesuatu di atas tempat tidur si Kecil seperti selimut, bantal, dll; yang diperlukan adalah bahan-bahan dengan ukuran yang pas (fit).
- Jangan merokok di dekat bayi.
- Biarkan si Kecil tidur dekat Anda, tetapi tidak di tempat tidur yang sama. Penelitian menyatakan, bayi yang tidur sekamar dengan orang tua cenderung memiliki risiko lebih rendah mengalami SIDS, tetapi jangan menidurkan si Kecil dekat dengan anak yang lain untuk menghindari risiko terkena lengan atau tendangan.
- Berikan ASI pada si Kecil , namun usahakan jangan menyusui sambil tidur karena dapat menyebabkan ASI masuk ke saluran pernapasan, bukan ke saluran pencernaan.
- Setelah menyusui si Kecil, jangan lupa untuk menyendawakannya atau disendawakan di tengah proses pemberian ASI. Cara ini dilakukan agar cairan udara yang ikut tertelan oleh si Kecil pada saat menyusu keluar dari dalam perutnya, sehingga ia tidak akan gumoh. Gumoh dapat menyebabkan cairan gumoh tersebut masuk ke dalam saluran pernapasan.
- Berilah imunisasi kepada si Kecil.
- Cobalah menggunakan kompeng / empeng / pacifier untuk menidurkan si Kecil. Ada beberapa hal yang harus dipertimbangkan dalam menggunakan kompeng:
- Jika menyusui, tunggulah hingga si Kecil berusia setidaknya 1 bulan sebelum menggunakan kompeng.
- Jangan dipaksa jika si Kecil tidak ingin menggunakannya.
- Pakaikan kompeng pada mulut anak saat hendak menidurkannya tetapi jangan dipakaikan saat si Kecil sudah tidur.
- Kompeng harus tetap bersih. Jika rusak, segeralah mengganti dengan yang baru.
- Jangan melapisi kompeng dengan madu, alkohol atau bahan lain.
- Jagalah agar si Kecil tidak kepanasan. Pakaikan si Kecil pakaian yang ringan dan nyaman saat hendak tidur dan jagalah temperatur ruangan agar tetap nyaman.
- Carilah informasi terhadap produk yang mengaku dapat mengurangi risiko SIDS. Lebih baik menghindari produk-produk yang mengaku dapat menurunkan risiko si Kecil mengalami SIDS karena kebanyakan belum dapat dibuktikan.
- Jangan memberikan madu kepada si Kecil berusia 1 tahun karena madu dapat menyebabkan keracunan pada bayi.
Semoga bermanfaat.
Baca juga:







