5 Cara Mencegah Ruam Popok

Pernahkah Si Kecil menangis ketika Mam secara tidak sengaja menyentuh bagian kulit di sekitar bokongnya saat mengganti popoknya? Ruam popok merupakan peradangan pada bagian kulit bayi yang selalu tertutup popok dan biasanya berwarna kemerahan. Kondisi tersebut bisa menyebabkan rasa gatal dan perih pada kulit Si Kecil sehingga ia pun akan rewel karena merasa tidak nyaman. Penyebabnya pun bermacam-macam, bisa karena bahan popok yang mengiritasi kulit Si Kecil maupun kontak yang terlalu lama dengan urin dan tinja. Untuk mencegah ruam popok, ada baiknya Mam melakukan hal-hal berikut ini.

Rajin Mengganti Popok

Rajinlah mengecek popok bayi untuk memastikan popoknya masih dalam keadaan bersih dan kering. Tidak perlu menunggu Si Kecil menangis, Mam, segera ganti jika popok sudah basah terisi urin atau tinja. Urin dan tinja yang terlalu lama bersentuhan dengan kulit dapat membuat kulit menjadi lembap sehingga memicu jamur dan bakteri untuk berkembang biak. Kasihan Si Kecil, bukan?

Pastikan Kulit di Area Popok Tetap Kering

Karena kulit bayi di area sekitar popok hampir selalu tertutup, maka kondisinya pun menjadi lembap dan rentan terjadi iritasi karena aktivitas bakteri dan jamur. Untuk itu, ketika Mam mengganti popoknya, jangan langsung ditutup, tetapi keringkan dahulu dengan diangin-anginkan. Jika masih basah, keringkan dengan menepuk-nepuknya pelan menggunakan handuk yang halus. Jangan mengelap dengan cara digosok karena dapat melukai kulitnya yang masih lembut. Baru jika sudah kering, Mam bisa memakaikan popoknya kembali. Kulit yang kering bisa mengurangi risiko terjadinya ruam popok.

Mengganti Merek Popok

Kulit bayi sangatlah sensitif. Jika Si Kecil mengalami ruam popok setelah memakai merek tertentu, maka cobalah ganti dengan merek lain yang memakai bahan ramah di kulit, karena bisa jadi bahan tertentu dari popok memicu iritasi dan rasa gatal pada Si Kecil. Jika perlu, beralihlah ke popok kain. Popok kain memang kurang praktis dibandingkan popok sekali pakai, tetapi ini akan membuat Mam lebih rajin menggantinya sehingga risiko Si Kecil mengalami ruam popok pun dapat diminimalisir.

Hindari Bahan Berpewangi

Tisu basah yang Mam gunakan untuk mengelap bokong bayi juga bisa menjadi pemicu ruam popok karena mengandung bahan pewangi sintetis dan alkohol. Bagi kulit bayi yang masih sensitif, pewangi ini bisa menimbulkan iritasi. Lebih baik, gunakan kapas yang sudah dibasahi dengan air bersih atau jika ada, pilih tisu basah yang tidak mengandung alkohol dan bebas pewangi. Tak hanya tisu basah, Mam juga perlu menghindari pemakaian bedak untuk Si Kecil di area bokong karena dapat membuat kulit di sekitar bokong semakin lembap.

Jangan Terlalu Rapat

Usahakan untuk tidak memasang popok terlalu rapat dan menekan. Selain membuat Si Kecil tidak nyaman, hal ini juga bisa memicu iritasi pada kulit karena membuat kulit Si Kecil dalam kondisi tertekan. Sedikit longgarkan popok agar ada angin yang masuk dan kulit bayi tetap bisa bernapas. Namun, pastikan juga popok ini tidak bocor ya, Mam.

 

Ruam popok ini dapat hilang dengan sendirinya, asal Mam tidak memperparahnya. Ketika Mam mengetahui bayi mengalami ruam popok, maka lakukan hal-hal di atas, terutama hindari bahan berpewangi. Jika ruam popok tak kunjung hilang dan justru semakin parah, lebih baik Mam hubungi dokter. Dokter akan memberikan salep anti inflamasi untuk mengatasi iritasi pada kulit Si Kecil.

Dari Ibu dan Mama untuk Ibu dan Mama. Sahabat terbaik yang mendengarkan, mengerti dan membantu ibu dan mama seluas Indonesia. Mari bergabung dengan komunitas kami!

Related Posts

Comments :