Anak-anak berusia balita suka sekali makan pedas. Hal ini seringkali membuat orang tua khawatir jika sampai mengganggu kesehatannya.
Beberapa orang tua memang sering merasa khawatir jika si Kecil sering makan makanan pedas. Mereka takut kebiasaan tersebut berdampak buruk bagi kesehatannya. Namun, ada juga orang tua lain yang justru merasa bangga dengan kebiasaan anaknya.
- Muncul karena kebiasaan yang ditirunya
Kebiasaan si Kecil makan pedas sebenarnya didapatkan dari hasil meniru orang lain. Usia balita adalah masa-masa senang meniru. Jika setiap hari ia melihat kebiasaan orang tua atau keluarganya makan pedas dengan mudah akan ditirunya. Selain itu, jika teman-teman bermainnya juga terbiasa mengonsumsi makanan pedas, maka si Kecil pun ikut menirunya. Awalnya, si Kecil mungkin mencoba-coba saja, lama-lama suka dan menjadi kebiasaan. - Apakah konsumsi makanan pedas berbahaya bagi anak usia balita?
Sebagian ahli menyarankan untuk menghindarkan makanan pedas pada balita sebelum usianya lebih besar. Hal ini karena kekhawatiran akan dampak makanan pedas bagi kesehatan anak. Makanan pedas bisa menimbulkan iritasi pada saluran cerna. Iritasi saluran cerna dapat menjadi penyebab anak merasa mulas, sakit perut, dan diare. Kebiasaan anak makan makanan pedas biasanya memang susah dihentikan. Tak jarang frekuensi dan kadarnya semakin meningkat seiring meningkatnya batas toleransi terhadap rasa pedas tersebut. Anak-anak yang sudah terlanjur suka makanan pedas membuatnya kurang berselera jika makan makanan tanpa rasa pedas. Beberapa ahli lain ternyata tidak melarang anak makan makanan pedas. Mereka berpendapat bahwa anak yang berusia lebih dari 2 tahun sudah boleh makan makanan yang sedikit pedas dan bervariasi. Sistem pencernaan mereka sudah cukup sempurna dan siap untuk mengolah makanan pedas. Tak hanya itu, anak-anak juga akan mendapat beragam manfaat dari cabai si pemilik rasa pedas, yakni kandungan vitamin C yang cukup tinggi dan juga menambah nafsu makan. - Ibu harus tetap waspada
Jika si Kecil memang suka makan makanan pedas, sebaiknya Ibu tetap waspada. Coba perhatikan kondisi kesehatan si Kecil setelah mengonsumsi makanan pedas. Pastikan ia tidak sakit perut maupun diare. Jika hal ini terjadi, hindarkan si Kecil dari makanan pedas sampai kondisi kesehatannya membaik. Selanjutnya, Ibu dapat menasihatinya untuk mengurangi makan makanan pedas.
Semoga bermanfaat.
Baca juga:







