Mie instan memang menjadi makanan enak dan praktis karena mudah disajikan. Tak hanya orang dewasa, anak-anak berusia balita pun menyukainya.
Tak dapat dipungkiri, bahwa mie instan memang makanan kegemaran segala usia. Hal ini karena rasanya enak dan gurih, murah, mudah, dan praktis disajikan.
Anak-anak berusia balita memang sedang dalam masa senang bereksplorasi mengenai berbagai hal baru, termasuk soal makanan. Sebenarnya, hal ini normal dan merupakan proses yang alamiah pada anak. Tak jarang, si Kecil yang sedang senang bereksplorasi susah sekali makan. Ia hanya mau makan jika berminat pada menu yang disajikan dan terkadang pilih-pilih makanan.
Banyak orang tua yang akhirnya terjebak menuruti kemauan anak dengan makanan yang disukainya. Padahal, makanan tersebut tidak selalu baik untuk kesehatannya. Salah satu makanan tersebut adalah mie instan. Anak-anak memang banyak yang ketagihan dengan mie instan. Orang tua seringkali merasa kesulitan untuk menjauhkannya dari mie ini. Berbagai merek mie instan, variasi rasa, dan aroma yang menggoda membuat si Kecil semakin menyukainya. Mie instan terbuat dari campuran tepung, sayuran kering, minyak sayur, perasa makanan, dan MSG. Namun, mie instan belum memiliki kecukupan gizi seimbang bagi tubuh.
Beberapa kiat berikut ini dapat Ibu coba untuk mengatasi anak yang suka sekali makan mie instan:
- Berikan contoh makanan sehat dan bergizi
Jika anak sedari kecil sudah dikenalkan dengan makanan sehat dan bergizi, ia akan terbiasa makan makanan tersebut. Orang tua pun sebaiknya memberi contoh makan makanan sehat dalam kehidupan sehari-hari. Kebiasaan orang tua ini akan ditiru oleh anak. - Hindari mengenalkan mie instan sebelum usianya 2 tahun
Orang tua sebaiknya tidak menyerah saat anak pilih-pilih makanan. Sajikan makanan sehat yang digemarinya, misalnya potongan kentang, pasta, dan sebagainya. Hindari mengenalkan mie instan pada anak sebelum usianya genap 2 tahun. - Berikan mie sebagai pengganti nasi 2 minggu atau sebulan sekali
Ibu boleh saja mengenalkan mie sebagai pengganti nasi yang dimasak sendiri kepada anak setiap 2 minggu atau sebulan sekali. Beberapa jenis mie bisa dipilih, seperti mie basah, mie kering, dan bihun. - Masak dengan cara sehat dan tambahkan sayuran dan bumbu sendiri
Buang air rebusan mie lalu ganti dengan air yang baru untuk menghilangkan lapisan lilin. Beri bumbu sendiri, seperti garam, gula pasir, bawang goreng, lada bubuk, dan kecap. Kemudian tambahkan sayuran, seperti sawi hijau, wortel, kol, dan sebagainya. Bisa juga ditambahkan irisan baso, sosis, atau daging.
Baca juga: