Atasi Balita Suka Makan Permen

Permen menjadi makanan kegemaran anak-anak. Meski tidak tergolong makanan sehat, orang tua sering merasa tak tega melarang anak makan permen.

Balita sangat senang makan permen. Rasanya yang manis membuatnya ketagihan. Berbagai varian rasa permen, warna, dan kemasan yang unik dan menarik pun semakin membuat anak menggemarinya. Tak jarang, balita menangis jika orang tua melarangnya makan permen. Akhirnya, permen menjadi makanan favoritnya setiap hari.

Ibu kerap cemas melihat hobi anak makan permen ini. Terlebih, permen yang dikonsumsinya warna-warni, sehingga Ibu khawatir akan berdampak buruk pada kesehatannya. Tak hanya itu, jika sudah makan permen, si Kecil jadi susah makan.

Anak usia 3 tahun biasanya sudah tidak tersedak mengisap permen, sehingga orang tua sudah membolehkannya makan permen. Meskipun begitu, banyak juga orang tua yang meloloskan anaknya makan permen di usianya yang masih sangat kecil. Balita yang suka mengonsumsi permen lama-lama lapisan email gigi susunya akan rusak. Tentu saja Ibu tak ingin hal ini terjadi pada si Kecil.

Berikut ini ada beberapa kiat yang dapat dilakukan untuk menghadapi balita yang suka makan permen:

  1. Memberi batasan
    Ibu dapat meredam konsumsi permen pada si Kecil dengan memberinya batasan. Sebagai contoh, anak boleh makan permen 1 butir setiap hari atau boleh memakannya 2 hari sekali. Ibu bisa juga membuat kesepakatan dengannya, yakni hanya boleh makan permen di hari Minggu, itu pun dengan jumlah yang tidak berlebihan.
  1. Pilih permen yang sehat dan aman
    Anak-anak biasanya sangat tertarik dengan makanan yang warna-warni, termasuk permen. Pilihkan permen yang terbuat dari pewarna makanan dengan gula murni, tidak berformalin, dan tidak ber-cola. Selain itu, pilih permen yang lunak dan mudah dimakan atau bertangkai supaya tidak membuatnya tersedak.
  1. Hindari memberikan hadiah berupa permen
    Seringkali Ibu berjanji kepada si Kecil untuk memberi hadiah permen jika ia menuruti nasihat atau bisa melakukan sesuatu. Hal ini akan membuatnya semakin suka dengan makanan manis ini. Lebih baik, hadiahnya diganti dengan jalan-jalan atau makanan lain yang lebih sehat.
  1. Jangan menyimpan permen di rumah
    Supaya anak tidak makan permen, sebaiknya orang tua tidak menyimpannya di rumah. Saat berbelanja, lebih baik menghindari kembalian berupa permen supaya Ayah atau Ibu tidak membawanya pulang.
  1. Beri camilan lain yang lebih menyehatkan
    Saat anak merengek minta permen, Ibu dapat memberi camilan lain yang menarik perhatiannya dan menyehatkan.

Semoga bermanfaat.

 

 

Baca juga:

Dewi Novianingsih, adalah seorang ibu yang gemar menulis. Ia pun tertarik pada dunia wanita dan parenting. Mama baru yang memilih menulis di sela-sela kesibukannya mengasuh buah hatinya ini pernah menjadi editor di beberapa penerbit dan agensi naskah selama 5 tahun. Kini, ia ingin berbagi bersama para ibu dengan tulisannya.

Related Posts

Comments :