Stres kapan saja dapat dialami oleh anak, termasuk saat usianya masih balita. Kondisi tersebut tak bisa dibiarkan karena dapat berpengaruh pada perkembangan mental dan kesehatannya.
Stres memang membuat si Kecil belajar cara menyelesaikan masalah. Namun, bukan berarti Anda terus membiarkan anak sering mengalami stres. Stres tak hanya terjadi pada anak-anak usia sekolah, si Kecil yang masih berusia balita pun bisa juga mengalaminya.
Pada si Kecil yang masih berusia balita, ketidakmampuannya melakukan sesuatu dapat memicu terjadinya stres. Sebagai contoh, saat teman-temannya sudah lihai menggunakan sepeda roda dua sementara ia belum bisa menggunakan. Hal ini bisa membuatnya stres. Ditambah dengan ejekan teman-temannya.
Sebenarnya ada beberapa cara yang dapat Anda ajarkan kepada si Kecil untuk membuatnya tidak mudah stres. Berikut ini caranya:
- Mengajari anak cara memecahkan masalah
Latih anak cara menyelesaikan masalah semenjak usianya masih kecil. Selain itu, tekankan kepadanya untuk selalu berpikir positif bahwa segala sesuatu yang dihadapinya dapat dicari jalan keluarnya. Jelaskan pula bahwa ada beberapa hal yang tidak perlu membuatnya cemas secara berlebihan. Dengan cara ini, akan membuat si Kecil tidak mudah stres saat menghadapi rintangan.
- Latih anak mengungkapkan perasaannya
Biasakan si Kecil untuk bercerita dan mengungkapkan perasaannya. Anda sebaiknya sering bertanya kepada anak mengenai apa saja yang dilakukannya, mengapa ia sedih atau senang, sehingga membuatnya terbiasa bercerita mengenai segala sesuatu yang dialaminya. Hal ini tentu saja memudahkan Anda dalam memberi solusi saat anak tengah mengalami masalah.
- Dorong anak untuk terus aktif beraktivitas
Berikan motivasi kepada si Kecil untuk aktif menjalankan aktivitasnya, seperti berolahraga atau menjalankan hobinya. Hal ini akan membuatnya lebih sehat dan terhibur.
- Menerapkan pola asuh positif
Pola asuh yang tepat juga berpengaruh pada cara si Kecil menghadapi masalah. Jika Anda membiasakan si Kecil mandiri, tidak memanjakan, dan bertanggung jawab, anak akan lebih siap dalam menghadapi masalah dan rintangan.
- Mengajari balita membuat jadwal kegiatan sehari-hari
Latih si Kecil membuat jadwal kegiatan atau rutinitas sehari-hari, dari mulai bangun pagi hingga jelang tidur di malam hari. Dengan cara ini, si Kecil sudah terbiasa hidup teratur dan disiplin, sehingga tidak membuatnya mudah stres dan lelah dalam menjalankan aktivitasnya sehari-hari.
- Menerima kekurangan dan kelebihan anak
Setiap anak memiliki kelebihan dan kekurangan. Terkadang orang tua memaksakan si Kecil untuk menguasai sesuatu, padahal ia belum bisa melakukannya. Akhirnya bisa membuatnya stres. Dalam hal ini, orang tua sebaiknya menyesuaikan dengan kondisi dan kemampuan anak.
Semoga bermanfaat.
Baca juga:







