Kejang dapat dialami oleh anak ketika sedang demam. Orang tua biasanya akan panik jika si Kecil mengalaminya. Masih banyak orang tua yang tidak mengerti apa yang harus segera dilakukan saat anak mengalami kejang demam.
Kejang yang dialami si Kecil saat demam menjadi hal yang menakutkan bagi beberapa orang tua. Kejang demam atau yang sering disebut stuip atau step terjadi akibat kontraksi otot secara berlebihan dalam waktu tertentu dan tak bisa dikendalikan. Penyebabnya adalah kenaikan suhu tubuh anak, yakni melebihi 380 C.
Kejang demam akan terjadi pada 1 di antara 30 anak yang tengah mengalami demam. Kejang demam ini dapat berulang jika usia pertama anak saat mengalaminya masih di bawah 1 tahun. Selain itu, kejang demam memiliki risiko berulang apabila ada riwayat kejang demam pada keluarga dan dialami anak ketika suhu tubuhnya tidak terlalu tinggi.
Selain demam, beberapa gejala yang biasanya dialami anak saat kejang demam adalah sebagai berikut:
- Gigi terkatup
- Kaki, tangan, dan tubuhnya kaku
- Kehilangan kesadaran atau pingsan
- Kepala anak terkulai ke belakang diikuti gerakan kejut yang cukup kuat dan kejang-kejang
- Kulit pucat dan terlihat kebiruan
- Bola mata terbalik ke atas
- Terkadang disertai muntah
- Terkadang pada beberapa anak mengalami napas berhenti beberapa saat
- Tidak dapat mengontrol buang air besar dan kecil
Anda sebaiknya tidak panik saat kejang demam melanda si Kecil, supaya dapat segera melakukan penanganan. Dengan penanganan yang cepat dan tepat, kejang demam yang terjadi dalam waktu singkat tidak berdampak pada gangguan fungsi otak. Pertolongan pertama yang dapat dilakukan jika anak mengalami kejang demam adalah sebagai berikut:
- Pindahkan benda-benda berbahaya di sekitar anak untuk menghindari cedera.
- Miringkan posisi anak supaya tidak tersedak jika ada makanan di dalam mulutnya.
- Hindari memasukkan benda ke dalam mulutnya di antara sela gigi, seperti sendok supaya aliran oksigen tidak terhambat.
- Memberikan obat penurun panas dan antikejang (yang diberikan melalui anus) dan telah diresepkan oleh dokter.
- Berikan banyak cairan untuk menghindarkan anak dari dehidrasi, bisa dengan lebih sering menyusuinya, memberinya air putih, jus buah, atau makanan berkuah.
Sebaiknya langsung bawa si Kecil ke dokter untuk dilakukan pemeriksaan, terutama jika kejang berulang dan terjadi lebih dari 5 menit, suhu tubuhnya melebihi 400C, anak susah bernapas, dan tidak segera sadarkan diri setelah kejang berakhir.
Baca juga:







