Balita Makan Es Krim, Bolehkah?

Banyak orang tua yang melarang anaknya makan es krim karena khawatir terserang pilek. Ternyata es krim tidak menimbulkan pilek, justru memiliki kandungan gizi yang baik untuk anak. 

Es krim adalah makanan yang menjadi primadona bagi anak-anak. Bahkan, remaja dan orang dewasa pun menyukainya. Es krim tersedia di pasaran dengan berbagai merek dan varian rasa yang menggoda, seperti cokelat, vanilla, mocca, tiramisu, strawberry, buah-buahan, green tea, dan banyak lagi. Bentuk dan kemasannya yang menarik membuat anak semakin tak sabar ingin menikmatinya.

Anak-anak berusia balita seringkali menjadikan es krim sebagai makanan favoritnya. Banyak orang tua yang sering melarang anaknya makan es krim karena khawatir dapat menyebabkan pilek. Sebenarnya, apakah es krim aman untuk dikonsumsi anak-anak? Yuk, cari tahu jawabannya.

  • Es krim belum tentu menjadi penyebab anak pilek
    Sebagian besar orang tua sering menghubungkan es krim dengan pilek atau penyakit influenza yang dialami oleh anak. Pilek, batuk, dan influenza tergolong jenis gangguan saluran pernapasan yang umumnya disebabkan oleh infeksi mikro organisme dan virus. Mikro organisme dan virus terdapat di sekitar kita dan mudah menyerang jika tidak membiasakan hidup sehat. Sebenarnya, es krim dibuat tidak sampai beku dan tidak akan mengganggu saluran pernapasan. Berdasarkan sebuah penelitian, didapati bahwa infeksi saluran pernapasan pada anak, seperti pilek dan hidung tersumbat baru akan muncul jika daya tahan saluran pernapasan terhadap udara dingin menurun atau anak sedang dalam keadaan tidak enak badan.
  • Camilan yang kaya gizi dan menyehatkan
    Es krim yang dibuat dengan benar dan bersih bisa menjadi makanan selingan untuk anak yang menyehatkan. Makanan dingin ini terbuat dari susu yang sangat baik untuk memenuhi kebutuhan gizi anak. Es krim mengandung kalori yang baik bagi tubuh dalam bentuk lemak dan hidrat arang. Selain itu, kandungan proteinnya juga sangat tinggi yang berasal dari susu skim. Protein ini sangat dibutuhkan balita dalam mendukung pertumbuhannya.
  • Es krim bukan menjadi penyebab balita mengalami kegemukan
    Jika berat badan balita normal, konsumsi es krim tidak akan menimbulkan berat badannya berlebih. Tentu saja, ibu boleh memberikan es krim kepadanya, tetapi tidak berlebihan. Namun, orang tua perlu membatasi konsumsi es krim pada balita dengan berat badan berlebih untuk mencegah kegemukan atau obesitas.

Semoga bermanfaat.

 

 

Baca juga:

Dewi Novianingsih, adalah seorang ibu yang gemar menulis. Ia pun tertarik pada dunia wanita dan parenting. Mama baru yang memilih menulis di sela-sela kesibukannya mengasuh buah hatinya ini pernah menjadi editor di beberapa penerbit dan agensi naskah selama 5 tahun. Kini, ia ingin berbagi bersama para ibu dengan tulisannya.

Related Posts

Comments :