IbudanMama

4 Metode Melatih Anak Belajar Membaca

Mengajari anak belajar membaca menjadi salah satu tugas Mam untuk menyiapkan kemampuan anak menyongsong bangku sekolah dasar. Metode belajar membaca yang menyenangkan akan membuat anak tidak bosan dalam berlatih.

Belajar membaca bagi anak usia dini memang masih menjadi perdebatan. Di satu sisi, kurikulum PAUD mengisyaratkan bahwa anak usia dini belum boleh diajarkan calistung (membaca, menulis, dan berhitung). Di sisi lain, tak jarang sekolah dasar menjadikan membaca bagian dari kemampuan yang harus dikuasai saat menyeleksi anak didiknya. Akhirnya, sebagian TK ada yang sudah mengenalkan murid-muridnya kemampuan membaca, ada juga yang mengikuti sistem pendidikan dengan menitikberatkan pada aktivitas bermain.

Untuk menyiapkan si Kecil memasuki bangku Sekolah Dasar, banyak Ibu yang melatih anak belajar membaca secara mandiri. Namun, sebelum mengajari anak membaca, ada beberapa hal yang perlu diperhatikan, yakni:

Beberapa metode belajar membaca yang dapat Anda gunakan adalah sebagai berikut.

  1. Menggunakan gambar
    Gambar biasanya lebih mudah dimengerti anak. Pilih gambar yang dekat dengan dunia anak-anak, seperti gambar binatang, misalnya sapi, kuda, rusa atau barang perlengkapannya, misalnya topi, baju, dasi, dan lain-lain. Gambar yang berwarna-warni juga akan membuatnya semakin tertarik. Cara ini juga sekaligus memberikan pemahaman kepada anak bahwa kata-kata yang dibacanya memiliki makna seperti dalam gambar.
  1. Metode suku kata
    Cara ini dilakukan secara langsung mengenalkan suku kata kepada anak dengan menggabungkan konsonan dan vokal, misalnya ‘ma’ ‘ba’ bukan dengan mengeja. Pada metode ini, anak disarankan tidak perlu menghafal abjad terlebih dahulu sehingga langsung dilatih suku kata.
    Contoh:
    a ca a
    a ca ca a
    ca ca ca ca
  1. Metode fonik (bunyi)
    Metode ini dilakukan dengan mengenalkan anak pada bunyi-bunyian, seperti ‘aa’, ‘t’, ‘s’, ‘ss’, ‘zz’. Pada cara ini, anak tidak diajari dengan nama-nama huruf terlebih dulu. Namun, bunyi-bunyi huruf selanjutnya akan berkait dengan lambang-lambang huruf. Setelah mengetahui hubungan huruf dengan bunyinya, kemudian dilatih menerapkannya pada suku kata, misalnya ‘ba’, ‘ta’, ‘sa’, ‘za’, dan sebagainya. Selanjutnya melatihnya dengan menggabungkan suku kata menjadi kata, seperti ‘babi’, ‘mama’, ‘papa’.
  1. Metode flash card
    Flash card merupakan kartu bergambar yang dilengkapi dengan kata-kata. Metode ini dikenalkan oleh Glen Doman, seorang ahli bedah otak. Dasar metode ini adalah melatih anak mengasosiakan antara gambar dengan kata-kata. Caranya, lakukan dengan menunjukkan gambar dan menyebutkan kata pada kartu selama 2-4 detik, kemudian biarkan anak menirunya. Sebagai contoh, ambil kartu bergambar semangka, lalu suruh anak mengambil warna semangka pada kelompok kartu warna, contoh lain tunjukkan kartu bergambar ayah dan suruh anak mengambil kartu pada kelompok baju yang sering digunakan ayah.

Semoga bermanfaat.

 

 

Baca juga: