IbudanMama

Bermain Matematika Dengan Anak

Matematika adalah mata pelajaran yang sering membuat takut anak. Sulitnya menghitung hingga menghafal tak jarang membuat anak menyerah dan benci matematika karena tak bisa. Belajar matematika bisa dilakukan sambil bermain bersama ibu sehingga anak akan senang dengan pelajaran ini.

Mengajak anak belajar matematika sejak dini bukanlah sesuatu yang salah. Karena akan membuat anak terbiasa dengan matematika sedari kecil. Selain itu, si kecil sudah dipersiapkan mengenal matematika sebelum nantinya mendapatkan pelajaran ini di Sekolah Dasar. Namun, tentu ibu harus punya strategi yang tepat dalam belajar matematika bersama anak saat usia anak masih balita.

Dunia anak adalah dunia yang akrab dengan permainan dan bersenang-senang. Dalam hal ini, ibu bisa sedikit demi sedikit memasukkan pengajaran matematika dalam berbagai kegiatan bermain bersama anak di rumah. Di usianya yang masih kecil, yakni 3 hingga 5 tahun, jika harus mengikutkannya dalam sebuah les matematika biasanya akan berujung pada bosan dan rewel. Ia pun akan kehilangan banyak waktu bermainnya. Oleh karena itu, keputusan ibu untuk mengajari matematika kepada anak di rumah dengan mengaplikasikannya di beberapa kegiatan bermain bisa menjadi solusinya. Terlebih, dalam mengajarkan matematika kepada anak balita masih pada taraf pengenalan saja dan bersifat sederhana. Hal yang perlu diperhatikan ketika bermain dan belajar matematika bersama anak adalah bahwa matematika itu tak melulu soal angka, matematika bisa diterapkan dalam kehidupan sehari-hari, dan tak perlu dipisahkan dalam aktivitas anak saat bermain.

Anggraini Adityasari dalam bukunya berjudul Main Matematika Yuk, terbitan Gramedia Pustaka Utama (2013) dalam sebuah babnya mengulas beberapa contoh permainan yang bisa dilakukan oleh ibu bersama anak dengan menyisipkan konsep matematika di dalamnya. Dalam buku tersebut terdapat 20 contoh permainan yang bisa dilakukan dengan mengusung pembelajaran matematika, yakni bermain dengan mainan edukatif matematika, bermain dengan games matematika di komputer, bermain dengan balok kayu, bermain dengan dadu, bermain dengan kartu remi dan domino, bermain dengan boneka, bermain dengan mainan masak-masakan, bermain dengan mainan mobil-mobilan, miniatur binatang, tentara, dan pesawat mainan, menggunakan stik es krim, bermain playdough atau lilin mainan, menggunakan kancing warna-warni, berkreasi dengan kertas dan kardus bekas, bermain dengan kertas mainan, bermain kain felt, bermain dengan stiker, bermain bola, bermain lego, bermain tangram, bermain musik, dan bernyanyi.

Berbagai contoh permainan tersebut dapat Anda coba di rumah bersama anak sambil menyelipkan pengenalan sederhana matematika. Jika memilih bermain permainan edukatif, Anda bisa membeli permainan seperti puzzle, angka-angka matematika, dan bentuk-bentuk seperti segitiga, lingkaran, persegi, dan lain-lainnya. Jika anak terbiasa bermain dengan angka dan bentuk, ia akan lebih mudah mengenalnya. Ibu yang berperan mendampingi pun bisa sambil menyebut bentuk atau nama bilangan pada permainan angka.

Permainan yang murah dan sederhana dalam mengenalkan matematika juga dapat ibu lakukan dengan bermain dadu. Ibu bersama anak bisa membuatnya dari potongan kertas, memberi sejumlah titik dengan spidol, lalu merekatkannya dengan lem pada sisi-sisinya. Permainan dilakukan dengan melemparkan dadu, kemudian berlompat-lompat sejumlah titik yang keluar dari lemparan dadu tersebut. Ajak si kecil untuk berlompat bersama dan sesekali menghitung bersama jumlah titik sesuai lemparan dadu. Selain menyenangkan, anak pun akan mulai mengenal konsep matematika.

Ibu bersama anak juga bisa mencoba permainan remi dan domino. Bagaimana menyelipkan matematika di dalamnya? Gampang saja, urutkan gambar kartu bedasarkan jumlah gambar dari sedikit hingga banyak, atau bisa juga mengelompokkannya berdasarkan bentuk bangun pada kartu-kartu tersebut. Dari sini, anak akan bisa membedakan sedikit dan banyak hingga bentuk-bentuk gambar yang berbeda-beda.

Permainan yang satu ini juga tak kalah serunya, anak-anak tentu doyan sekali dengan es krim. Jangan buang stik-stik es krimnya ke tong sampah, karena bisa dimanfaatkan untuk bermain. Buatlah berbagai bentuk bangun dari stik es krim, misalnya segitiga, bujur sangkar, segilima, dan lain-lain. Berikan kesempatan kepada anak untuk menduplikasi bentuk bangun yang Anda buat dengan stik es krim yang tersisa. Pasti ia pun akan banyak bertanya dan di sini Anda bisa menjelaskan nama bangun yang dibuatnya.

Ibu bisa pula menyelipkan konsep matematika dengan mengajak anak bernyanyi. Banyak lho lagu anak yang mengandung konsep matematika. Anak-anak akan senang bernyanyi dan ibu bisa sekaligus mengajaknya belajar matematika, yakni sambil bernyanyi sambil menyebutkan angka yang dinyanyikan dengan jari. Lagu berikut ini contohnya:

Satu-satu Aku Sayang Ibu

Satu satu, aku sayang ibu!

Dua dua, juga sayang ayah!

Tiga tiga.. sayang adik kakak!

Satu-dua-tiga, sayang semuanya!

Sebenarnya masih banyak aktivitas bermain sambil belajar matematika yang bisa dilakukan. Ibu sendiri bisa mencari ide menarik untuk bermain dan belajar matematika dengan si kecil. Manfaatkan benda-benda di sekitar kita yang sederhana untuk bermain dan belajar matematika bersama anak.